MANOKWARI, satukanindonesia.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari menjalin kerjasama dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) di Provinsi Papua Barat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), pada tanggal 27 Maret 2026, di kabupaten Manokwari.
Ketua MRPB, Judson F. Waprak, menyampaikan, kerjasama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran lembaga adat dalam memperjuangkan kepentingan Orang Asli Papua (OAP).
Menurutnya, MRPB selama ini terus berupaya menjalankan tugas, baik yang terlihat maupun tidak, dalam menjaga dan membimbing kepentingan masyarakat Papua. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
“Kami merasa MRP perlu mendapatkan pendampingan dari perguruan tinggi, khususnya dalam hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan orang Papua,”ujarnya.
Dijelaskannya, salah satu fokus utama adalah mendorong percepatan penyusunan rekomendasi dan regulasi hukum yang selaras dengan adat dan budaya masyarakat Papua.
Dengan demikian, persoalan hukum di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui pendekatan peradilan adat yang tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan.
Waprak juga menegaskan, kerjasama dengan STIH Manokwari menjadi momen bersejarah bagi MRPB bahkan MRP se-Tanah Papua.
“Apa yang menjadi kepentingan orang Papua tidak bisa dikerjakan sendiri oleh MRP. Ini mungkin pertama kali dalam sejarah MRP melakukan MoU dengan sekolah tinggi hukum,”katanya.
Ia berharap, kolaborasi ini dapat melibatkan perguruan tinggi, termasuk mahasiswa, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma menyatakan, pihaknya siap mendukung MRPB agar dapat menjalankan tugas sesuai dengan amanat undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku.
Ia menyatakan, pentingnya kolaborasi dalam pembangunan, termasuk dalam memperkuat lembaga seperti MRP.
“Zaman sekarang tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan harus dilakukan secara kolaboratif dan bersama-sama,”ujarnya.
Filep mengaku, STIH Manokwari berkomitmen untuk memperkuat kapasitas MRPB melalui dukungan akademik, termasuk dalam aspek hukum dan kelembagaan.
Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi diharapkan dapat membantu meningkatkan kinerja MRP dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan filosofi pembentukannya di Tanah Papua.
“Kami yakin dengan pendampingan dari perguruan tinggi, kapasitas MRP akan semakin kuat dan mampu mewujudkan harapan masyarakat Papua,”ucapnya.
Diharapkan kerja sama tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam memperjuangkan hak dan kepentingan orang Papua di Papua Barat. (rilis)













