
Jakarta, satukanindonesia.com – Komisi VIII DPR RI mendorong Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan jamaah calon haji berjalan optimal sejak keberangkatan kloter pertama ke Tanah Suci pada 2026.
Anggota Komisi VIII DPR RI Muhamad Abdul Azis Sefudin menegaskan fase awal keberangkatan jamaah menjadi penentu kualitas penyelenggaraan haji secara keseluruhan.
Ia mengatakan, “Kloter pertama ini akan menjadi tolok ukur kesiapan layanan secara menyeluruh. Karena itu, kami di Komisi VIII DPR RI mendorong agar Kemenhaj memberikan pelayanan optimal dan memastikan tidak ada kendala baik dari sisi transportasi, akomodasi, maupun layanan kesehatan jamaah.”
Azis meminta seluruh persiapan penyelenggaraan haji telah rampung sepenuhnya dan menekankan pentingnya koordinasi antarpetugas di dalam negeri maupun di Arab Saudi.
Ia mengungkapkan, “Saya menekankan pentingnya koordinasi yang solid antarpetugas, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, agar proses keberangkatan hingga kedatangan jamaah berjalan lancar.”
Azis juga menyoroti perlunya perhatian khusus terhadap jamaah lanjut usia yang jumlahnya cukup besar pada musim haji tahun ini.
Ia menyatakan, “Jamaah lansia harus menjadi prioritas. Mulai dari proses keberangkatan, selama di tanah suci, hingga kepulangan, semuanya harus mendapatkan perhatian ekstra.”
Komisi VIII DPR RI akan terus melakukan pengawasan agar penyelenggaraan haji berjalan sesuai standar dan memberikan kenyamanan bagi jamaah.
Ia menambahkan, “Kami ingin memastikan jamaah bisa menjalankan ibadah dengan tenang, khusyuk, dan tanpa dibebani persoalan teknis yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal.”
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan 118 hotel di Madinah yang tersebar di wilayah Syamaliah, Janubiyah, dan Gharbiyah untuk menyambut jamaah gelombang pertama.
Pihak Kemenhaj memastikan seluruh layanan akomodasi diberikan secara setara meskipun penempatan jamaah dalam satu kloter dapat tersebar di beberapa hotel.(***)













