
Kediri, satukanindonesia.com — Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan uji fungsi Jembatan Kereta Api BH 613 di jalur Kras–Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (18/5/2026). Pengujian dilakukan untuk memastikan kekuatan struktur jembatan aman dilalui kereta api sebelum digunakan secara optimal dalam operasional harian.
Uji coba dilakukan menggunakan dua lokomotif CC300 produksi PT INKA dengan total beban mencapai lebih dari 150 ton. Kedua lokomotif dijalankan secara bertahap melintasi jembatan sambil tim teknis memantau tingkat kelendutan, getaran, hingga respons struktur terhadap tekanan beban maksimum.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, mengatakan pengujian tersebut menjadi tahapan penting dalam memastikan keselamatan perjalanan kereta api di wilayah Kediri dan sekitarnya.
“Tujuan utama uji fungsi ini memastikan jembatan benar-benar aman dilintasi kereta penumpang maupun kereta barang dengan beban operasional maksimal,” ujar Denny saat ditemui di lokasi pengujian Jembatan BH 613, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Dua lokomotif yang digunakan merupakan tipe CC300 generasi terbaru buatan PT INKA Madiun. Lokomotif ini memiliki bobot sekitar 76 ton per unit dengan tenaga besar yang biasa digunakan untuk kebutuhan langsir maupun angkutan berat. Dalam pengujian tersebut, dua unit lokomotif digandeng sehingga total beban yang diterima jembatan mencapai lebih dari 150 ton.
Rangkaian lokomotif bergerak dari wilayah Kediri menuju Stasiun Kras, kemudian melintas ke arah Ngadiluwih sebelum kembali melakukan lintasan pengujian. Jalur tersebut menjadi bagian penting penghubung lintas kereta di wilayah barat Kabupaten Kediri.
Selama proses uji fungsi, perjalanan lokomotif melintasi sejumlah titik operasional dan emplasemen jalur aktif di kawasan Kediri. Tim teknis dari DJKA memonitor langsung kondisi bantalan rel, sambungan baja jembatan, hingga pergerakan struktur menggunakan alat ukur khusus.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Jatim 2 BTP Kelas I Surabaya, Lurianto Lukito, menjelaskan jembatan BH 613 sebelumnya telah dibangun ulang pada Februari 2025 untuk menggantikan struktur lama yang dinilai perlu penguatan.
“Setelah pembangunan selesai, tahapan berikutnya adalah memastikan semua elemen konstruksi memenuhi standar teknis dan laik operasi,” kata Lurianto.
Selain penggantian struktur utama jembatan, proyek tersebut juga mencakup penataan aliran sungai di bawah jembatan guna mengurangi risiko gangguan saat debit air meningkat pada musim hujan.
DJKA memastikan hasil pengujian akan menjadi dasar evaluasi sebelum jalur digunakan penuh untuk mendukung kelancaran transportasi kereta api di wilayah Kediri dan sekitarnya .(Yos/Gun)













