• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Menaker Yassierli Dorong BPJS Ketenagakerjaan Jadi Motor K3 Nasional

Menaker Yassierli Dorong BPJS Ketenagakerjaan Jadi Motor K3 Nasional

Mei 23, 2026
Plh Wali Kota Bekasi dan Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur Stasiun Bekasi Timur dan Proyek Flyover Bulak Kapal.

Plh Wali Kota Bekasi dan Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur Stasiun Bekasi Timur dan Proyek Flyover Bulak Kapal.

Mei 23, 2026
Kosgoro’57 Provinsi Babel Gelar Musda, Bambang Patijaya Terpilih Kembali Secara Aklamasi

Kosgoro’57 Provinsi Babel Gelar Musda, Bambang Patijaya Terpilih Kembali Secara Aklamasi

Mei 23, 2026
ADVERTISEMENT
Jelang Libur Iduladha 2026, Kemenhub Perketat Pengawasan Angkutan

Jelang Libur Iduladha 2026, Kemenhub Perketat Pengawasan Angkutan

Mei 23, 2026
MRP Papua Setujui Raperdasus untuk Perkuat Perlindungan Orang Asli Papua

MRP Papua Setujui Raperdasus untuk Perkuat Perlindungan Orang Asli Papua

Mei 23, 2026
Pengurus Jaringan Media Siber di Papua Barat Siap Dilantik

Pengurus Jaringan Media Siber di Papua Barat Siap Dilantik

Mei 22, 2026
Anggota Komisi II DPR Dukung Pengelolaan Perbatasan Berbasis Keamanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Anggota Komisi II DPR Dukung Pengelolaan Perbatasan Berbasis Keamanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Mei 22, 2026
Prabowo Siapkan 5.000 Desa Nelayan dan Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Prabowo Siapkan 5.000 Desa Nelayan dan Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Mei 22, 2026
Polres Humbahas Gelar Korwas PPNS, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Polres Humbahas Gelar Korwas PPNS, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Mei 22, 2026
Pimpinan DPRD Batam Hadiri Upacara Peringatan Harkitnas Ke-118 Tingkat Kota Batam

Pimpinan DPRD Batam Hadiri Upacara Peringatan Harkitnas Ke-118 Tingkat Kota Batam

Mei 22, 2026
Pemkab Tapanuli Utara Gelar Bedah Rencana Aksi Setiap OPD demi ‎Akselerasi Visi Misi

Pemkab Tapanuli Utara Gelar Bedah Rencana Aksi Setiap OPD demi ‎Akselerasi Visi Misi

Mei 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Mei 23, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Menaker Yassierli Dorong BPJS Ketenagakerjaan Jadi Motor K3 Nasional

(Fokus Berita)

Mei 23, 2026
in Fokus Berita
0
0
SHARES
12
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (SinPo id/Kemnaker)

Jakarta, satukanindonesia.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan perlunya perubahan pendekatan dalam perlindungan pekerja di Indonesia. Di tengah tingginya angka kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan didorong tidak hanya berperan sebagai pemberi kompensasi, tetapi juga menjadi motor penggerak Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui penguatan upaya pencegahan.

Dorongan itu muncul setelah data 2025 menunjukkan masih tingginya risiko keselamatan kerja nasional. Tercatat sebanyak 319.224 klaim kecelakaan kerja diajukan sepanjang tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 9.834 kasus berujung kematian, sementara 4.133 kasus menyebabkan cacat fungsi maupun cacat total.

Menurut Yassierli, kondisi tersebut menjadi alarm bahwa sistem perlindungan pekerja tidak bisa lagi bertumpu pada penanganan setelah kecelakaan terjadi.

“Pendekatan yang selama ini cenderung reaktif, yaitu hanya berfokus pada pemenuhan kompensasi, tidak akan berkelanjutan secara aktuarial. Investasi di hulu melalui program promotif dan preventif akan menghasilkan penghematan yang jauh lebih besar di hilir,” ujar Yassierli saat menjadi pemateri dalam kegiatan bertema Menguatkan Peran BPJS Ketenagakerjaan dalam Mengurangi Kecelakaan Kerja di Industri di Jakarta, dilansir dari infopublik, Jumat (22/5/2026).

Selain kecelakaan kerja, Menaker juga menyoroti persoalan Penyakit Akibat Kerja (PAK). Sepanjang 2025, tercatat 158 kasus PAK, meski angka itu diyakini belum menggambarkan kondisi sebenarnya karena masih terdapat tantangan dalam sistem pelaporan.

Kondisi tersebut sejalan dengan data global dari WHO dan ILO yang menunjukkan sebagian besar kematian pekerja di dunia justru berkaitan dengan penyakit akibat kerja yang dipengaruhi lingkungan kerja.

Karena itu, menurut Yassierli, penguatan program promotif dan preventif menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun budaya kerja aman sekaligus memperluas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Saat ini, implementasi SMK3 dinilai masih terbatas. Dari sekitar 450 ribu perusahaan di Indonesia, baru sekitar 18 ribu perusahaan yang menerapkannya.

“Pendekatan proaktif melalui program promotif dan preventif menjadi penting untuk memperkuat upaya pencegahan, sekaligus mendorong implementasi SMK3,” katanya.

Untuk mempercepat perbaikan, Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan tiga agenda prioritas yang akan dikerjakan bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Pertama, memperkuat sistem K3 nasional melalui optimalisasi layanan dan tata kelola klaim. Kedua, meningkatkan efektivitas program promotif dan preventif melalui pelatihan berbasis wilayah. Ketiga, memastikan penerapan SMK3 di perusahaan berjalan nyata, terukur, dan tidak berhenti pada aspek administratif semata.

Langkah tersebut dinilai penting karena keselamatan kerja tidak hanya menyangkut perlindungan pekerja, tetapi juga berdampak pada produktivitas industri dan keberlanjutan dunia usaha.

Merespons arahan itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyatakan kesiapan pihaknya memperkuat sinergi dengan Kemnaker melalui pembahasan teknis yang lebih mendalam.

Upaya yang akan segera dilakukan meliputi integrasi data, penyempurnaan alur klaim, pemetaan wilayah prioritas, hingga penyusunan desain program pencegahan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kegiatan pembekalan ini diharapkan menjadi titik awal sinergi yang lebih erat antara Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan budaya K3 yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di seluruh lapisan industri Indonesia,” ujar Saiful.

Penguatan peran BPJS Ketenagakerjaan sebagai penggerak K3 menandai arah baru perlindungan tenaga kerja nasional. Fokus tidak lagi semata pada kompensasi pascakecelakaan, melainkan pada pencegahan agar pekerja Indonesia dapat bekerja dengan lebih aman, sehat, dan produktif.(***)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: BPJSKemnakerMenteri KetenagakerjaanYassierli
ShareTweetSend

Related Posts

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestri Untuk Perluas Peluang Kerja Bagi Warga Garut

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestri Untuk Perluas Peluang Kerja Bagi Warga Garut

Mei 10, 2026
Menaker Yassierli Pastikan Santunan Korban Insiden KA Bekasi Timur Cair

Menaker Yassierli Pastikan Santunan Korban Insiden KA Bekasi Timur Cair

Mei 8, 2026
Menaker Yassierli Tegaskan Jaminan Sosial untuk Semua Pekerja Tanpa Terkecuali

Menaker Yassierli Tegaskan Jaminan Sosial untuk Semua Pekerja Tanpa Terkecuali

Mei 5, 2026

Menaker Tegaskan Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan

April 20, 2026

KPK Tetapkan 3 Pejabat Kemnaker Tersangka Baru Pemerasan K3

Desember 13, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?