
Jakarta, satukanindonesia.com — Pemerintah terus memperkuat strategi pengurangan pengangguran terdidik dengan memperluas akses pemagangan nasional. Melalui Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Tahun 2026, kuota peserta resmi ditingkatkan dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang, sebagai langkah mempercepat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja.
Program yang diluncurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah untuk menjawab tantangan skill mismatch, yakni ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan peningkatan kuota dilakukan setelah evaluasi pelaksanaan MagangHub angkatan pertama menunjukkan hasil positif dalam mendukung peningkatan kesiapan kerja lulusan baru.
“Ini menjadi kabar baik bagi adik-adik kita yang baru lulus dari perguruan tinggi. Penambahan kuota ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja,” kata Yassierli di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Kenaikan kuota sebesar 50 persen tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan program yang mampu menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja. Pemerintah menilai pengalaman kerja praktis kini menjadi faktor krusial dalam meningkatkan daya saing lulusan, terutama di tengah perubahan kebutuhan industri yang semakin cepat.
Tak hanya menambah kapasitas peserta, pemerintah juga memperkuat kualitas pelaksanaan program. Setiap perusahaan, kementerian, maupun lembaga yang menjadi mitra wajib mengajukan kebutuhan posisi magang terlebih dahulu untuk diverifikasi.
Verifikasi dilakukan guna memastikan posisi magang yang tersedia sesuai dengan kompetensi, latar belakang pendidikan, serta kebutuhan riil dunia usaha dan industri. Dengan skema ini, peserta diharapkan memperoleh pengalaman kerja yang relevan dan bernilai tambah bagi karier mereka.
Menurut Yassierli, proses seleksi mitra penyelenggara juga dilakukan secara ketat agar peserta tidak sekadar menjalani magang formalitas, melainkan memperoleh pembelajaran yang benar-benar meningkatkan kompetensi kerja.
Nilai tambah lain dari program ini adalah seluruh peserta yang menyelesaikan masa pemagangan akan memperoleh fasilitasi sertifikasi kompetensi gratis sesuai bidang keahlian masing-masing. Sertifikasi tersebut diharapkan memperkuat portofolio peserta sekaligus menjadi bukti kompetensi yang diakui industri.
“Kami mengapresiasi kementerian, lembaga, dunia usaha, serta seluruh pihak yang mendukung program ini. Pemagangan merupakan program prioritas yang mendapat arahan langsung dari Presiden, sehingga penyempurnaan terus dilakukan agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah ingin memastikan kesempatan kerja yang lebih inklusif bagi seluruh lulusan pendidikan tinggi.
Menurut Teddy, MagangHub Angkatan II tidak hanya terbuka bagi lulusan baru jenjang sarjana, tetapi juga lulusan pendidikan profesi dan penyandang disabilitas. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan akses kerja yang lebih setara dan berkeadilan.
“Pemerintah ingin memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memasuki dunia kerja. Program ini tidak hanya memperkuat keterampilan dan pengalaman kerja, tetapi juga membuka akses yang lebih inklusif agar semakin banyak anak muda memperoleh peluang kerja yang layak,” ujar Teddy.
Pendekatan inklusif ini menjadi penting di tengah tantangan pasar kerja nasional, ketika lulusan perguruan tinggi kerap menghadapi hambatan memperoleh pekerjaan akibat minimnya pengalaman praktis.
Karena itu, MagangHub diposisikan bukan sekadar program magang biasa, tetapi sebagai ekosistem transisi kerja yang mempertemukan talenta muda, dunia pendidikan, dan kebutuhan industri dalam satu platform terintegrasi.
Pendaftaran mitra penyelenggara dan pengajuan lowongan melalui platform SIAPKerja dibuka mulai 29 Juni hingga 15 Juli 2026. Sementara pendaftaran peserta berlangsung pada 15–28 Juli 2026.
Selanjutnya, proses seleksi peserta dilaksanakan pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026, sedangkan peserta yang lolos dijadwalkan mulai mengikuti pemagangan pada 10 Agustus 2026. Adapun Kick Off MagangHub Angkatan II Batch I akan digelar pada 11 Agustus 2026.
Dengan peningkatan kuota dan penguatan kualitas program, pemerintah berharap MagangHub dapat menjadi solusi konkret dalam memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja muda yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing.(***)













