
Kalimantan, satukanindonesia.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan ekosistem mangrove di Indonesia menjadi perhatian pemerintah dan dunia karena memiliki peran strategis dalam menghadapi perubahan iklim, menjaga wilayah pesisir, serta memperkuat kedaulatan negara.
Direktur Rehabilitasi Mangrove Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut Nikolas Nugroho Surjobasuindro menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Kick Off Meeting dan Sosialisasi Pelaksanaan Forest Programme (FP) VI di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, dilansir dari pamtau, Selasa (30/6).
“Kawasan ekosistem mangrove ini menjadi penting dan jadi atensi Pemerintah Indonesia dan dunia khususnya pada saat ini,” ungkapnya.
Menurut Nikolas, meningkatnya ancaman perubahan iklim, terutama kenaikan muka air laut, dapat mengurangi luas daratan hingga mengancam pulau-pulau kecil di Indonesia sebagai negara kepulauan.
Ia mengatakan keberadaan mangrove menjadi benteng alami yang mampu mengurangi dampak abrasi, gelombang, dan kenaikan muka air laut di kawasan pesisir.
Nikolas juga mengungkapkan Kementerian Pertahanan sebelumnya telah menyampaikan bahwa mangrove memiliki peran penting dalam menjaga batas wilayah dan kedaulatan negara.
“Jadi ini menjadi penting pada saat adanya kenaikan muka air laut, adanya gelombang dan abrasi itu menjadi bahaya yang sangat signifikan pada pulau-pulau terluar di Indonesia yang selama ini menjadi batas negara,” ujarnya.
Nikolas menjelaskan Indonesia memiliki kawasan mangrove seluas sekitar 3,4 juta hektare atau sekitar 23 persen dari total mangrove dunia, sehingga menjadi perhatian banyak negara dalam upaya rehabilitasi dan pengelolaannya.
Menurutnya, berbagai negara menjadikan Indonesia sebagai tujuan belajar mengenai pengelolaan mangrove yang menggabungkan rehabilitasi kawasan dengan penerapan kearifan lokal masyarakat.
“Banyak negara lain yang sudah menjadikan Indonesia sebagai kunjungan untuk belajar bagaimana mangrove bisa dikelola berdasarkan kearifan lokal,” katanya.
Ia menambahkan setiap daerah di Indonesia memiliki cara berbeda dalam mengelola mangrove secara tradisional sehingga menjadi kekayaan yang perlu dijaga dan diperkenalkan kepada dunia internasional.(***)













