Visi tersebut disampaikan Fadli ketika menerima penghargaan Figur Akselerator Kemajuan Kategori Penjaga Pusaka dan Memori Kolektif Sumatera dalam acara detikSumatra Awards di Hotel Trans Jakarta, Cibubur, dilansir dari pantau, Jumat, 28 Agustus.
Fadli menegaskan seluruh pihak mempunyai kewajiban untuk ikut menjaga sekaligus memajukan kebudayaan nasional sebagaimana diamanatkan konstitusi.
“Saya kira kita semua mempunyai kewajiban karena ada amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan kita di Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 45, yaitu negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai budayanya,” kata Fadli Zon.
Menurut Fadli, amanat tersebut menempatkan negara dalam posisi penting untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah perkembangan peradaban dunia sekaligus menjamin masyarakat dapat memelihara dan mengembangkan nilai budayanya.
Ia berharap kebudayaan dapat menjadi salah satu landasan penting dalam pembangunan bangsa dan negara dengan tetap menjaga memori kolektif, warisan, serta kesinambungan nilai budaya bagi generasi mendatang.
“Selain menjaga memori kolektif bangsa, juga kita berharap bahwa kecintaan kepada budaya kita ini tidak berhenti pada identitas atau jati diri saja, tetapi lebih juga pelestarian, kesinambungan, dan keberlanjutannya yang akan juga menjadi bagian dari generasi penerus bangsa. Termasuk untuk ekonomi budaya, bahkan ke depan bisa menjadi industri budaya,” kata Fadli Zon.
Fadli melihat kekayaan budaya Indonesia memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan mulai dari penguatan ekonomi budaya hingga berkembang menjadi industri budaya.
Melalui pendekatan tersebut, kebudayaan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas bangsa, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi melalui pengembangan industri kreatif dan kearifan lokal.
Fadli mengatakan budaya dan peradaban Indonesia, termasuk berbagai kebudayaan yang tumbuh di Sumatera, merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dikembangkan bersama.
Ia mendedikasikan penghargaan yang diterimanya kepada para pejuang kebudayaan di Sumatera, khususnya mereka yang terdampak musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Anugerah ini saya berikan untuk para pejuang kebudayaan di Sumatera yang kemarin mendapat musibah. Luar biasa peninggalan-peninggalan yang ada di Sumatera dan juga di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia, yang harus kita jaga bersama dan kita kembangkan,” ujar Fadli.
Menurut Fadli, berbagai peninggalan budaya di Sumatera memiliki nilai penting sehingga membutuhkan perhatian, perlindungan, dan pengembangan secara bersama-sama.
Upaya tersebut juga harus dilakukan terhadap kekayaan budaya di berbagai daerah lain di seluruh Indonesia.
Fadli turut mengapresiasi penyelenggaraan detikSumatra Awards yang memberikan perhatian terhadap upaya menjaga pusaka dan memori kolektif bangsa.
“Ini sebenarnya merupakan kewajiban kita bersama, apalagi di Kementerian Kebudayaan yang merupakan kementerian baru,” ujar Fadli.
Fadli menyampaikan pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai institusi pemerintahan tersendiri merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor kebudayaan.
Keberadaan kementerian tersebut diharapkan dapat memperkuat sekaligus mengakselerasi pemajuan kebudayaan nasional, mulai dari perlindungan identitas, pusaka, dan memori kolektif hingga pelestarian berkelanjutan serta pengembangan ekonomi dan industri budaya.
Sejumlah tokoh turut menghadiri acara tersebut, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, serta Staf Khusus Menteri Bidang Media dan Komunikasi Publik Muhammad Asrian Mirza.(***)












