• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
DPD RI Desak Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Maybat Diungkap

DPD RI Desak Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Maybat Diungkap

September 15, 2026
Survei IPO: Menkomdigi Meutya Hafid Masuk 10 Besar Jajaran Menteri Berkinerja dengan Baik 

Survei IPO: Menkomdigi Meutya Hafid Masuk 10 Besar Jajaran Menteri Berkinerja dengan Baik 

Oktober 26, 2026
Hadiri Forum Internasional, Laus Rumayom Soroti Posisi Papua dalam Geopolitik Indo-Pasifik

Hadiri Forum Internasional, Laus Rumayom Soroti Posisi Papua dalam Geopolitik Indo-Pasifik

Oktober 26, 2026
ADVERTISEMENT
Dua Tahun Prabowo-Gibran Memimpin, SDM Papua Tidak Mengalami Peningkatan

Dua Tahun Prabowo-Gibran Memimpin, SDM Papua Tidak Mengalami Peningkatan

Oktober 26, 2026
Jon Heri Soroti Pemecatan Firdaus, Pertanyakan Independensi PWI dan Dorong Evaluasi Kepemimpinan Organisasi

Jon Heri Soroti Pemecatan Firdaus, Pertanyakan Independensi PWI dan Dorong Evaluasi Kepemimpinan Organisasi

Oktober 26, 2026
Tahun 2027, Presiden Prabowo Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun

Tahun 2027, Presiden Prabowo Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun

Oktober 25, 2026
Greenpeace luncurkan Buku Anak Tentang Hutan, Laut, dan Menjaga Alam

Greenpeace luncurkan Buku Anak Tentang Hutan, Laut, dan Menjaga Alam

Oktober 25, 2026
Pemerintah Indonesia akan Hentikan Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Pemerintah Indonesia akan Hentikan Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Oktober 25, 2026
Rencana Tambang oleh PT ANTAM, Hak Masyarakat Adat dan Pertambangan Rakyat

Rencana Tambang oleh PT ANTAM, Hak Masyarakat Adat dan Pertambangan Rakyat

Oktober 25, 2026
Jaga Kepercayaan Publik, Bakom Satukan Narasi Pusat dan Daerah

Jaga Kepercayaan Publik, Bakom Satukan Narasi Pusat dan Daerah

Oktober 25, 2026
Mendagri Tito Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

Mendagri Tito Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

Oktober 25, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Hukum

DPD RI Desak Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Maybat Diungkap

(Hukum)

September 15, 2026
in Hukum
0
0
SHARES
52
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO : DPD RI melalui Panitia Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua turun ke Sorong, Papua Barat Daya. Dokumentasi// istimewa.

SORONG, satukanindonesia.com – Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Papua menyoroti, Penanganan kasus dugaan penembakan dan kekerasan terhadap tiga warga masyarakat sipil di kampung Ainod, distrik Aifat Timur Tengah, kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada tanggal 13 Agustus 2026 lalu.

Tiga warga Maybrat tersebut ,yakni Silvester Assem (25 tahun), Anike Fatie (47 tahun), dan Selfiana Sorry (66 tahun).

Dr. Filep Wamafma, Sekretaris Pansus Papua DPD RI mengatakan, masyarakat masih menunggu kepastian dari aparat kepolisian terkait siapa pelaku dugaan penembakan yang terjadi di wilayah tersebut.

“Yang paling inti, masyarakat masih menunggu kepastian dari Polda Papua Barat Daya dan Polres Maybrat dalam menentukan siapa pelaku penembakan,”katanya kepada wartatawan, Senin (14/09/2026).

Dikatakannya, dengan waktu yang telah cukup lama sejak peristiwa terjadi serta bukti-bukti yang tersedia, aparat dinilai sudah seharusnya mengungkap pelaku.

Ketua Komite III DPD RI itu menegaskan, siapa pun yang terbukti sebagai pelaku harus diproses sesuai hukum.

Pansus Papua DPD RI, kata dia, akan merekomendasikan langkah lebih lanjut apabila Kapolda PBD dan jajarannya belum segera memberikan kepastian.

“Kalau Kapolda Papua Barat Daya dan Polres Maybrat tidak cepat menentukan pelakunya, bukan tidak mungkin DPD RI akan memanggil Kapolda untuk memberikan penjelasan sesuai kebutuhan Pansus,”tegas Filep.

Tak hanya persoalan dugaan penembakan, Pansus juga menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi keamanan di sejumlah wilayah Maybrat, khususnya Aifat. Kehadiran pos-pos militer di sejumlah kampung disebut membuat masyarakat merasa takut dan membatasi aktivitas mereka, termasuk berkebun.

Untuk itu, Pansus DPD RI akan mendorong, evaluasi terhadap pola penempatan pasukan di wilayah konflik agar keamanan tetap terjaga tanpa menghambat aktivitas masyarakat.

Filep juga menyebut persoalan investasi, konflik terkait kompensasi, ideologi, serta rendahnya kepercayaan terhadap institusi sebagai sejumlah akar persoalan konflik di Maybrat.

“Ini menjadi hal penting bagi Pansus Papua. Kami akan mengembangkan informasi dan data yang sudah diterima masyarakat untuk dilakukan pada tahapan berikutnya,”sebutnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga perlu memperhatikan pembangunan di wilayah konflik, terutama sekolah, fasilitas kesehatan, rumah masyarakat, dan akses air bersih.

Sebelumnya, tiga warga sipil di Maybrat di diduga ditembak oleh personel TNI yang bertugas di Pos Sory.

Berdasarkan laporan yang diterima LBH Kaki Abu bahwa para korban ketika itu berada di sekitar kebun Mama Anike Fatie, di kawasan Muara Aifam.

Setelah beraktivitas di pondok, Mama Anike Fatie pergi ke kali di sekitar kebunnya untuk mandi, dengan membawa tiga ekor anjing. Sekira pukul 17.20 WIT, terdengar suara tembakan. Anike Fatie mengira suara tersebut bunyi petasan.

Namun setelah melihat situasi di sekitar, ia kemudian menyadari itu adalah suara tembakan. Informasi awal yang diterima menyebut Mama Anike Fatie berupaya menyelamatkan diri setelah mendengar suara tembakan.

Tetapi, ia tertembak dari arah belakang dan mengalami luka tembak pada bagian bahu. Sedangkan, tiga anjing yang saat itu mengikuti Mama Anike Fatie ke kali juga dilaporkan tertembak.

Silvester Assem yang berada di sekitar pondok juga mendengar suara tembakan. Dalam keadaan panik, ia berusaha keluar menjauh dari pondok untuk menyelamatkan diri. Namun Silvester Assem dilaporkan, tertembakan pada bagian paha hingga tembus.

Korban lainnya, Selviana Sory yang berada di sekitar pondok juga dilaporkan terkena tembakan. Ia tertembak pada bagian betis hingga tembus. [***/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: DPD RIKapolda Papua Barat DayaKasus PenembakanLBH Kaki AbuPansus DPD RI
ShareTweetSend

Related Posts

DPD RI Dorong  Penguatan Konektivitas Antar Pulau dan Hak Masyarakat Adat

DPD RI Dorong  Penguatan Konektivitas Antar Pulau dan Hak Masyarakat Adat

Oktober 3, 2026
Seorang warga Maybrat Diduga Disekap di pos Marinir, Pansus DPD RI Diminta Merespon

Seorang warga Maybrat Diduga Disekap di pos Marinir, Pansus DPD RI Diminta Merespon

September 28, 2026
Situasi HAM Papua Disuarakan di PBB, Presiden Prabowo Diminta Bertindak Tegas

Situasi HAM Papua Disuarakan di PBB, Presiden Prabowo Diminta Bertindak Tegas

September 27, 2026

DPD RI Diminta Dorong Perundingan Indonesia-Papua

September 19, 2026

Soal Konflik Bersenjata di Papua Barat Daya, DPD RI Dorong Lima Poin Krusial

September 17, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?