• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Resesi dan Krisis Ekonomi. Apa Bedanya? Berikut Ulasannya

Resesi, Ekonom Nilai Pemulihan Ekonomi Jauh dari Ekspektasi

November 5, 2020
Rincian Kekayaan Mantan Kapolri Listyo Prabowo ‘Terus Naik’

Rincian Kekayaan Mantan Kapolri Listyo Prabowo ‘Terus Naik’

November 4, 2026
Mantan Kapolri Sigit Prabowo Dicopot dari Kursi KSP

Mantan Kapolri Sigit Prabowo Dicopot dari Kursi KSP

November 4, 2026
ADVERTISEMENT
Presiden ke-6 Indonesia : Kok Jadi Begini Negara Kita?

Presiden ke-6 Indonesia : Kok Jadi Begini Negara Kita?

November 4, 2026
Komisi IV DPRD Bekasi Gelar Rapat  Evaluasi Persiapan Porprov XV Jawa Barat 2026

Komisi IV DPRD Bekasi Gelar Rapat  Evaluasi Persiapan Porprov XV Jawa Barat 2026

November 4, 2026
Listyo Sigit Dkk Disebut Pengkhianat Bangsa dan Negara, Menteri HAM : Ini Ancaman Nyata

Listyo Sigit Dkk Disebut Pengkhianat Bangsa dan Negara, Menteri HAM : Ini Ancaman Nyata

November 4, 2026
Mensesneg Belum Mengungkapkan ‘Siapa Otak’ Penyadapan Presiden Prabowo

Mensesneg Belum Mengungkapkan ‘Siapa Otak’ Penyadapan Presiden Prabowo

November 4, 2026
PKS Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Libatkan Eks Kapolri

PKS Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Libatkan Eks Kapolri

November 4, 2026
Mendagri  Tito Sebut Daerah Terdampak Bencana Susulan Boleh Tetapkan Lagi Tanggap Darurat

Mendagri  Tito Sebut Daerah Terdampak Bencana Susulan Boleh Tetapkan Lagi Tanggap Darurat

November 4, 2026
Pemprov DKI Jakarta Kembali Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Desember 2026, Warga Tak Perlu Ajukan Permohonan

Pemprov DKI Jakarta Kembali Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Desember 2026, Warga Tak Perlu Ajukan Permohonan

November 4, 2026
Menko Yusril Apresiasi Kapolri Soal Mutasi Eks Kapolres Sukoharjo

Menko Yusril Apresiasi Kapolri Soal Mutasi Eks Kapolres Sukoharjo

November 4, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, November 4, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Resesi, Ekonom Nilai Pemulihan Ekonomi Jauh dari Ekspektasi

[Ekonomi]

November 5, 2020
in Ekonomi
0
0
SHARES
48
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT


Jakarta, SatukanIndonesia.com – RI resmi masuk ke jurang resesi dengan catatan pertumbuhan ekonomi minus di kuartal III 2020 yaitu minus 3,49 persen setelah kuartal sebelumnya mencatatkan pertumbuhan negatif 5,32 persen.

Ekonom UI Fithra Faisal menilai kebangkitan (rebound) yang terjadi relatif lambat, meski memang Indonesia telah melewati kuartal terburuk dan perlahan mulai bergerak menuju pertumbuhan positif.

Lambat, menurutnya, karena pertumbuhan kuartal lalu tak sesuai atau meleset dengan proyeksi pemerintah yaitu maksimal terkontraksi 2,9 persen.

“Kalau lihat dari magnitude (besarannya), pasti membaik meski minus 3,49 persen jauh lebih buruk dari forecast sebelumnya, maksimal minus 3 persen. Tapi sekarang lebih dari itu,” katanya kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (5/11/2020).

Fithra mengaku optimis kesempatan RI untuk dapat mencetak pertumbuhan positif pada kuartal IV mendatang terbuka lebar.

Apalagi, ia melihat beberapa indikator yang menunjukkan geliat ekonomi, seperti Indeks manufaktur (Purchasing Managers Index/PMI) Oktober yang meningkat menjadi 47,8 atau naik dari September di level 47,2.

Serta Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober yang mengalami kenaikan harga atau inflasi 0,07 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2020. Inflasi ini lebih tinggi dari September 2020 yang justru mengalami deflasi sebesar minus 0,05 persen.

Jika indikasi perbaikan tersebut dapat dimaksimalkan dengan guyuran belanja pemerintah, ia yakin kuartal IV mendatang RI akan mampu beranjak dari resesi. “Apalagi belanja pemerintah (government spending) paling banyak di kuartal IV,” tambahnya,

Dia memberi catatan kepada pemerintah untuk dapat mengendalikan variabel kesehatan yaitu mengendalikan pandemi jika ingin masyarakat menengah dan atas kembali membelanjakan uang.

Hingga saat ini, ia menilai masyarakat menegah atas masih menabung uang di bank karena tingginya ketidakpastian. Hal ini dapat dilihat dari tingginya harga emas dan dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang selangit.

Kunci agar RI dapat pulih, kata dia, adalah pemerintah mampu meyakinkan masyarakat untuk mengeluarkan uang dari celengan masing-masing.

“Yang akan menjadi signifikan adalah willingness to spend (kemauan berbelanja). DPK perbankan naik, harga emas naik, terjadi penimbunan uang, mereka menghambat spending karena melihat faktor risiko terbesar,” ucapnya.

Sepaham, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima menilai kontraksi ekonomi lanjutan ini terbilang masih dalam. Pasalnya, pertumbuhan kuartal III mengalami perbaikan tipis 1,83 persen dari minus 5,32 persen menjadi minus 3,49 persen.

Melihat perbaikan di berbagai negara lainnya, Bhima melihat rebound yang dialami RI masih jauh dari ekspektasi. Tengok saja ekonomi AS yang meski sempat terperosok namun berhasil meroket 33,1 persen pada kuartal III secara tahunan, lebih baik dari berbagai proyeksi.

Tak hanya AS, Vietnam juga disebut Bhima seharusnya menjadi contoh pemerintah RI. Vietnam mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal III 2020 sebesar 2,62 persen. Secara tahunan, pertumbuhan tersebut naik 0,39 persen dari kuartal sebelumnya ditopang oleh ekspor komputer pribadi (PC) yang meningkat di tengah pandemi.

Menurut Bhima, dengan kembali pulihnya perekonomian China yang merupakan salah satu mitra ekspor terbesar RI, seharusnya pemerintah dapat memanfaatkan ekspor ke China dengan melakukan pemetaan ulang menyesuaikan kebutuhan pasar yang telah bergeser.

Melihat hal ini, Bhima menyimpulkan konsumsi rumah tangga yang merupakan kontribusi terbesar GDP, masih rendah. “Artinya kelas menengah dan atas masih menahan diri lebih lama untuk belanja, masih saving,” katanya.

Akar masalah lambatnya rebound, menurut Bhima, adalah kecilnya stimulus pemulihan ekonomi nasional yang hanya 4 persen dari PDB yaitu Rp695,2 triliun.

Selain kecil, sasarannya pun tak tepat. Dia mencontohkan program Kartu Prakerja dan subsidi bunga kredit. Banyak anggaran pemerintah yang menurutnya tak maksimal karena salah perencanaan.

Dia menyarankan pemerintah untuk terus memaksimalkan konsumsi RT dan tak bertumpu pada vaksin covid-19. Pembenahan di bidang kesehatan pun dinilainya harus terus dilakukan.

“PEN diubah total dan ini momentum untuk reshuffle kabinet terutama di bidang ekonomi karena masalahnya di situ. Ketidakmampuan melakukan eksekusi lebih cepat, ketidakmampuan mengkonsepsikan apa yang diperlukan untuk pemulihan ekonomi,” tutupnya.

Komentar Facebook

Tags: Pertumbuhan EkonomiResesi
ShareTweetSend

Related Posts

Menkeu Optimisme Ekonomi Menguat, Pastikan Indonesia Menuju Target Pertumbuhan 2025

Menkeu Optimisme Ekonomi Menguat, Pastikan Indonesia Menuju Target Pertumbuhan 2025

November 4, 2025
Kepala BP Batam Optimistis Ekonomi Batam Tumbuh Lebih dari 7 Persen Tahun 2024

Kepala BP Batam Optimistis Ekonomi Batam Tumbuh Lebih dari 7 Persen Tahun 2024

Januari 8, 2024
Airlangga Hartarto: Pembentukan di Menit-Menit Akhir Rentan Tidak Solid

Masuki Tahun Politik, Airlangga Optimis Ekonomi RI Bisa Tembus 5,3% di 2023

Mei 5, 2023

BPS: Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Capai 5,31 Persen

Februari 6, 2023

Tempuh Berbagai Inovasi, Pemprov Sumut Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2022

Mei 5, 2022
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?