• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Sri Mulyani Ungkap Ekonomi RI Mulai Stabil di Kuartal II 2021

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Lebih Berat Tanpa Utang

November 18, 2020
HUT ke-26 DPRD Kota Batam Berlangsung Meriah, Walikota Apresiasi Solidnya Sinergi Legislatif dan Eksekutif

HUT ke-26 DPRD Kota Batam Berlangsung Meriah, Walikota Apresiasi Solidnya Sinergi Legislatif dan Eksekutif

November 1, 2026
Menteri HAM RI Membela Dandhy Laksono

Menteri HAM RI Membela Dandhy Laksono

November 1, 2026
ADVERTISEMENT
Pengurus & Warga Pinaesaan Ne Kamangta Jabodetabek akan Gelar Malam Bakudapa Orang Kamangta & Perayaan Natal 2026

Pengurus & Warga Pinaesaan Ne Kamangta Jabodetabek akan Gelar Malam Bakudapa Orang Kamangta & Perayaan Natal 2026

November 1, 2026
Prakiraan BMKG Cuaca Jakarta Hari Ini Berpotensi Hujan 

Prakiraan BMKG Cuaca Jakarta Hari Ini Berpotensi Hujan 

November 1, 2026
Kemenkop Dorong Koperasi Merah Putih Masuk Rantai Pasok Energi Nasional

Kemenkop Dorong Koperasi Merah Putih Masuk Rantai Pasok Energi Nasional

November 1, 2026
KY Dorong Omnibus Law untuk Perkuat Pengawasan Etik Hakim

KY Dorong Omnibus Law untuk Perkuat Pengawasan Etik Hakim

November 1, 2026
Demi Keadilan, Sekolah Rakyat Permanen dan Modern Harus Dibangun di Seluruh Indonesia

Demi Keadilan, Sekolah Rakyat Permanen dan Modern Harus Dibangun di Seluruh Indonesia

November 1, 2026
Lantik Pengurus Karang Taruna 2026–2031, Wali Kota Minta Sinergi dan Pemberdayaan Pemuda

Lantik Pengurus Karang Taruna 2026–2031, Wali Kota Minta Sinergi dan Pemberdayaan Pemuda

Oktober 31, 2026
Perketat Izin Tambang, Bahlil Jadikan Reklamasi Syarat Operasi

Perketat Izin Tambang, Bahlil Jadikan Reklamasi Syarat Operasi

Oktober 31, 2026
Wali Kota Bekasi Buka Career Expo 2026, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Perusahaan Perluas Lapangan Kerja.

Wali Kota Bekasi Buka Career Expo 2026, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Perusahaan Perluas Lapangan Kerja.

Oktober 31, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, November 1, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Lebih Berat Tanpa Utang

[Ekonomi]

November 18, 2020
in Ekonomi
0
0
SHARES
50
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara soal utang di tengah pandemi covid-19. Menurut dia, di tengah merosotnya pendapatan pajak akibat aktivitas ekonomi lumpuh, membuat pemerintah mau tidak mau menggunakan utang sebagai instrumen untuk membiayai APBN.

Meski menyebabkan defisit melebar, kata Ani, sapaan akrabnya, mau tak mau harus dilakukan agar negara dapat mendorong perekonomian, sekaligus membereskan berbagai masalah di bidang kesehatan.

“Kalau kita tidak suka utang, kita mungkin akan mengurangi defisit, tapi mungkin dampaknya terhadap kondisi kesehatan masyarakat, ekonomi akan menjadi lebih berat,” ujarnya saat berbicara dalam webinar bertajuk “Kebijakan Keuangan dan Pengawasannya dalam Mengatasi Pandemi Covid-19” yang digelar FEB UI, Rabu (18/11/2020).

Tahun ini, lanjut dia, pemerintah telah menetapkan defisit APBN mencapai 6,7 persen dari produk domestik bruto (PDB). Keputusan ini akan menjadi salah satu tantangan setelah pandemi berakhir, yakni bagaimana pemerintah harus mengelola eksposur fiskal defisit dan utang negara.

“Ini terjadi di semua negara apakah negara maju, emerging maupun negara berkembang. Nah, APBN kita dalam hal ini merupakan instrumen untuk stabilisasi distribusi dan alokasi. Ini adalah mandat UU Keuangan negara,” terang Ani.

Menurut Ani, dalam kondisi ekonomi terhantam covid-19 dan mengalami kontraksi, pemerintah juga harus memastikan agar distribusi pendapatan tidak semakin memburuk. Sehingga, dampak yang ditimbulkan terhadap ekonomi tak mendistorsi kebijakan fiskal.

Itu lah sebabnya, tahun ini pemerintah melakukan dua kali revisi APBN dari semula dipatok sebesar 1,7 persen menjadi 5,07 persen dalam Perpres nomor 54/2020 dan terakhir menjadi 6,3 persen dalam Perpres 72/2020.

“Presiden melihat bahwa ini adalah kondisi kegentingan yang memaksa, maka muncul lah juga Perpu nomor 1 tahun 2020 yang merupakan kebijakan di sektor keuangan dan stabilitas sistem keuangan untuk menangani covid-19 ini,” tandasnya.

Komentar Facebook

Tags: Sri Mulyaniutang
ShareTweetSend

Related Posts

Ketua Komite III DPD RI Dukung Langkah Pemerintah Optimalkan Penyerapan Otsus

Ketua Komite III DPD RI Dukung Langkah Pemerintah Optimalkan Penyerapan Otsus

September 3, 2025
Kemenkeu Republik Indonesia Bantah Video Viral ‘Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara’

Kemenkeu Republik Indonesia Bantah Video Viral ‘Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara’

Agustus 20, 2025
Jumlah Dana Bansos Bakal Naik Tajam Tahun Depan

Jumlah Dana Bansos Bakal Naik Tajam Tahun Depan

Agustus 14, 2025

Sri Mulyani: RUU APBN 2026 Tengah Disiapkan dan Akan Dibacakan Presiden Prabowo di Sidang Paripurna DPR RI 15 Agustus 2025

Juli 23, 2025

Regulasi Terkait Dana Desa Diharapkan Lebih Konsisten

Juli 21, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?