• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Cegah Klaster Covid-19 di TPS, Pemerintah Harus Gencarkan Edukasi Protokol Kesehatan

DKPP Sebut Sumut Tempati Urutan Teratas Kasus Keberpihakan Penyelenggara Pemilu

Desember 15, 2020
Terpilih Secara Aklamasi di Mubes V Kosgoro 1957, Sari Yuliati resmi pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Terpilih Secara Aklamasi di Mubes V Kosgoro 1957, Sari Yuliati resmi pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Juni 6, 2026
Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Juni 6, 2026
ADVERTISEMENT
Menteri Imipas Minta Jajarannya Kooperatif ke KPK Pasca-OTT

Menteri Imipas Minta Jajarannya Kooperatif ke KPK Pasca-OTT

Juni 6, 2026
Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Juni 6, 2026
Wamen UMKM Dorong Bali Jadi Pusat Wellness dan BWB Expo 2026

Wamen UMKM Dorong Bali Jadi Pusat Wellness dan BWB Expo 2026

Juni 6, 2026
Anggota Komisi II DPR Sambut Gagasan Pengawas Dana Kampanye, Dorong Reformasi Demi #PemiluBersih

Anggota Komisi II DPR Sambut Gagasan Pengawas Dana Kampanye, Dorong Reformasi Demi #PemiluBersih

Juni 6, 2026
Komisi VII DPR: Nobar Piala Dunia 2026 Bisa Dongkrak Ekonomi dan UMKM

Komisi VII DPR: Nobar Piala Dunia 2026 Bisa Dongkrak Ekonomi dan UMKM

Juni 6, 2026
PSSI Berharap Timnas Indonesia Lanjutkan Tren Kemenangan Saat Hadapi Mozambique

PSSI Berharap Timnas Indonesia Lanjutkan Tren Kemenangan Saat Hadapi Mozambique

Juni 6, 2026
Perkuat Pengawasan Rutan Sipirok Kelas II B Bersama APH Gelar Razia Kamar Hunian

Perkuat Pengawasan Rutan Sipirok Kelas II B Bersama APH Gelar Razia Kamar Hunian

Juni 5, 2026
Menteri Pigai Usulkan Jabatan Nonoperasional Polri Dibuka untuk Kalangan Sipil

Menteri Pigai Usulkan Jabatan Nonoperasional Polri Dibuka untuk Kalangan Sipil

Juni 5, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Juni 6, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

DKPP Sebut Sumut Tempati Urutan Teratas Kasus Keberpihakan Penyelenggara Pemilu

[Politik]

Desember 15, 2020
in Politik
0
0
SHARES
48
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Sumatera Utara kembali menuai sorotan. Provinsi tersebut tercatat menjadi provinsi dengan jumlah penyelenggara pemilu terbanyak yang dilaporkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dilansir dari CNN Indonesia, daerah di Sumut yang paling banyak laporannya ialah Nias, terutama terkait isu netralitas.

“Pengaduan yang masuk ke DKPP sebanyak 66 aduan. [Catatan] DKPP ini paling top di Nias. Karena pelapor di Nias paling tinggi. Kalau untuk se- Indonesia, Sumut masih menempati urutan pertama disusul Papua, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Jatim,” ungkap Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Alfitra Salamm di Medan, Senin (14/12/2020) malam.

“Ini artinya kesadaran masyarakat terhadap pemilu tinggi dan potensi pelanggaran juga tinggi,” lanjutnya.

Dia menambahkan mayoritas laporan yang diterima DKPP adalah dugaan keberpihakan penyelenggara terhadap pasangan calon Pilkada, pernyataan kontroversi yang dilontarkan penyelenggara, hingga perbuatan amoral atau pelecehan seksual.

“Pertama soal keberpihakan kepada paslon. Ini terjadi mengarah ke Nias Selatan. Keberpihakan ini perilaku yang sering dilakukan. Semua penyelenggara harus adil. Kemudian pernyataan kontroversi ini juga terjadi di Nias,” bebernya.

Di sisi lain, Alfitra menyebutkan belakangan ini DKPP sering menerima aduan dari sesama penyelenggara pemilu, misalnya Bawaslu dan KPU yang saling melaporkan.

“Bawaslu melaporkan KPU, KPU melaporkan Bawaslu. Ini jeruk makan jeruk. Tapi ini cukup tinggi, mulai ngetren,” selorohnya.

ADVERTISEMENT

“Saya ingin ingatkan penyelenggara, Pilkada ini bukan kontestasi penyelenggara. Inilah akibat penyelenggara dalam memahami UU berbeda. Ini harus diakhiri sesama penyelenggara saling lapor. Tidak ada yang salah sesama penyelenggara saling melaporkan, halal. Tapi masyarakat akan aneh melihatnya,” ucap dia.

Alfitra juga mencatat ada masalah perbedaan pemahaman dari sesama penyelenggara pemilu terkait regulasinya yang memang rumit.

“Regulasi Pilkada rumit, terlalu banyak aturan sehingga pemahaman penyelenggara berbeda dan kurang paham. Selain itu administrasi kependudukan kita sangat jelek, sumber masalahnya data kependudukan kita masih bersifat dualisme,” ujar dia.

“KPU tidak percaya dengan Disdukcapil, Disdukcapil tidak percaya dengan KPU. Ini harus diakhiri. Jangan sampai carut marut ini berulang terus,” paparnya.

Senada, Yeni Rambe, Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Sumut, mengakui banyak penyelenggara pemilu tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang minim pengetahuan soal regulasi pemilu.

“Terkait peraturan pemilu masih banyak penyelenggara terutama di tingkat jajaran bawah PPK, PPS bahkan KPPS yang tidak memahami regulasi sehingga ini berdampak pada etika,” kata dia.

Menurut Yeni, hal ini memicu kebingungan dalam pelaksanaan Pilkada 2020. Misalnya, penyelenggara di Kecamatan Medan Kota, Medan Labuhan, Medan Johor, menganggap Formulir C Daftar Hadir sama dengan DPT (daftar pemilih tetap).

Lebih lanjut Ia mengatakan, penyelenggara di Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumut, mencontreng pemilih yang belum menyalurkan hak suaranya.

“Dia (pemiliih ) protes dan menyampaikan kepada saksi dan pengawas TPS. Tapi sayangnya laporan dia tidak direspons. Padahal ini bisa dilakukan pemungutan ulang, tapi ini tidak terjadi,” ucap Yeni mengakhiri. (*)

 

 

Komentar Facebook

Tags: DKPPKPPSKPUPolitikSumatera UtaraTPS
ShareTweetSend

Related Posts

KPU Kolaborasi dengan Jurnalis Pemilu, Perkuat Informasi dan Transparansi Demokrasi

KPU Kolaborasi dengan Jurnalis Pemilu, Perkuat Informasi dan Transparansi Demokrasi

Mei 13, 2026
Pj. Wali Kota Hadiri Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pemilukada oleh KPU Kota Bekasi

Pj. Wali Kota Hadiri Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pemilukada oleh KPU Kota Bekasi

Januari 24, 2025
DKPP Puas Kinerja KPU dan Bawaslu Sukses Gelar Pemilu dan Pilkada 2024

DKPP Puas Kinerja KPU dan Bawaslu Sukses Gelar Pemilu dan Pilkada 2024

Januari 8, 2025

KPU Pesawaran Siapkan 6 Pengacara Hadapi Sengketa Pilkada

Januari 8, 2025

Lima Kabupaten di Papua Barat Mengajukan Sengketa Pilkada 2024 ke MK

Desember 16, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?