• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Cegah Klaster Covid-19 di TPS, Pemerintah Harus Gencarkan Edukasi Protokol Kesehatan

DKPP Sebut Sumut Tempati Urutan Teratas Kasus Keberpihakan Penyelenggara Pemilu

Desember 15, 2020
Sumpah Pemuda 1928 dan Asta Cita:  Dari Ikrar Persatuan Menuju Pembuktian Indonesia Emas 2045

Sumpah Pemuda 1928 dan Asta Cita: Dari Ikrar Persatuan Menuju Pembuktian Indonesia Emas 2045

November 3, 2026
Lewat Pedang Pora, Kodam Brawijaya Sambut Pangdam Baru dan Lepas Rudy Saladin

Lewat Pedang Pora, Kodam Brawijaya Sambut Pangdam Baru dan Lepas Rudy Saladin

November 3, 2026
ADVERTISEMENT
Kombes Pol Debby Asri Nugroho Sosok Tegas dan Humanis di Polda Sultra

Kombes Pol Debby Asri Nugroho Sosok Tegas dan Humanis di Polda Sultra

November 3, 2026
Menteri Singapura Bantah Pernyataan Bahlil soal Impor LNG Dijual lagi ke Negara Lain

Menteri Singapura Bantah Pernyataan Bahlil soal Impor LNG Dijual lagi ke Negara Lain

November 3, 2026
Sentil Pengusaha Tambang, Menteri Bahlil : Jangan Kelola SDA seperti Orang Kelaparan

Sentil Pengusaha Tambang, Menteri Bahlil : Jangan Kelola SDA seperti Orang Kelaparan

November 3, 2026
Wujudkan Polri Peduli Pendidikan, Kapolsek Shohibul Mahir ‘bantu’ Mengajar

Wujudkan Polri Peduli Pendidikan, Kapolsek Shohibul Mahir ‘bantu’ Mengajar

November 2, 2026
Matangkan Porprov XV Jabar 2026, Pemkot Bekasi Siapkan Rp66 Miliar untuk Pelaksanaan dan Rp71 Miliar Bonus Atlet

Matangkan Porprov XV Jabar 2026, Pemkot Bekasi Siapkan Rp66 Miliar untuk Pelaksanaan dan Rp71 Miliar Bonus Atlet

November 2, 2026
Ketua Komite III DPD RI Dorong Penataan 172 Ribu Guru Non-ASN Prioritaskan Daerah 3T

Ketua Komite III DPD RI Dorong Penataan 172 Ribu Guru Non-ASN Prioritaskan Daerah 3T

November 2, 2026
Genjot Kepercayaan Publik, Irjen Pol Eddizon Isir : Polri Siap Terima Kritik

Genjot Kepercayaan Publik, Irjen Pol Eddizon Isir : Polri Siap Terima Kritik

November 2, 2026
Bupati Manokwari Tegaskan OPD Patuhi Aturan dan Hindari Kegiatan Fiktif

Bupati Manokwari Tegaskan OPD Patuhi Aturan dan Hindari Kegiatan Fiktif

November 2, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, November 3, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

DKPP Sebut Sumut Tempati Urutan Teratas Kasus Keberpihakan Penyelenggara Pemilu

[Politik]

Desember 15, 2020
in Politik
0
0
SHARES
52
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Sumatera Utara kembali menuai sorotan. Provinsi tersebut tercatat menjadi provinsi dengan jumlah penyelenggara pemilu terbanyak yang dilaporkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dilansir dari CNN Indonesia, daerah di Sumut yang paling banyak laporannya ialah Nias, terutama terkait isu netralitas.

“Pengaduan yang masuk ke DKPP sebanyak 66 aduan. [Catatan] DKPP ini paling top di Nias. Karena pelapor di Nias paling tinggi. Kalau untuk se- Indonesia, Sumut masih menempati urutan pertama disusul Papua, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Jatim,” ungkap Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Alfitra Salamm di Medan, Senin (14/12/2020) malam.

“Ini artinya kesadaran masyarakat terhadap pemilu tinggi dan potensi pelanggaran juga tinggi,” lanjutnya.

Dia menambahkan mayoritas laporan yang diterima DKPP adalah dugaan keberpihakan penyelenggara terhadap pasangan calon Pilkada, pernyataan kontroversi yang dilontarkan penyelenggara, hingga perbuatan amoral atau pelecehan seksual.

ADVERTISEMENT

“Pertama soal keberpihakan kepada paslon. Ini terjadi mengarah ke Nias Selatan. Keberpihakan ini perilaku yang sering dilakukan. Semua penyelenggara harus adil. Kemudian pernyataan kontroversi ini juga terjadi di Nias,” bebernya.

Di sisi lain, Alfitra menyebutkan belakangan ini DKPP sering menerima aduan dari sesama penyelenggara pemilu, misalnya Bawaslu dan KPU yang saling melaporkan.

“Bawaslu melaporkan KPU, KPU melaporkan Bawaslu. Ini jeruk makan jeruk. Tapi ini cukup tinggi, mulai ngetren,” selorohnya.

“Saya ingin ingatkan penyelenggara, Pilkada ini bukan kontestasi penyelenggara. Inilah akibat penyelenggara dalam memahami UU berbeda. Ini harus diakhiri sesama penyelenggara saling lapor. Tidak ada yang salah sesama penyelenggara saling melaporkan, halal. Tapi masyarakat akan aneh melihatnya,” ucap dia.

Alfitra juga mencatat ada masalah perbedaan pemahaman dari sesama penyelenggara pemilu terkait regulasinya yang memang rumit.

“Regulasi Pilkada rumit, terlalu banyak aturan sehingga pemahaman penyelenggara berbeda dan kurang paham. Selain itu administrasi kependudukan kita sangat jelek, sumber masalahnya data kependudukan kita masih bersifat dualisme,” ujar dia.

“KPU tidak percaya dengan Disdukcapil, Disdukcapil tidak percaya dengan KPU. Ini harus diakhiri. Jangan sampai carut marut ini berulang terus,” paparnya.

Senada, Yeni Rambe, Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Sumut, mengakui banyak penyelenggara pemilu tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang minim pengetahuan soal regulasi pemilu.

“Terkait peraturan pemilu masih banyak penyelenggara terutama di tingkat jajaran bawah PPK, PPS bahkan KPPS yang tidak memahami regulasi sehingga ini berdampak pada etika,” kata dia.

Menurut Yeni, hal ini memicu kebingungan dalam pelaksanaan Pilkada 2020. Misalnya, penyelenggara di Kecamatan Medan Kota, Medan Labuhan, Medan Johor, menganggap Formulir C Daftar Hadir sama dengan DPT (daftar pemilih tetap).

Lebih lanjut Ia mengatakan, penyelenggara di Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumut, mencontreng pemilih yang belum menyalurkan hak suaranya.

“Dia (pemiliih ) protes dan menyampaikan kepada saksi dan pengawas TPS. Tapi sayangnya laporan dia tidak direspons. Padahal ini bisa dilakukan pemungutan ulang, tapi ini tidak terjadi,” ucap Yeni mengakhiri. (*)

 

 

Komentar Facebook

Tags: DKPPKPPSKPUPolitikSumatera UtaraTPS
ShareTweetSend

Related Posts

Perpanjangan PKS TPS Bantargebang Ditandatangani, Pemkot Bekasi dan Pemprov Jakarta Ubah Pola Tata Kelola Sampah

Perpanjangan PKS TPS Bantargebang Ditandatangani, Pemkot Bekasi dan Pemprov Jakarta Ubah Pola Tata Kelola Sampah

Oktober 26, 2026
Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat

Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat

Juni 11, 2026
KPU Kolaborasi dengan Jurnalis Pemilu, Perkuat Informasi dan Transparansi Demokrasi

KPU Kolaborasi dengan Jurnalis Pemilu, Perkuat Informasi dan Transparansi Demokrasi

Mei 13, 2026

Pj. Wali Kota Hadiri Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pemilukada oleh KPU Kota Bekasi

Januari 24, 2025

DKPP Puas Kinerja KPU dan Bawaslu Sukses Gelar Pemilu dan Pilkada 2024

Januari 8, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?