
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Eks Hakim Agung dan Anggota Dewa Pengawas KPK, Artidjo Alkostar meninggal dunia hari ini, Minggu (28/2/2021), pukul 14.00 WIB.
Anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar meninggal dunia pada Minggu (28/2), sekitar pukul 14.00 WIB. Kepergian Artidjo dibenarkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri.
“Saya diberitahu driver beliau kalau beliau meninggal, sekarang saya lagi perjalanan ke rumah beliau,” kata Firli dilansir dari CNNIndonesia.com.
Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo juga membenarkan informasi meninggalnya Artidjo tersebut.
“Iya [Artidjo meninggal dunia],” kata Yudi saat dilansir dari CNNIndonesia.com.
Artidjo tutup usia di umur 72 tahun. Selama ini ia dikenal sebagai salah seorang ahli hukum di Indoensia. Artidjo merupakan mantan hakim Agung sekaligus Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung.
Ia kerap mendapat banyak sorotan atas keputusan dan pernyataan perbedaan pendapatnya dalam banyak kasus besar atau dikenal dalam dunia hukum sebagai dissenting opinion. Artidjo juga dikenal kerap memberi hukuman tinggi kepada para koruptor.
Artidjo merupakan salah satu sosok hakim yang paling ditakuti oleh koruptor saat dirinya masih bertugas di MA.
Artidjo disebut sering memberi “hadiah” berupa hukuman tambahan untuk para koruptor yang mencoba mendapatkan keringanan di tingkat kasasi.
Mereka yang menerima “hadiah” itu antara lain mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Selain itu ada pula mantan Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo, mantan Gubernur Riau Annas Maamun, bintara Polri di Papua Labora Sitorus, hingga pengacara OC Kaligis.
Artidjo resmi pensiun dari MA sejak 22 Mei 2018, setelah sebelumnya berkarier sebagai advokat selama 28 tahun. Selama berkarier di MA sepanjang 18 tahun, Artidjo berhasil menyelesaikan 19.708 perkara.
Setelah pensiun dari MA, Artidjo ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengawas KPK oleh Preasiden Joko Widodo (Jokowi). Ia dilantik pada Desember 2019 lalu. (FA/SI).













