• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kenali Kelainan Kelamin Hipospadia

Kenali Kelainan Kelamin Hipospadia

Maret 10, 2021
Dukung Dukcapil Larang Fotokopi e-KTP, Komisi II: Langkah Tepat Cegah Penyalahgunaan Data

Dukung Dukcapil Larang Fotokopi e-KTP, Komisi II: Langkah Tepat Cegah Penyalahgunaan Data

Mei 30, 2026
Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore Hari 

Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore Hari 

Mei 30, 2026
ADVERTISEMENT
La Ode Safiul Akbar Jadi Calon Pertama  Daftarkan Diri sebagai Caketum Kosgoro 1957

La Ode Safiul Akbar Jadi Calon Pertama Daftarkan Diri sebagai Caketum Kosgoro 1957

Mei 30, 2026
Kemdiktisaintek-Bappenas Perkuat Riset dan IPTEK

Kemdiktisaintek-Bappenas Perkuat Riset dan IPTEK

Mei 30, 2026
Anggota Komisi I DPR Dukung Putusan MK Soal 30 Persen Keterwakilan Perempuan di Pemilu

Anggota Komisi I DPR Dukung Putusan MK Soal 30 Persen Keterwakilan Perempuan di Pemilu

Mei 30, 2026
Anggota DPRD DKI Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Begal

Anggota DPRD DKI Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Begal

Mei 30, 2026
Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi

Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H untuk Warga Kota Bekasi

Mei 30, 2026
Hadiri Konferensi APS, Dedi Mulyadi : Pembangunan Papua Mesti Berbasis Budaya

Hadiri Konferensi APS, Dedi Mulyadi : Pembangunan Papua Mesti Berbasis Budaya

Mei 29, 2026
Aliansi SETARA Nyatakan Sikap Terhadap Situasi di Tanah Papua

Aliansi SETARA Nyatakan Sikap Terhadap Situasi di Tanah Papua

Mei 29, 2026
Tentara Nasional Indonesia Diminta Tidak Terlibat Konflik Tanah Adat di Merauke

Tentara Nasional Indonesia Diminta Tidak Terlibat Konflik Tanah Adat di Merauke

Mei 29, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Kenali Kelainan Kelamin Hipospadia

[Ragam Info]

Maret 10, 2021
in Ragam Info
0
0
SHARES
617
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Serda Aprilia Manganang

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Ramai kabar mengenai Mantan atlet voli putri Indonesia yang juga Sersan Dua TNI, Aprilia Manganang ternyata seorang pria dan mengalami kelainan hipospadia.

Namun apa sebenarnya kelainan kelamin hipospadia itu?

Mengenal hipospadia

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hipospadia adalah kelainan bawaan saat lahir pada anak laki-laki di mana pembukaan uretra tidak terletak di ujung penis.

Pada anak laki-laki dengan hipospadia, uretra terbentuk secara tidak normal selama minggu pada usia kehamilan ke-8-14 pekan. Pembukaan abnormal dapat terbentuk di mana saja dari tepat di bawah ujung penis hingga skrotum.Ada beberapa jenis hipospadia; beberapa bisa berdampak kecil dan beberapa lebih parah. Jenis hipospadia yang dimiliki anak laki-laki tergantung pada lokasi pembukaan uretra, yang terdiri dari:

  • Subcoronal: Pembukaan uretra terletak di suatu tempat di dekat kepala penis.
  • Midshaft: Pembukaan uretra terletak di sepanjang batang penis.
  • Penoscrotal: Pembukaan uretra terletak di tempat pertemuan penis dan skrotum.

Menurut keterangan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI), hipospadia merupakan kelainan bawaan lahir bidang urologi yang paling sering dijumpai. Kelainan tersebut melibatkan saluran berkemih, penis, dan kulit penis.

Angka kejadian hipospadia bervariasi di tiap negara. Kemungkinan kelainan ini terjadi adalah 1/250-300 kelahiran laki-laki.

Namun, kemungkinan hipospadia akan meningkat 13 kali lebih sering pada laki-laki yang saudara dan orang tuanya menderita hipospadia.

Dalam beberapa tahun terakhir, peneliti CDC juga telah melaporkan temuan penting tentang beberapa faktor yang mempengaruhi risiko memiliki bayi laki-laki dengan hipospadia. Beberapa di antaranya adalah:

Usia dan berat ibu hamil yang berusia 35 tahun atau lebih dan dianggap obesitas memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.

Perempuan yang menggunakan teknologi reproduksi bantuan untuk membantu kehamilan memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.

ADVERTISEMENT

Perempuan yang mengonsumsi hormon tertentu sebelum atau selama kehamilan terbukti memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.

Hipospadia terjadi ketika perkembangan saluran lubang kemih dan kulit penis terganggu saat janin berada di dalam kandungan. Belum diketahui apa penyebab pastinya, menurut catatan RS UI.

Berdasarkan keterangan Mayo Clinics, tanda dan gejala hipospadia di antaranya adalah pembukaan uretra di lokasi selain ujung penis, lekukan penis ke bawah (chordee), penampilan penis berkerudung karena hanya bagian atas penis yang tertutup kulup, dan penyemprotan tidak normal saat buang air kecil.

Berbeda dengan kasus Aprilia Manganang yang baru teridentifikasi pada usianya yang ke-28 tahun, sebagian besar bayi dengan hipospadia didiagnosis segera setelah lahir saat masih di rumah sakit. Namun, sedikit perpindahan dari pembukaan uretra mungkin tidak kentara dan lebih sulit untuk diidentifikasi

Kalau kamu takut anak kamu mengalami hisposopadia, ada baiknya berbicara dengan dokter. Kamu bisa meminta pendapat dokter jika kamu khawatir tentang penampilan penis anak kamu atau jika dia punya masalah dengan buang air kecil.

RS UI menyebut, pembedahan merupakan satu-satunya pilihan terapi dan direkomendasikan untuk bentuk hipospadia sedang dan berat, serta hipospadia ringan dengan derajat tekukan pada penis yang berat dan lubang penis yang sempit.

Tujuan terapi ini adalah untuk mengkoreksi tekukan pada penis, membentuk saluran kemih dan menempatkan lubang penis ke ujung jika memungkinkan. Operasi dapat mulai dikerjakan saat usia anak 6 bulan dan diharapkan operasi selesai sebelum usia sekolah.

Bila tidak dilakukan operasi rekonstruksi, hipospadia dapat menimbulkan masalah berkemih pada anak, serta dapat mengganggu aktivitas seksualnya saat ia tumbuh dewasa. Perlu diingat agar jangan menyunat anak sebelum operasi rekonstruksi dilakukan, karena dokter Urologi akan memerlukan cangkok dari kulit penis, untuk membuat saluran kemih baru.

Menurut catatan Mayo Clinics, jika hipospadia tidak diobati, dapat menyebabkan penampilan penis yang tidak normal, masalah belajar menggunakan toilet, kelengkungan penis yang tidak normal dengan ereksi, dan masalah dengan gangguan ejakulasi. (FA/SI).

Komentar Facebook

Tags: HipospadiaKelainan Kelamin
ShareTweetSend

Related Posts

No Content Available
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?