• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Nasib Pedagang Kaki Lima di Masa PPKM Darurat

Nasib Pedagang Kaki Lima di Masa PPKM Darurat

Juli 9, 2021
KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan 5 Tersangka Lain Dalam Kasus Korupsi PMB

KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan 5 Tersangka Lain Dalam Kasus Korupsi PMB

Agustus 23, 2026
TNI AL dan Bank Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Pulau Palue NTT

TNI AL dan Bank Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Pulau Palue NTT

Agustus 23, 2026
ADVERTISEMENT
TNI AL dan TLDM Gelar Rapat TPOL PATKOR MALINDO Ke-49 Tahun di Kuala Lumpur

TNI AL dan TLDM Gelar Rapat TPOL PATKOR MALINDO Ke-49 Tahun di Kuala Lumpur

Agustus 23, 2026
Presiden Turun Langsung ke Lokasi Asap, MAUNG Minta Jangan Hanya Seremonial Saja

Presiden Turun Langsung ke Lokasi Asap, MAUNG Minta Jangan Hanya Seremonial Saja

Agustus 23, 2026
Perkuat Kompetensi Jurnalis, SMSI dan RRI Dorong Kolaborasi Media

Perkuat Kompetensi Jurnalis, SMSI dan RRI Dorong Kolaborasi Media

Agustus 23, 2026
FRI-WP Demo depan Kedubes Belanda di Jakarta

FRI-WP Demo depan Kedubes Belanda di Jakarta

Agustus 23, 2026
Jaga Kenyamanan Ruang Publik, Wali Kota Bekasi Tertibkan PKL Plaza Patriot Chandrabhaga

Jaga Kenyamanan Ruang Publik, Wali Kota Bekasi Tertibkan PKL Plaza Patriot Chandrabhaga

Agustus 23, 2026
Wawali Harris Bobihoe Bersama Warga Bojong Rawalumbu Antusias Semarakan Kemerdekaan

Wawali Harris Bobihoe Bersama Warga Bojong Rawalumbu Antusias Semarakan Kemerdekaan

Agustus 22, 2026
Pengungsi Diberbagai Wilayah di Tanah Papua Butuh Makanan dan Layanan kesehatan

Pengungsi Diberbagai Wilayah di Tanah Papua Butuh Makanan dan Layanan kesehatan

Agustus 22, 2026
DPRD DKI Nilai Raperda Rusun Jadi Hunian Layak dan Aman

DPRD DKI Nilai Raperda Rusun Jadi Hunian Layak dan Aman

Agustus 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

Nasib Pedagang Kaki Lima di Masa PPKM Darurat

[News]

Juli 9, 2021
in News
0
0
SHARES
644
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi Pedagang Kaki Lima.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pedagang kaki lima (PKL) menjadi korban dampak dari kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mayoritas para PKL ini tidak bisa berjualan. Sementara modal mulai habis untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) DIY Mukhlas Madani memaparkan kondisi sekitar 20 ribu PKL di seluruh kabupaten/kota di DIY.

“Yang pasti memang di Yogya adanya (kekuatan ekonomi) di mahasiswa, kedua di wisata. Dua hal ini selama pandemi selama PPKM Darurat ini kan mahasiswa tidak ada di Yogya. Kalau ada sangat kecil dan wisata sedikit. Dua hal ini tidak ada dan sangat memukul pedagang kali lima di Yogya,” kata Mukhlas saat Zoom bersama wartawan, Jumat (9/7).

Terlebih lagi kawasan Malioboro yang tutup dan lampu dimatikan pada malam hari. Para PKL tidak berjualan dan hanya menunggu PPKM Darurat berakhir.

“Bukan hanya omzet yang turun tapi tidak mendapat keuntungan sama sekali,” katanya.

Dari data APKLI DIY jumlah PKL di provinsi ini mencapai 20 ribu. Dari jumlah tersebut hampir 50 persen mereka tutup selama PPKM Darurat. Bahkan banyak yang tidak tahu apakah bisa buka kembali setelah PPKM Darurat karena modal telah habis.

“Ada yang tutup tidak tahu kapan buka karena modal sudah habis untuk biaya hidup,” katanya.

Lanjut Mukhlas, kondisi di kabupaten juga tidak jauh berbeda. Di Bantul dan Gunungkidul yang kekuatan utamanya di pariwisata, membuat PKL terdampak. Penjualan turun 70 sampai 80 persen.

Saat ini yang dibutuhkan para PKL adalah ruang dan waktu untuk berdagang. Beberapa juga membutuhkan stimulan agar bisa memulai usahanya kembali.

“Kalau pun tidak, bantuan untuk hidup sembako dan sebagainya. Sampai saat ini belum ada bantuan. Kami menggandeng mitra untuk membantu mereka. Kalau dari pemerintah belum ada,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih mengaku pihaknya masih menyisir anggaran untuk membantu masyarakat terdampak corona yang belum menerima bansos karena belum masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Baru nyisir anggaran. Belum bisa saya pastikan mungkin kita baru menyisir anggaran kita melakukan apa yang bisa untuk bantuan ke saudara kita terdampak,” kata Endang beberapa waktu lalu. (FA/SI). 

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Daerah Istimewa YogyakartaPedagang Kaki LimaPPKM Darurat
ShareTweetSend

Related Posts

Menagih Janji Kedaulatan Pertanahan: Membaca Simalungun Melalui Kaca Mata Yogyakarta

Menagih Janji Kedaulatan Pertanahan: Membaca Simalungun Melalui Kaca Mata Yogyakarta

Maret 31, 2026

Ade Armando Minta Maaf Usai Sebut Dinasti Politik di Jogya

Desember 5, 2023

Ade Armando Singgung Politik Dinasti di Yogyakarta, PSI DIY: Bukan Atas Nama Partai

Desember 4, 2023

Pemkab Humbahas Laksanakan Operasi Pasar, Tertibkan Pedagang Kaki Lima

Agustus 12, 2023

Isi Listrik Semurah Tarif Parkir, PLN Sediakan SPLU Mobile untuk Pedagang Kaki Lima

Maret 31, 2022
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?