• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Afghanistan Hadapi Ancaman Kekeringan dan Kelaparan

Afghanistan Hadapi Ancaman Kekeringan dan Kelaparan

September 16, 2021
Menaker Yassierli Buka Masukan Pengusaha dan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan

Menaker Yassierli Buka Masukan Pengusaha dan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan

September 4, 2026
Zulkifli Hasan: Tak Ada Toleransi terhadap Kelalaian, Tindak Tegas Penanggung Jawab SPPG

Zulkifli Hasan: Tak Ada Toleransi terhadap Kelalaian, Tindak Tegas Penanggung Jawab SPPG

September 4, 2026
ADVERTISEMENT
BGN Efisiensi Rp30 Triliun, Pagu Anggaran MBG 2027 Jadi Rp232,5 Triliun

BGN Efisiensi Rp30 Triliun, Pagu Anggaran MBG 2027 Jadi Rp232,5 Triliun

September 4, 2026
DPD RI : Mudah-mudahan Jeritan dan Tangisan Papua bisa Didengar

DPD RI : Mudah-mudahan Jeritan dan Tangisan Papua bisa Didengar

September 4, 2026
TNI AL Gagalkan Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau

TNI AL Gagalkan Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau

September 4, 2026
DLH Kota Bekasi Kembali Laporkan Dugaan Pencemaran Kali Bekasi ke KLH/BPLH

DLH Kota Bekasi Kembali Laporkan Dugaan Pencemaran Kali Bekasi ke KLH/BPLH

September 3, 2026
Wali Kota Bekasi Serahkan Simbolis Penganugerahan Pramuka Garuda kepada 277 Siswa di Tiga Kecamatan

Wali Kota Bekasi Serahkan Simbolis Penganugerahan Pramuka Garuda kepada 277 Siswa di Tiga Kecamatan

September 3, 2026
TNI AL Musnahkan 1,4 Juta Barang Rokok Ilegal Hasil Penindakan di Merauke 

TNI AL Musnahkan 1,4 Juta Barang Rokok Ilegal Hasil Penindakan di Merauke 

September 3, 2026
Tim Gabungan TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal dan WNA Bangladesh di Perairan Dumai, Riau

Tim Gabungan TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal dan WNA Bangladesh di Perairan Dumai, Riau

September 3, 2026
Kapolri Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kapolda Sulut hingga Papua Barat Daya

Kapolri Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kapolda Sulut hingga Papua Barat Daya

September 3, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, September 4, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Afghanistan Hadapi Ancaman Kekeringan dan Kelaparan

[Internasional]

September 16, 2021
in Ekonomi, Internasional, Nasional
0
0
SHARES
57
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Warga Afghanistan berbaris di luar bank untuk mengambil uang mereka setelah Taliban mengambil alih di Kabul, Afghanistan. (GETTY IMAGES)
Warga Afghanistan berbaris di luar bank untuk mengambil uang mereka setelah Taliban mengambil alih di Kabul, Afghanistan. (GETTY IMAGES)

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Afghanistan sedang menghadapi ancaman kelaparan menakutkan setelah sebulan Kabul jatuh di tangan Taliban. Pasca empat dekade perang dan menyebabkan kematian puluhan ribu orang, kini ekonomi Afghanistan terancam hancur lebur meskipun ratusan miliar dolar telah dikeluarkan untuk pembangunan selama 20 tahun terakhir.

Kekeringan dan kelaparan mendorong warga dari desa beranjak ke kota. Program Pangan Dunia pun khawatir, dalam sebulan ini kehabisan stok makanan menyebabkan 14 juta orang bisa masuk ke jurang kelaparan.

Sementara perhatian Barat terfokus pada apakah pemerintah baru Taliban akan menepati janji melindungi hak-hak perempuan atau justru menawarkan perlindungan kepada kelompok-kelompok militan seperti al Qaeda. Sedangkan prioritas utawa warga Afghanistan bagaimana mereka tetap bisa hidup. Baca Juga: Sidang Umum PBB Ke-76, Indonesia Angkat Isu Afghanistan Hingga Ketimpangan Vaksin Covid-19
“Setiap orang Afghanistan, anak-anak mereka lapar. Mereka tidak punya sekantong tepung ataupun minyak goreng,” kata penduduk Kabul, Abdullah seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/9).

Antrean panjang masih menanti di luar bank, di mana batas penarikan mingguan sebesar USD200 atau 20.000 afghani telah diberlakukan untuk melindungi cadangan negara yang semakin menipis.

Pasar dadakan di mana orang menjual barang-barang rumah tangga dengan uang tunai bermunculan di seluruh Kabul, meskipun pembeli kekurangan pasokan.

Bahkan kucuran miliaran dolar bantuan asing tidak membantu ekonomi di Afghanistan dan gagal menyeimbangkan peningkatan populasi negara itu.

Banyak pekerja yang tidak digaji sejak Juli lalu. Lapangan pekerjaan pun sudah tidak ada dan ekonomi hampir mati. Baca Juga: Indonesia Beri Bantuan Rp 42,7 Miliar untuk Kemanusiaan dan Pembangunan Kembali Afghanistan
“Keamanan cukup baik saat ini tetapi kami tidak mendapatkan apa-apa,” kata seorang tukang daging dari daerah Bibi Mahro di Kabul, yang menolak menyebutkan namanya. “Setiap hari, segalanya menjadi lebih buruk bagi kami, lebih pahit. Ini benar-benar situasi yang buruk,” keluhnya.

Setelah evakuasi asing yang kacau di Kabul bulan lalu, pertolongan penerbangan pertama mulai berdatangan saat bandara dibuka kembali.

Donor internasional telah menjanjikan lebih dari USD1 miliar untuk mencegah apa yang diperingatkan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres sebagai “Runtuhnya Seluruh Negara”.

Sampai saat ini belum ada tanda-tanda pengakuan internasional atau gerakan membuka blokir lebih dari USD9 miliar cadangan devisa yang disimpan di luar Afghanistan.

Meskipun para pejabat Taliban telah mengatakan tidak mengulangi aturan fundamentalis yang keras dari pemerintah sebelumnya, yang digulingkan oleh kampanye yang dipimpin AS setelah serangan 11 September 2001, mereka telah berjuang untuk meyakinkan dunia luar bahwa mereka telah benar-benar berubah.

Baca Juga: Kumpulkan Kekuatan untuk Lawan China! AS, Australia dan Inggris Bentuk Aliansi
Laporan luas tentang warga sipil yang terbunuh dan jurnalis serta lainnya dipukuli, dan keraguan tentang apakah hak-hak perempuan benar-benar akan dihormati di bawah interpretasi Taliban tentang hukum Islam, telah merusak kepercayaan.

Selain itu, ada ketidakpercayaan mendalam terhadap tokoh-tokoh senior pemerintah Taliban seperti menteri dalam negeri baru Sirajuddin Haqqani yang di cap Amerika Serikat sebagai teroris global.

Bahkan kabarnya terjadi perpecahan di internal pemerintah dan desas-desusnya, Wakil Perdana Menteri Abdul Ghani Baradar tewas dalam baku tembak dengan pendukung Haqqani. (Nal/SI)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Afghanistancondition economiekonomi lumpuhkelaparan kemiskinanKondisi EkonomimampoesTalibantaliban berkuasa
ShareTweetSend

Related Posts

Jokowi: Rakyat Afghanistan Dambakan Perdamaian

Jokowi: Rakyat Afghanistan Dambakan Perdamaian

Oktober 13, 2021
Rusia Undang Taliban ke Perundingan Internasional di Moskow

Rusia Undang Taliban ke Perundingan Internasional di Moskow

Oktober 8, 2021
Pernyataan Kontroversial Menlu AS, Sebut Taliban Pemerintah De Facto Afghanistan

Pernyataan Kontroversial Menlu AS, Sebut Taliban Pemerintah De Facto Afghanistan

September 14, 2021

Indonesia Beri Bantuan Rp 42,7 Miliar untuk Kemanusiaan dan Pembangunan Kembali Afghanistan

September 14, 2021

Ngeri! Intelijen AS Sebut Ancaman Teror Terbesar Datang dari Negara-Negara Ini

September 14, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?