
Washington, SatukanIndonesia.com – Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat Avril Haines menyebut ancaman terbesar serangan teroris bagi negaranya bukan datang dari Afghanistan.
Avril mengungkap beberapa negara seperti Yaman, Somalia, Suriah, dan Irak. Menurut Haines, ancaman dari Afghanistan sudah jauh berkurang sehingga negara itu berada di urutan bawah dalam daftar prioritas. Ini tak lepas dari kehadiran tentara AS selama 20 tahun di Afghanistan yang salah satu misinya memerangi terorisme.
Baca Juga: Jadi Bahan Ejekan China, Pesawat AS Jadi Taman Bermain Milisi Taliban
Meskipun beberapa kalangan intelijen AS khawatir ancaman terorisme akan meningkat setelah berkuasanya Taliban, Haines memandang Afghanistan tak lagi menjadi perhatian utama.
Dia tak begitu yakin Taliban menyembunyikan teroris untuk menyerang AS. “Kami tidak memprioritaskan Afghanistan dalam daftar teratas. Apa yang kami pantau adalah Yaman dan Somalia, Suriah dan Irak.
Di situlah kami melihat adanya ancaman terbesar,” kata Haines, dalam acara yang diadakan Aliansi Keamanan Nasional dan Intelijen, dikutip dari Bloomberg, Selasa (14/9/2021). Meski demikian, lanjut dia, badan intelijen AS tetap memantau kemungkinan bangkitnya sel-sel teroris di Afghanistan.
Baca Juga: Israel dan Milisi Gaza Saling Serang, Dua Roket Gaza di Cegat Iron Dome
Pernyataan ini disampaikan Haines sebelum pemerintahan Presiden Joe Biden menghadapi kritikan oleh politisi Partai Republik dan Demokrat di DPR soal penarikan tentara AS dari Afghanistan yang dianggap terburu-buru.
Menteri Luar Negeri Antony Blinken menjelaskan kebijakan pemerintah soal penarikan tentara AS kepada anggota Komite Urusan Luar Negeri DPR selama beberapa jam. (Nal/SI)













