• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kumpulkan Kekuatan untuk Lawan China! AS, Australia dan Inggris Bentuk Aliansi

Kumpulkan Kekuatan untuk Lawan China! AS, Australia dan Inggris Bentuk Aliansi

September 16, 2021
Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat, Masyarakat Diminta Jaga Ketertiban Umum

Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat, Masyarakat Diminta Jaga Ketertiban Umum

Juni 17, 2026
Mensos: Bantuan Darurat Sudah Disalurkan kepada Korban Gempa Sulawesi Tengah

Mensos: Bantuan Darurat Sudah Disalurkan kepada Korban Gempa Sulawesi Tengah

Juni 17, 2026
ADVERTISEMENT
Mendag Dorong Pelaku UMKM Segera Miliki NIB untuk Perluas Akses Bisnis dan Pembiayaan

Mendag Dorong Pelaku UMKM Segera Miliki NIB untuk Perluas Akses Bisnis dan Pembiayaan

Juni 17, 2026
Anggota Komisi XIII DPR Kritik Alokasi Anggaran Komnas HAM, Tak Mencerminkan Mandat Negara

Anggota Komisi XIII DPR Kritik Alokasi Anggaran Komnas HAM, Tak Mencerminkan Mandat Negara

Juni 17, 2026
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Rp21 Miliar oleh Dirjen Bea Cukai Djaka Budi

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Rp21 Miliar oleh Dirjen Bea Cukai Djaka Budi

Juni 17, 2026
RI-AS Perkuat Kerja Sama Pelestarian Warisan Budaya dan Pengelolaan Museum

RI-AS Perkuat Kerja Sama Pelestarian Warisan Budaya dan Pengelolaan Museum

Juni 17, 2026
BMKG: Gempa Berkekuatan M6,7 di Palu Tak Berpotensi Tsunami

BMKG: Gempa Berkekuatan M6,7 di Palu Tak Berpotensi Tsunami

Juni 17, 2026
Komisi IX DPR Minta Pemerintah Pastikan WNI Korban Penganiayaan di Malaysia Pulang dengan Selamat

Komisi IX DPR Minta Pemerintah Pastikan WNI Korban Penganiayaan di Malaysia Pulang dengan Selamat

Juni 17, 2026
Prediksi BMKG Cuaca Jakarta Cerah Hari Ini, Kecuali Jakbar

Prediksi BMKG Cuaca Jakarta Cerah Hari Ini, Kecuali Jakbar

Juni 17, 2026
Menkeu Purbaya Apresiasi Dukungan DPR terhadap Rencana Kerja Kemenkeu 2027

Menkeu Purbaya Apresiasi Dukungan DPR terhadap Rencana Kerja Kemenkeu 2027

Juni 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juni 17, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Kumpulkan Kekuatan untuk Lawan China! AS, Australia dan Inggris Bentuk Aliansi

[Internasional]

September 16, 2021
in Internasional
0
0
SHARES
148
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Rudal-rudal berkemampuan nuklir (REUTERS/POOL
Rudal-rudal berkemampuan nuklir (REUTERS/POOL

Washington, SatukanIndonesia.com – Amerika Serikat (AS), Australia dan Inggris dilaporkan membentuk aliansi pertahanan nuklir. Ketiganya akan berbagi teknologi canggih, termasuk infrastruktur pertahanan nuklir, dengan tujuan untuk melawan China.

Sumber yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan kepada Politico bahwa Presiden Joe Biden akan mengumumkan pakta berbagi teknologi tiga arah itu pada Kamis (16/9/2021) pagi waktu Australia. Ketiga negara akan bertemu untuk membahas berbagai ancaman, termasuk dari Beijing.

Seorang pejabat Gedung Putih yang menolak disebutkan namanya dan seorang staf Kongres mengatakan pakta pertahanan baru itu akan disebut sebagai “AUUKUS”, akronim dari Australia (AU), Inggris atau United Kingdom (UK) dan AS atau United State (US). Baca Juga: AS dan Sekutunya Cari Cara Kendalikan Nuklir Korut
Aliansi ini akan fokus pada berbagi informasi di berbagai bidang seperti artificial intelligence [kecerdasan buatan], keamanan siber, kemampuan serangan jarak jauh, dan bahkan infrastruktur pertahanan nuklir.

Sydney Morning Herald melaporkan Presiden AS Joe Biden dijadwalkan akan menyampaikan pengumuman penting mengenai penguatan aliansi pertahanan ini pada pukul 07.00 pagi. Beberapa menteri kabinet berpangkat tinggi diberikan pengecualian langka dari penguncian ultra-keras Australia untuk menghadiri pertemuan yang diatur dengan tergesa-gesa di ibu kota setempat, Canberra.

Biden diperkirakan akan menyampaikan komentar singkat tentang inisiatif keamanan nasional, sementara hal-hal lain untuk didiskusikan termasuk bagaimana aliansi itu dapat menyerang balik terhadap manuver perdagangan China dan apa yang disebut “serangan zona abu-abu”, peningkatan akses ke teknologi rudal Amerika untuk Australia, penarikan militer yang kontroversial dari Afghanistan, dan sifat ancaman teroris di masa depan.

Meskipun saat ini tidak ada senjata nuklir AS yang ditempatkan di Australia, beberapa pihak berspekulasi bahwa pakta pertahanan baru ini akan melibatkan perluasan infrastruktur rudal Amerika ke benua itu untuk mengatasi dugaan ancaman yang ditimbulkan oleh China.

AS dan China sering saling tuding meningkatkan ketegangan dan perilaku provokatif di kawasan dengan melakukan latihan Angkatan Laut. AS secara teratur melakukan apa yang disebut misi “kebebasan navigasi”, berlayar dengan kapal perang di dekat perairan yang diklaim China di Laut China Selatan, yang dipandang Beijing sebagai tindakan militer yang provokatif. Baca Juga: Arab Saudi Minati Iron Dome Israel?
Washington, sementara itu, menuduh China mengintimidasi tetangganya dengan mengirim kapal dan jet militernya untuk berpatroli di daerah dekat Taiwan, yang dianggap Beijing sebagai bagian integral dari negara itu.

Washington telah meminta sekutunya di kawasan itu untuk membantu melawan apa yang dianggapnya sebagai kekuatan ekspansionis yang mencoba terlibat dalam provokasi. China menyatakan bahwa kehadiran Angkatan Laut AS di Selat Taiwan mengirimkan sinyal yang salah ke Taiwan tentang kemerdekaan, dan bahwa tindakan semacam itu sama halnya “bermain dengan api”.

Meskipun dilaporkan tidak ada penyebutan secara eksplisit tentang China dalam kesepakatan aliansi baru itu, Politico melaporkan peluncuran “AUUKUS” adalah langkah lain oleh sekutu Barat untuk mendorong kembali kebangkitan China di arena militer dan teknologi.

PM Australia Scott Morrison dijadwalkan bertemu dengan Presiden Biden secara langsung untuk pertama kalinya minggu depan. (Nal/SI)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: aliansi pertahanan nuklirAmerika SerikataustralieChinaInggrisnoeclear
ShareTweetSend

Related Posts

RI-AS Perkuat Kerja Sama Pelestarian Warisan Budaya dan Pengelolaan Museum

RI-AS Perkuat Kerja Sama Pelestarian Warisan Budaya dan Pengelolaan Museum

Juni 17, 2026
Komisi II DPR Gandeng China Perkuat Kerjasama Pembangunan dan SDM Daerah

Komisi II DPR Gandeng China Perkuat Kerjasama Pembangunan dan SDM Daerah

Mei 31, 2026
Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

April 15, 2026

Dubes Iran Sebut AS Terima 10 Syarat Negosiasi Gencatan Senjata

April 13, 2026

SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS

Februari 26, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?