
Tangsel, SatukanIndonesia.com – Pengangguran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumlahnya kini telah mencapai hingga 84.000 orang, jumlah itu meningkat selama pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangsel, Sukanta mengatakan, angka tersebut akan terus bertambah dengan adanya lulusan baru. Meski demikian, angka tersebut lebih kecil se Tangerang Raya.
“Angka terakhir 84.000 pengangguran. Masih tetap, baru dua minggu. Nambah bisa. Apalagi ditambah amatan sekolah, malah nambah lagi. Mana ada yang turun,” katanya, Kamis (16/9/2021). Baca Juga: Usai Baku Tembak dengan TNI-Polri, KKB Bakar Fasilitas Umum
Dilanjutkan dia, dibandingkan dengan wilayah Tangerang Raya lainnya, angka pengangguran di Tangsel masih terbilang kecil. Apalagi, hanya sekira 84.000 orang.
“Sedikit Tangsel segitu mah, jika dibanding dengan kota dan kabupaten lain. Coba Kabupaten Tangerang, coba Kota Tangerang. Kita termasuk yang paling kecil,” ungkapnya.
Tingginya angka pengangguran berbanding lurus dengan tingkat kriminal yang tinggi. Apalagi, tidak semua penganggur itu merupakan warga asli Tangsel. Mereka, banyak yang berasal dari urban luar Tangsel.
Baca Juga: Gandeng Pertamina, Menteri ESDM Targetkan Bangun Ratusan Titik BBM Satu Harga Hingga 2024
“Tugas kita bersama, kalau jadi kriminal polisi tugasnya. Gua demen itu mah, tinggal gebuk-gebukin saja. Jumlah penduduk Kota Tangsel 1,7 juta. Itu data BPS 2020,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sukanta pun mengaku bangga dengan jumlah pengangguran yang diklaimnya sedikit itu. Hal ini juga membuat kemiskinan di Tangsel menjadi yang paling sedikit dengan kota dan kabupaten lain. (Nal/SI)













