
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Untuk mengantisipasi politik identitas dan politisasi agama pada perhelatan menjelang hingga pelaksanaan Pemilu 2024, Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (DPP PPGI) menyerukan kepada semua eleman bangsa untuk menjaga toleransi antar umat beragama.
Sesuai agenda politik nasional bangsa Indonesia pada tahun 2024 akan melakukan pesta demokrasi pada tanggal 14 Februari 2024, rakyat akan memilih Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pada tingkat provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dilanjutkan dengan agenda pemilihan kepala aderah menjelang akhir tahun 2024, sehingga semua elemen bangsa perlu menjaga toleransi untuk mengantisipasi terjadinya gesekan dan konflik horizontal ditengah masyarakat.
Seruan itu disampaikan Ketua DPP PPGI, Roy Gultom kepada Media ini, usai melakukan rapat konsolidasi PPGI, di Jakarta, pada Rabu, 9/2/2022.
Menurut Roy, seruan itu sangat beralasan, mengingat pada setiap pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia, baik Pemilu lima tahunan maupun Pilkada dibeberra Daerah di Indonesia, sering terjadi gesekan social dan bahkan konflik horizontal yang mengganggu stabilitas social dan perekonomian masyarakat.
“PPGI terus mempertegas perjuangan kami, bahwa keharmonisan hubugan sesama anak bangsa apapun suku dan agamanya harus terjaga melalui tumbuh kembangnya semangat plurarisme dan toleransi antar sesama umat beragama harus dijaga, ujar Roy.
Roy mencontohkan, konflik dan politisasi yang bermotifkan agama pada Pilkada DKI dengan mengkriminalisasi Basuki Cahaya Purnama alias Ahok merupakan contoh kelam perjalanan sejarah demokrasi di Indonesia, sehingga hal itu tidak perlu terjadi dimasa yang akan datang.
“Semua golongan, suku atau agama apapun, mempunyai hak yang sama dengan tetap menjaga perbedaan yang ada, karena secara terberi bangsa ini merupakan bangsa yang majemuk dibangun dan didirikan oleh para pendiri bangsa dengan semangat pluralisme, semangat BhinnekaTunggal Ikha, sehingga tidak boleh lagi didegradasi hanya untuk kepentingan satu golongan apapun itu seperti yang dialami oleh Ahok pada Pilkada DKI dimasa lampau”, kisah Roy.
Untuk itu, lanjut Roy, pihaknya akan tetap mengawal dan menyerukan kepada semua anak bangsa betapa pentingnya menjaga dan merawat semangat toleransi diantara sesama anak bangsa, dengan cara mengkampanyekan dan mengajak semua lapisan masyarakat termasuk tokoh-tokoh bangsa dan pejabat pada semua tingkatan untuk bersama-sama dengan PPGI membumikan semangat toleransi dan pluralisme.
“PPGI memberi perhatian yang besar mengenai perlunya menjaga toleransi dengan melawan gerakan radikalisme dan intoleransi, sehingga PPGI memberi penghormatan yang tinggi kepada anak bangsa yang berada digaris terdepan melawan intoleransi dan radikalisme seperti yang dilakukan bapak Jenderal TNI AD, Dudung menghabisi kelompok radikalisme dan intoleran yang ada di Republik ini”, ungkap Roy dengan semangat.
Roy berharap, tidak boleh ada lagi pembiaran gerakan intoleran dan radikalisme dibangsa ini, dalam bentuk apapun. (Manru/01/SIM)













