
Jakarta, SatukanIndonesia.Com –Ketua Dewan Pertimbangan DPW NasDem, Rajiv terus melakukan aksi turun ke sejumlah masyarakat. Selain menyerap aspirasi dan membantu masyarakat, ia juga terus menyeleksi dan merekrut kader-kader potensial dari unsur semua kalangan.
“Sebagai kekuatan politik yang baru berusia satu dasawarsa, partai NasDem terus berinovasi merekrut kader-kader potensial dari berbagai unsur dan kalangan. Ini semua demi mewujudkan cita-cita dan perjuangan partai serta kemashlahatan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Rajiv dikutip dari JawaPos.com, Senin (30/5).
Rajiv juga menuturkan, semangat dan cita-cita tersebut telah diwadahi oleh kekuatan politik partai NasDem. “Ini demi mewujudkan cita-cita dan perjuangan partai serta kemashlahatan seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Apalagi, lanjutnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah menginstruksikan kepada para pengurus dan kader partai NasDem Provinsi dan Kabupaten untuk terus menerus mendatangi masyarakat, melihat kondisi terkini, serta membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Dengan motto Nasdem, pelayan masyarakat, tentu partai NasDem telah menjadi sahabat masyarakat. Jadi sudah sepantasnya menjadi tugas kami mendatangi, menyerap aspirasi dan juga membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar kang Rajiv.
Ia pun menambahkan akan terus berkeliling mendatangi kader akar rumput Nasdem ke semua wilayah di Kabupaten Bandung, demi menyerap aspirasi masyarakat, membantu masyarakat, serta konsolidasi struktur tingkat DPC, DPRD Kabupaten Bandung.
“Selain itu konsolidasi ini penting sebagai ikhtiar mesin politik partai bekerja optimal menjelang pesta demokrasi 2024 yang akan datang,” pungkas kang Rajiv.
Kunjungan silaturahmi dan konsolidasi ini tentunya akan terus berlanjut pada waktu-waktu mendatang, dengan jangkauan lebih luas lagi di wilayah Jawa Barat.
Selain itu, Rajiv juga terus menginisiasi, mendorong, membantu, serta memfasilitasi para kaum muda untuk terus berkarya, berinovasi, melalui program serah Inspirasi Pemuda Desa Harapan.
“Ini guna mencapai kemandirian dan tidak berada di zona nyaman,” tuturnya(***)













