• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pemerintah Diminta Hilangkan Penggunaan Plastik di Manokwari

Pemerintah Diminta Hilangkan Penggunaan Plastik di Manokwari

September 29, 2022
Presiden Prabowo Terima Menteri Investasi Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi

Presiden Prabowo Terima Menteri Investasi Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi

April 25, 2026
PARJAL di Tanah Papua Dukung Upaya DPD RI Menyelesaikan Konflik Papua 

PARJAL di Tanah Papua Dukung Upaya DPD RI Menyelesaikan Konflik Papua 

April 25, 2026
ADVERTISEMENT
DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Setujui Tunda Pengesahan Raperda LAM Hingga Mei

DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Setujui Tunda Pengesahan Raperda LAM Hingga Mei

April 25, 2026
Musda II KOSGORO 1957 Maluku Perkuat Konsilidasi Arah Pembangunan Nasional

Musda II KOSGORO 1957 Maluku Perkuat Konsolidasi Arah Pembangunan Nasional

April 25, 2026
PWI Pusat Gelar Doa Bersama Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang

PWI Pusat Gelar Doa Bersama Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang

April 25, 2026
Wagub Rano Karno Minta Penerima KJMU Jaga Integritas dan Aktif Kegiatan Sosial

Wagub Rano Karno Minta Penerima KJMU Jaga Integritas dan Aktif Kegiatan Sosial

April 25, 2026
Komisi Yudisial: Pentingnya Partisipasi Publik Dalam Seleksi Hakim Agung

Komisi Yudisial: Pentingnya Partisipasi Publik Dalam Seleksi Hakim Agung

April 25, 2026
Perkuat Pemulihan Kerugian Negara, KPK Serahkan Aset Rampasan Rp20,2 Miliar ke Kejagung

Perkuat Pemulihan Kerugian Negara, KPK Serahkan Aset Rampasan Rp20,2 Miliar ke Kejagung

April 25, 2026
Tri Adhianto Canangkan 3 Juta Pohon dalam Masa Kepemimpinannya, Warga Bekasi Diajak Jadi Bagian Sejarah Penghijauan Kota

Tri Adhianto Canangkan 3 Juta Pohon dalam Masa Kepemimpinannya, Warga Bekasi Diajak Jadi Bagian Sejarah Penghijauan Kota

April 24, 2026
Aksi Sigap TNI AL dan Tim Sar Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Cisanggarung

Aksi Sigap TNI AL dan Tim Sar Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Cisanggarung

April 24, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, April 26, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Pemerintah Diminta Hilangkan Penggunaan Plastik di Manokwari

[Daerah]

September 29, 2022
in Daerah, News
0
0
SHARES
229
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO : Pantai pasar wosi yang indah sebelumnya, berubah menjadi gudang sampah yang kemudian dibawa obak ke laut dan mengotori laut//ISTIMEWA

Manokwari, SatukanIndonesia.Com – Dampak pembangunan, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi serta produksi membuat sampah plastik di laut Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat mengalami peningkatan setiap tahun.

Padahal sampah merupakan ancaman serius untuk kesehatan publik, ekosistem laut, bisnis perikanan, dan juga sektor wisata.

Alex Sitanala, menjelaskan bahwa, komunitas diving yang diketuainya tidak hanya melakukan aktivitas menyelam rekreasi, tetapi komunitas ini memiliki misi diantaranya membersihkan, menjaga habitat, dan terumbu karang di laut.

Namun, dia menuturkan, semenjak komunitasnya berdiri dan mulai melakukan aktivitas bawah laut seperti menyelam, terlihat sampah berserahkan di bawa laut Teluk Doreri bahkan sampai memadati spot penyelaman yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun manca negara.

“Yang menjadi persoalan bagi kami ini, sampah tidak pernah habis. Ada berapa spot penyelaman yang setiap kali kami turun mengantar tamu untuk menyelam, sampah tetap ada saja,”ujarnya kepada wartawan, baru – baru ini.

Lanjut, dia menguraikan, sampah tidak hanya terlihat dipermukaan air, namun berserahkan di kedalam 7 – 20 kilometer hingga dasar laut. Sambungnya, hal itu sangat memalukan saat wisatawan manca negara dari berbagai negara berkunjung, untuk melakukan deiving. Wisatawan manca negara diantaranya Denmark dan Australia.

“Jadi cukup memalukan, tetap kami sadar bawah itu kekurangan kami. Padahal manokwari memiliki spot penyelaman terbaik,”ungkapnya.

Tetapi, sangat disayangkan karena sampah tidak pernah diatasi sehingga spot terbaik, yang seharusnya dijaga dan menjadi perhatian pemerintah rusak.

“Laut ini seakan-akan menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) dari kota. Jadi bukan satu dua kali, tapi setiap kali wisatawan dari Bali dan Jakarta yang kami antar menyelam. Yang selalu kelihatan itu sampah. Sampai kadang para tamu yang datang menyelam juga ikut mengumpulkan sampah,”ucapnya.

Dicecar terkait spot penyelaman di Manokwari, alex mengemukakan, mereka (wisatawan manca negara dan nasional-red) mengakui bahwa spot penyaman manokwari sangat luar biasa dan termasuk spot terbaik.

Diantaranya, spot penyelaman di Manokwari yang sudah tembus nasional adalah Kapal Peninggalan Perang Dunua ke II yaitu Kapal Sinuamaru, yang berada di teluk doreri tepat di laut BLK Manokwari (kedalam 34 kilometer).

“Tetapi sama halnya, sampah cukup berserahkan disekitar spot penyelaman tersebut. Sampah yang paling banyak dibawa laut, adalah sampah plastik,”tegasnya lagi.

Oleh sebab itu, dirinya berharap kepada pemerintah agar dapat memperhatikan persoalan sampah yang sudah cukup meresahkan, bahkan juga ikut membunuh habitat didasar laut.

“Kami berharap ada satu kebijakan yang bisa merubah penggunaan kantong plastik, karena kantong plastik sangat banyak sekali didasar laut. Bila perlu tidak boleh ada lagi penggunaan plastik di toko-toko,”ungkap dia.

Sampah plastik pernah merusak beberapa bibit karang yang pernah ditanam oleh komunitasnya bersama Bupati Manokwari.

“Kami berharap bupati manokwari bisa melihat persoalan ini, dalam hal lebih tegas membuat satu regulasi yang memberikan efek jerah bagi masyarakat yang masih membuang sampah disembarang tempat,”pintanya.

Dalam kesempatan ini, dirinya mengajak berbagai pihak yang pernah mendorong Manokwari Nol Sampah, agar bersama-sama membantu Pemda dalam menyelesaikan persoalan sampah baik di laut maupun di darat.

Persoalan sampah di Manokwari, kata dia, bukan persoalan yang baru, tetapi ini masalah sudah terjadi cukup lama dan terkesan belum ada keseriusan dari pemerintah setempat.

“Sebenarnya belum ada ketegasan dari pemimpin daerah. Ketika ada ketegasan yang kuat, pasti semua akan tertip. Ketegasan ini harus turun sampai di RT dan RW, sehingga semua akan saling menjaga lingan masing-masing,”imbuhnya.

Ketegasan yang dimaksudkan misalnya, seperti denda atau ada kurangan bagi masyarakat yang membuang sampah di sebarang tempat.

Akibat sampah yang berserahkan terlebih khusus di sampah yang mekar di permukaan laut dan memadati dasar laut menyebabkan biota – biota laut menjadi korban, salah satunya penyu. Jenis-jenis sampah yang berserahkan dilaut adalah plastik, barang – barang bekas elektronik, pempers, vit gelas dan lain sebagainya.

“Sampah-sampah ini semua dari kota manokwari, dan yang sering menjadi sasaran tempat penampung sampah adalah pulau mansinam, palau nusmapi (pulau lemon-red),”aku Alex Sitanala.

Diharapkan juga kepada pemerintah dalam hal ini instansi terkait, untuk terus melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang larangan pembuangan sampah ke laut maupun darat. Sehingga jika ada rugulasiyang dimunculkan, bisa dapat dipahami oleh masyarakat.

Berikutnya, Komunias Ketapan Diving Manokwari juga menyarankan kepada Pemda, agar membuat satu dinas khusus untuk menangani persampahan di Kota Manokwari. Supaya semua biasa berjalan sesuai apa yang kita inginkan bersama yaitu Manokwari Nol Sampah.

“Kalau tidak ada nantinya seperti ini. Pemimpin ganti pemimpin manokwari tetap berserahkan dengan sampah terlebih di laut,”tukasnya. (GRW/SatukanIndonesia.Com)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Kabupaten ManokwariProvinsi Papua BaratSampah Plastik
ShareTweetSend

Related Posts

Program Makan Bergizi di Manokwari Papua Barat sudah Mencapai 80 Persen

Program Makan Bergizi di Manokwari Papua Barat sudah Mencapai 80 Persen

Maret 25, 2026
Manokwari Siap Jadi Sentra Pangan Regional Papua Barat

Manokwari Siap Jadi Sentra Pangan Regional Papua Barat

Maret 18, 2026
Panitia Matangkan Kegiatan 171 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua

Panitia Matangkan Kegiatan 171 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua

Januari 29, 2026

Pendopo Jemaat GKI Lahai-Roi Mansinam Pusat Kegiatan Ibadah HUT ke-171 PI

Januari 23, 2026

Papua Dapat Perhatian Khusus dalam Pembangunan Nasional Indonesia

November 5, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?