
MANOKWARI, SatukanIndonesia.Com – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Maxsi Nelson Ahoren bertemu Panglima TNI dan Kepala Kepolisian (Kapolri) saat berkunjungan ke provinsi Papua Barat, Selasa (10/01/2023).
Dalam pertemuan itu, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) provinsi Papua Barat mengapresiasi Panglima TNI dan Kepolri atas perhatian kepada putra-putri asli Papua dalam penerimaan prajurit.
“Banyak sekali putra dan putri papua yang menjadi prajurit TNI dan Polri, tentunya ini tidak terlepas dari kebijakan Panglima TNI dan Kapolri. Ini juga menjadi bukti kecintaan kepada masyarakat Papua,”kata Masih Nelson Ahoren.
Dikemukakannya, bahwa pada tahun 2022 lalu sebanyak 43 anak asli Papua diterima masuk kedalam Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), bahkan jumlah tersebut terbanyak dibanding provinsi lainnya di Indonesia.
“Kami berharap kedepan bisa lebih banyak lagi anak papua yang mengabdikan dirinya menjadi anggota Polisi dan TNI, sebuah apresiasi setinggi-tingginya kami berikan,”ucap diia.
Ketua MRP juga memastikan Papua Barat merupakan Zona damai, dan siap mengamankan kebijakan pemerintah pusat.
Sementara Panglima TNI Laksamana Yugo Margono mengatakan, tentunya selain sebagai prajurit TNI dan Polri prioritas, yakni putra dan putri Papua bisa menduduki jabatan strategis di wilayah.
“Jabatan strategis juga akan diberikan, asalkan putra daerah bisa bersaing untuk menjadi pemimpin satuan diwilayahnya dengan menjalankan tugas dengan baik,” kata Panglima menanggapi pernyataan ketua MRP Papua Barat.
Dalam kesempatan, dia berpesan kepada jajaran TNI- Polri di provinsi Papua Barat untuk melanjutkan kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya, terkait dengan prioritas putra-putri asli Papua pada penerimaan anggota.
“Kerjasama dengan pemerintah daerah yang selama ini dijalin, harapannya bisa dilanjutkan oleh Kodam Kasuari dan Polda Papua Barat,”tukas Panglima. [GRW]













