
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Mehrtens sudah lima bulan disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. Sejak 7 Februari 2023 hingga kini berbagai upaya telah dilakukan oleh aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk membebaskan pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut.
Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri selaku penanggung jawab keamanan di Papua bahkan telah berulang kali mencoba berbagai pendekatan guna membebaskan Kapten Philips. Mulai dari upaya negoisasi hingga penegakan hukum. Namun hingga kini KKB Egianus masih enggan melepaskan pilot Susi Air tersebut.
Terakhir, kelompok Egianus bahkan mengancam akan menembak mati kapten Philips bila tuntutan mereka tidak dipenuhi. Tuntutan kelompok Egianus mulai dari meminta tebusan uang, meminta senjata hingga menuntut kemerdekaan Papua.
Fakhiri menyatakan, pihaknya siap memenuhi tuntutan tebusan uang yang diajukan KKB pimpinan Egianus Kogoya untuk membebaskan Kapten Philips. Namun, Fakhiri menekankan, tidak akan memenuhi dua tuntutan, yakni senjata dan kemerdekaan Papua.
“Kita sudah lakukan upaya negoisasi dan sampai sekarang masih terus kita upayakan, kita kedepankan hal itu untuk meminimalisasi jatuhnya korban baik dari pihak aparat maupun warga sipil dan kita siap memenuhi tuntutan mereka (KKB) kecuali dua hal, Senjata dan Merdeka, itu mustahil kita penuhi,” ungkap Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, sebagaimana dilansir Beritasatu.com, Kamis (28/6/2023).
Irjen Fakhiri pun berharap kelompok Egianus segera membebaskan Kapten Philips dan tidak lagi melakukan aksi-akai teror di daerah pegunungan Papua.
“Saya pikir, Egianus dan kelompoknya ini juga manusia yang punya hati, sehingga saya harap mereka menggunakan hati nurani mereka untuk segera menghentikan aksi teror di Papua dan membebaskan Kapten Philips, kalau soal tuntutan uang bisa kita siapkan,” jelas Fakhiri.
Diberitakan, pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Mehrtens disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya di Bandara Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Tengah.
Kapten Philips disandera usai pesawat yang diterbangkannya mendarat dan dibakar Egianus dan kelompoknya pada Selasa, 7 Februari 2023.
Pasca-penyanderaan itu, tim gabungan TNI-Polri terus berupaya mencari keberadaan pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut. Berbagai upaya dilakukan termasuk membentuk tim negosiasi yang melibatkan para tokoh di kabupaten Nduga. Namun, hingga memasuki bulan kelima, usaha tim gabungan belum juga berbuah hasil.(***)













