
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Wiranto tak kecewa karena tak lagi dipanggil Jokowi. Ia mengatakan, pengalamannya empat kali jadi menteri sudah cukup.
“Ya saya sih enggak ada masalah ya (enggak masuk kabinet). Saya sudah empat kali menjadi menteri, jadi saya kira sudah saatnya untuk tidak jadi menteri lagi, mosok lima kali. Terlalu banyak ya,” ujar Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/19).
Selepas menjadi Panglima ABRI, Wiranto diangkat menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di bawah kepemimpinan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid. Kemudian, Wiranto diangkat menjadi Menkopolhukam dalam Kabinet Kerja setelah menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang digeser ke Kemenko Kemaritiman pada 2016.
Sebelum menjabat sebagai Menkopolhukam di masa pemerintahan dua presiden, Wiranto sempat menempati pos kementerian koordinator bidang politik pertahanan dan keamanan pada era Soeharto. Dia juga sempat dipercaya sebagai Pangab (sekarang disebut Panglima TNI).
Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat baginya untuk lengser dari jabatannya. Sudah saatnya, ia menyerahkan amanah yang diemban kepada sosok kredibel.
“Karena itu sudah saatnya saya menyerahkan kepada temen temen yang kredibel, lebih punya kompetensi untuk bisa menggantikan posisi saya sebagai Menkopolhukam. Dan siap melanjutkan, atau katakan bisa melakukan tugas sesuai dengan perkembangan situasi dan dinamika,” ucap Wiranto.
Sumber: Kumparan
ADVERTISEMENT













