
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berjanji di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) bahwa realisasi investasi 2023 akan mencapai target sebesar Rp 1.400 triliun.
Bahlil pede bahwa peningkatan realisasi ini bisa diraih. Pasalnya, pada tahun 2021 realisasi investasi yang hanya Rp 900 triliun bisa melompat tinggi menjadi Rp 1.207,2 Triliun pada tahun 2022 atau naik 100,6 persen.
“Sekarang Presiden meminta kepada saya untuk menaikkan target investasi harus menjadi Rp 1.400 triliun. Saya janji kepada kalian, insya Allah investasi kita akan mencapai Rp 1.400 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi kita di atas 5 persen,” kata Bahlil dalam acara kuliah umum mahasiswa UNS, sebagaimana dilansir JawaPos.com, Selasa (22/8).
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang semester I 2023 atau pada periode Januari-Juni 2023 sebesar Rp 678,7 triliun. Angka ini telah memenuhi sebesar 48,5 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun 2023 sebesar Rp 1.400 triliun.
Capaian realisasi investasi sepanjang semester I 2023 tersebut tumbuh sebesar 16,1 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Adapun penyerapan tenaga kerja telah berhasil sebanyak 849.181 orang.
Kemudian, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) pada semester I 2023 mencapai Rp 363,3 triliun atau tumbuh 17,1 persen YoY. Angka tersebut melampaui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 315,4 triliun atau 15 persen dari capaian investasi periode ini.
Pada periode semester I 2023 ini, realisasi PMA dan PMDN pada sektor manufaktur khususnya industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menempati urutan pertama sebesar Rp 89 miliar.
Lalu, disusul oleh sektor pertambangan sebesar Rp 71,4 triliun; industri kimia dan farmasi sebesar Rp 48,1 triliun; sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp 79,1 triliun; sektor perumahan, kawasan industri perkantoran sebesar Rp 58,3 triliun, dan sektor industri kimia dan farmasi senilai Rp 48,1 triliun.
Adapun menurut sebarannya, realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada semester I 2023 masih terus mendominasi dengan kontribusi 52,3 persen dari total capaian realisasi investasi, atau mencapai sebesar Rp 354,9 triliun. Angka ini meningkat 16,1 persen dari periode yang sama di tahun 2022.
Sementara investasi di Pulau Jawa pada semester I 2023 tercatat sebesar Rp 323,8 triliun atau meningkat 16,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.(***)
ADVERTISEMENT













