
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC, Senin (13/11/2023).
Dari kunjungan ini, kedua belah pihak menyepakati enam dokumen kerja sama antar pemerintah atau G-to-G dalam hal pembentukan comprehensive strategic partnership, kesehatan, energi dan sumber daya mineral (ESDM), maritim, serta kebudayaan.
Kerja sama bisnis dengan nilai puluhan miliar dollar AS pun disepakati.
“Dari sisi bisnis telah disepakati kerja sama bisnis senilai 25,85 miliar dollar AS (setara Rp 400 trilliun),” kata Menlu Retno dalam keterangan resminya, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, sebagaimana dilansir Kompas.com, Rabu (15/11/2023).
Retno menyampaikan, kesepakatan kerja sama bisnis itu, antara lain, investasi pembangunan carbon capture storage dan kilang petrokimia, pengolahan nikel untuk baterai kendaraan listrik (electric vehicle), serta pembangunan modul dan panel surya.
Pentingnya kerja sama antara dua negara ini pun disampaikan Presiden Jokowi ketika menyampaikan policy speech di George Town University yang dihadiri oleh 300 peserta.
“Presiden berbicara mengenai pentingnya kemitraan Indonesia dan AS dalam turut berkontribusi bagi penciptaan stabilitas dan kemakmuran dunia,” ucap Retno.
Dalam kunjungan ke AS, Jokowi sebelumnya juga menerima audiensi dengan CEO Freeport McMoran Ricard Adkerson di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, AS.
Adkerson menyampaikan perluasan investasi senilai 3 miliar dollar AS untuk pembangunan smelter di Papua.
“Dan ini tentunya sejalan dengan prioritas Indonesia untuk mengakselerasi hilirisasi industri,” jelas Retno.
Setelah menyelesaikan kunjungan di Washington DC, Jokowi menuju San Francisco untuk menghadiri rangkaian KTT APEC dan berbagai kegiatan lainnya, termasuk pertemuan bisnis dengan berbagai pengusaha AS.(***)













