
JAKARTA, satukanindonesia.com – United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyambut positif keputusan para pemimpin Melanesian Spearhead Group (MSG) dan Pacific Islands Forum (PIF) di Palau, serta menyerukan kepada rakyat West Papua untuk mendukung dengan doa menuju rekonsiliasi persatuan ULMWP.
Terkait dengan penyelenggaraan KTT Pacific Islands Forum ke-55 dan Kaukus Melanesian Spearhead Group di Koror, Palau pada 31 Agustus – 3 September 2026, Presiden Eksekutif ULMWP, Menase Tabuni mengapresiasi, dua keputusan strategis yang dihasilkan bagi perjuangan Hak Asasi Manusia (HAM) dan masa depan Bangsa Papua.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pemimpin MSG dan PIF yang terus memberikan perhatian serius pada situasi tragedi kejahatan kemanusiaan yang dibuat oleh kolonial Indonesia melalui TNI/Polri di West Papua, dan perjuangan Bangsa Papua untuk menentukan hak penentuan Nasib sendiri bagi kemerdekaan dan kedaulatan Politik West Papua,”kata Menase Tabuni, Jumat (04/09/2026).
Dikatakannya, ULMWP secara khusus mengapresiasi pimpinan MSG yang telah mengeluarkan tuntutan tegas kepada Pemerintah Indonesia.
Pertama mengizinkan kunjungan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM (OHCHR) ke Papua Barat sebelum 31 Desember 2026.
Kedua, Ketua MSG akan menyampaikan surat resmi, dan negara-negara anggota MSG di Jakarta dan akan melakukan lobi intensif.
Ketiga, apabila tuntutan ini tidak dipenuhi, status Anggota Asosiasi Indonesia dalam MSG akan ditinjau pada KTT MSG 2027.
Keempat, MSG mengusulkan pertemuan antara Para Pemimpin MSG dengan Presiden Prabowo di sela-sela Sidang Umum PBB 2026.
ULMWP juga mengapresiasi, Keputusan para pemimpin PIF yang dengan tegas menyerukan. Pertema, perlindungan HAM serta fasilitasi dialog.
Kedua, PIF menyepakati fasilitasi Misi Pencari Fakta bersama para pemimpin yang berminat, dengan konsultasi kepada Sekretariat MSG.
Ketiga, hasil misi ini akan dilaporkan kepada Para Pemimpin PIF pada tahun 2027, tanpa mengenakan tenggat waktu atau sanksi.
Menurut Menase Tabuni, Wakil Presiden Eksekutif ULMWP, Octovianus Mote yang hadir bersama Benny Wenda di mana mereka dua telah bersatu dan melakukan lobi itensif di Palau menyampaikan bahwa kedua keputusan ini sebagai angin segar dan wujud nyata solidaritas Pasifik terhadap beban bangsa Papua.
Katanya, meskipun PIF dan MSG memiliki pendekatan yang berbeda satu diplomatis dan satu tegas, namun ULMWP melihat adanya titik temu yang saling melengkapi, khususnya dalam kesepakatan untuk melakukan misi bersama ke Papua dan menyampaikan laporan pada 2027.
“Kami menyambut baik penyatuan langkah ini, terlebih setelah adanya pertemuan strategis antara Wakil Presiden Eksekutif ULMWP, Bapak Octo Mote, dan Presiden Pemerintah Sementara, Bapak Benny Wenda, pada akhir Agustus 2026 di Vanuatu. Semangat memikul beban bersama ini harus terus dipelihara.”
Pada prinsipnya ini, ULMWP mengajak, seluruh pejuang bangsa Papua untuk tetap rendah hati, mengesampingkan ego sektoral, dan senantiasa mengandalkan Tuhan sebagai Panglima sejati perjuangan Papua Merdeka.
Ia mengatakan, ULMWP sangat mengharapkan dukungan doa dan kebersamaan, khususnya menjelang pertemuan agung ULMWP pada Minggu kedua November 2026 di Port Vila, Vanuatu. [***/GRW]













