• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Organisasi Internasional Pro Papua Barat Merdeka Desak MSG Tingkatkan Keanggotaan ULMWP

Organisasi Internasional Pro Papua Barat Merdeka Desak MSG Tingkatkan Keanggotaan ULMWP

Juni 19, 2025
MSG desak Indonesia Ijinkan Komisaris Tinggi PBB kunjungi Papua

MSG desak Indonesia Ijinkan Komisaris Tinggi PBB kunjungi Papua

September 5, 2026
Ibunda Wamenkes dr. Benny Octavianus Berpulang

Ibunda Wamenkes dr. Benny Octavianus Berpulang

September 5, 2026
ADVERTISEMENT
Komisi IX DPR Sebut Perlindungan Ketenagakerjaan Atur Perluasan Jamsos

Komisi IX DPR Sebut Perlindungan Ketenagakerjaan Atur Perluasan Jamsos

September 5, 2026
‎IWO Batam Kecam Dugaan Pemukulan Sekretaris IWO, Desak Polisi Usut Salman dan Audit Keterlibatan Oknum BP

‎IWO Batam Kecam Dugaan Pemukulan Sekretaris IWO, Desak Polisi Usut Salman dan Audit Keterlibatan Oknum BP

September 5, 2026
Cegah Pasal Tidak Sinkron, Hanura Minta DPR Putuskan RUU Pemilu Lebih Awal

Cegah Pasal Tidak Sinkron, Hanura Minta DPR Putuskan RUU Pemilu Lebih Awal

September 5, 2026
Polisi Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla hingga September 2026

Polisi Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla hingga September 2026

September 5, 2026
Masyarakat Adat Papua Tolak PSN dalam Pelaksanaan PAPEDA Summit 2026

Masyarakat Adat Papua Tolak PSN dalam Pelaksanaan PAPEDA Summit 2026

September 5, 2026
Pertegas Manfaat Ekonomi hingga 2055, Pemerintah Pusat Didesak Audit Proyek LNG Tangguh

Pertegas Manfaat Ekonomi hingga 2055, Pemerintah Pusat Didesak Audit Proyek LNG Tangguh

September 5, 2026
Wali Kota Bekasi Kukuhkan FKUB 2026-2031, Dorong Aksi Nyata Toleransi hingga Tingkat Wilayah

Wali Kota Bekasi Kukuhkan FKUB 2026-2031, Dorong Aksi Nyata Toleransi hingga Tingkat Wilayah

September 4, 2026
Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

September 4, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, September 5, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Organisasi Internasional Pro Papua Barat Merdeka Desak MSG Tingkatkan Keanggotaan ULMWP

[Daerah]

Juni 19, 2025
in Daerah, News
0
0
SHARES
527
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

FOTO: Para pemimpin negara-negara Melanesia Spearhead Group (MSG)//ISTIMEWA

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Organisasi internasional memimpin seruan agar Melanesian Spearhead Group (MSG) meningkatkan status keanggotaan Gerakan Pembebasan Bersatu untuk Papua Barat (ULMWP) pada pertemuan September 2025 mendatang di Honiara.

Pasalnya, sampai saat ini ULMWP masih berstatus sebagai pengamat dalam keanggotaan MSG.

Demikian laporan jurnalis RNZ Pasifik di Port Moresby, Scott Waide, yang dikutip, Kamis (19/06/2025).

Kelompok yang dipimpin oleh Anggota Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP) dan Pengacara Internasional untuk Papua Barat (ILWP) kembali menyoroti kebutuhan mendesak untuk pengawasan internasional yang lebih besar dan keterlibatan diplomatik di wilayah Papua Barat.

 

ULMWP saat ini memegang status pengamat dalam MSG, badan regional yang terdiri dari Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Front Pembebasan Nasional Sosialis Kanak dan Kaledonia Baru.

Pernyataan dari organisasi-organisasi tersebut mengatakan, peningkatan keanggotaan ULMWP berada ‘dalam kewenangan MSG’ dan memerlukan konsensus di antara negara-negara anggota.

Mereka mengajukan banding atas Perjanjian Pembentukan MSG, yang bertujuan untuk ‘mempromosikan, mengoordinasikan, dan memperkuat pertukaran budaya, tradisi, dan nilai Melanesia, kesetaraan kedaulatanuntuk memajukan tujuan bersama para anggota MSG demi pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, pemerintahan yang baik, perdamaian, dan keamanan,’ dengan mempertimbangkan bahwa semua ambisi ini akan tercapai melalui peningkatan keanggotaan ULMWP.

Namun, keanggotaan asosiasi Indonesia di MSG, yang diberikan pada 2015, telah menjadi titik pertikaian yang signifikan, khususnya bagi para pendukung penentuan nasib sendiri Papua Barat.

Penyertaan ini secara luas dilihat sebagai manuver strategis Jakarta untuk melawan tumbuhnya dukungan regional bagi kemerdekaan Papua Barat.

ULMWP beserta para pendukungnya secara konsisten mempertanyakan mengapa Indonesia, sebagai negara yang berwenang mengelola Papua Barat, harus memegang status apa pun dalam forum yang dimaksudkan untuk memperjuangkan kepentingan Melanesia.

Mereka berpendapat bahwa kehadiran Indonesia secara efektif akan menghambat diskusi kritis mengenai penentuan nasib sendiri Papua Barat. Hal ini jelas akan menciptakan hambatan diplomatik terhadap dialog sejati serta akuntabilitas di dalam badan yang dimaksudkan untuk melayani masyarakat Melanesia.

Mengingat catatan historis Papua Nugini dalam MSG, kemungkinan tanggapannya pada pertemuan puncak mendatang di Honiara akan ditandai oleh tindakan penyeimbangan yang rumit.

Meskipun PNG telah menyatakan, kekhawatirannya mengenai hak asasi manusia di Papua Barat dan mendukung seruan untuk misi Hak Asasi Manusia PBB, PNG secara konsisten tetap menghormati kedaulatan Indonesia atas wilayah tersebut.

Pernyataan sebelumnya dari para pemimpin PNG, termasuk Perdana Menteri James Marape, telah menekankan tanggung jawab Indonesia untuk mengatasi masalah internal di Papua Barat dan mencatat bahwa ULMWP belum memenuhi kriteria MSG untuk keanggotaan penuh.

Yang makin memperumit situasi, IPWP dan ILWP melaporkan bahwa Papua Barat sebagian besar masih terputus dari pengawasan internasional.

Larangan ketat terhadap jurnalis untuk memasuki wilayah tersebut berarti laporan pelanggaran hak asasi manusia yang parah dan berkelanjutan sering tidak dilaporkan.
Pernyataan bersama tersebut menyoroti kurangnya transparansi yang parah, dengan mencatat bahwa “sangat sedikit pengawasan internasional.”

Salah satu poin utama yang diperdebatkan adalah kegagalan Indonesia untuk menghormati komitmennya. Meskipun pertemuan puncak para pemimpin MSG 2023 mendesak Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia melaksanakan misi hak asasi manusia ke Papua Barat sebelum pertemuan puncak 2024, Indonesia belum memfasilitasi kunjungan ini.

Pernyataan IPWP/ILWP mengatakan penolakan berkelanjutan tersebut merupakan pelanggaran kewajibannya sebagai negara anggota PBB. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Organisasi internasionalPro Papua Barat MerdekaULMWP
ShareTweetSend

Related Posts

Dukung Keputusan MSG dan PIF, ULMWP : Pejuang Papua Harus Tetap Rendah Hati

Dukung Keputusan MSG dan PIF, ULMWP : Pejuang Papua Harus Tetap Rendah Hati

September 4, 2026
Apresiasi Negara Pasifik, ULMWP : Papua Tidak Punya Masa Depan di Indonesia

Apresiasi Negara Pasifik, ULMWP : Papua Tidak Punya Masa Depan di Indonesia

Maret 21, 2025
ULMWP : New York Agreement itu Perjanjian Rasisme bagi Bangsa Papua

ULMWP : New York Agreement itu Perjanjian Rasisme bagi Bangsa Papua

Agustus 15, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?