• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Aksi Massa Orang Asli Papua Tolak Non OAP Jadi Pimpinan DPRK Manokwari

Aksi Massa Orang Asli Papua Tolak Non OAP Jadi Pimpinan DPRK Manokwari

November 8, 2024
Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Juni 3, 2026
Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Juni 3, 2026
ADVERTISEMENT
Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Juni 3, 2026
Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Juni 3, 2026
BMKG: Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

Juni 3, 2026
Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Juni 3, 2026
Prabowo Berdialog dengan Siswa SMPN 111 Jakarta Saat Meninjau Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Berdialog dengan Siswa SMPN 111 Jakarta Saat Meninjau Program Makan Bergizi Gratis

Juni 3, 2026
Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Juni 2, 2026
Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Juni 2, 2026
Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Juni 2, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Aksi Massa Orang Asli Papua Tolak Non OAP Jadi Pimpinan DPRK Manokwari

[Daerah - Menuju Papua Bangkit dan Berkat Bagi Bangsa, Sejumlah Masyarakat Adat Kabupaten Manokwari Tolak Suriyati jadi Pimpinan DPRK]

November 8, 2024
in Daerah, News, Politik
0
0
SHARES
131
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET. FOTO: Aksi unjuk rasa sejumlah massa yang tergabung dalam DASS Kepulauan Yapen di Kantor DPD Partai Golkar Papua Barat//FOTO : KLIKPAPUA.Com

MANOKWARI, SATUKANINDONESIA. Com – Penunjukan Suriyati sebagai Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari oleh DPP Partai Golkar mendapat reaksi keras dan penolakan dari sejumlah elemen masyarakat adat yang tergabung dalam Dewan adat suku – suku (DASS) yang ada di Kabupaten Manokwari.

Adapun kelompok masyarakat adat yang tergabung dalam DASS untuk menolak Suriyati terdiri dari Kepulauan Yapen, Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Adat Serui melakukan aksi unjuk rasa ke sekretariat DPD Partai Golkar Papua Barat, Rabu (6/11/2024)

Aksi massa dipimpin Kepala suku besar masyarakat adat serui di Manokwari, Ottis Ayomi bertujuan untuk menyampaikan aspirasi terhadap keputusan DPP Partai Golkar yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 8-398/DPP/GOLKAR/X/2024, tertanggal 30 Oktober 2024, tentang penetapan pimpinan DPRK Kabupaten Manokwari.

Dalam aksi tersebut, massa menolak penunjukan Suriyati sebagai Wakil Ketua I DPRK sesuai keputusan DPP Partai Golkar. Mereka mengajukan sejumlah tuntutan kepada DPD Partai Golkar, termasuk meminta Ketua Umum DPP Golkar membatalkan SK terkait penetapan pimpinan DPRK Manokwari.

“Kami menganggap keputusan tersebut tidak berpihak kepada Orang Asli Papua (OAP). Keputusan DPP Golkar ini dinilai mengabaikan hak-hak dasar OAP. Proses ini harus dihentikan hingga Pilkada selesai agar tidak mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat,” ujar Ottis Ayomi dalam orasinya sebagaimana dilansir dari KLIKPAPUA. Com.

Untuk merespon aksi massa tersebut, Elisa Sroyer salah satu pengurus DPD Golkar Papua Barat berjanji akan akan menindaklanjutinya melalui rapat DPD Golkar Papua Barat.

“Kami menerima aspirasi ini, tetapi saya tidak dapat mengambil keputusan sekarang karena hal ini harus diputuskan dalam rapat pimpinan,” ujarnya.

Elisa menambahkan bahwa mekanisme penetapan SK tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku, dari daerah hingga ke pusat.

“Saya tidak dapat memberikan keputusan karena bukan saya yang mengeluarkan SK. Kami akan menerima dan menindaklanjutinya sesuai prosedur,” tambahnya.

Setelah menyampaikan aspirasi di DPD Golkar Papua Barat, massa melanjutkan aksi menuju Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Manokwari untuk menyampaikan tuntutan serupa.

Sebelumnya, massa juga sempat melakukan blokade di beberapa titik jalan protokol di Manokwari.

https://www.satukanindonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Video-2024-11-08-at-10.08.57.mp4

Menanggapi dinamika sosial politik yang terjadi di Kabaupaten Manokwari tersebut, Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Papua dan Papua Barat, Willem Frans Ansanay menyatakan tuntutan sejumlah elemen masyarakat adat yang tergabung dalam DASS merupakan hal yang wajar dan lumrah.

Menurut Frans Ansanay, memberi kesempatan kepada orang asli Papua yang berkomitmen terhadap NKRI untuk memimpin di berbagai lembaga pemerintahan merupakan bentuk penghargaan kepada Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk membangun dan mengejar ketertinggalan Papua sescara keseluruhan.

“Siapaun di bangsa ini tidak perlu meragukan kemampuan orang asli Papua, termasuk untuk menjadi Pimpinan Legislatif dan Eksekutif pada semua tingkatan pada lembaga pemerintahan”, katanya kepada SatukanIndonesia.Com.

KET. FOTO: Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Papua dan Papua Barat, Willem Frans Ansanay (kiri) saat memberikan keterangan kepada Wartawan//FOTO : Istimewa

Lebih lanjut, Frans Ansanay yang merupakan Caleg DPR RI Partai Golkar Dapil Papua pada Pemilu 2024 itu mengatakan, DPP Partai Golkar patut untuk meninjau keputusannya untuk memberi kesepatan kepada asli putra Papua guna menghindari konflik yang tidak perlu di Bumi Papua.

Selain itu, kata Frans, aspirasi yang disampaikan elemen masyarakat adat yang tergabung dalam DASS sejalan dengan semangat yang terkandung dalam pembentukan UU Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua sebagaimana telah dirubah menjadi UU No. 2 Tahun 2021 dengan memprioritaskan orang asli Papua yang sebelumnya belum menampakkan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia di Provinsi Papua, khususnya masyarakat Papua.

“Dengan adanya UU Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua yang telah dirubah menjadi UU No. 2 Tahun 2021 merupakan landasan hukum yang mengikat bagi semua pihak untuk memprioritaskan orang asli Papua pada semua lembaga pemerintahan di Bumi Papua, termasuk untuk menjadi Pimpinan DPRK, karenanya wajar dan sah secara hukum OAP menjadi Pimpinan DPRK Manokwari dan kabupaten/kota maupun provinsi lainnya yang ada di tanah Papua”, ujarnya. (Laban/Redaksi)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Bamus PapuaBamus Papua dan Papua BaratDewan adat suku - sukuDPD Partai Golkar Papua BaraDPP Partai GolkarDPRK ManokwariKepulauan YapenKerukunan Keluarga Besar Masyarakat Adat SeruiNon OAPOAPOtsus PapuaPimpinan DPRK ManokwariSuriyatitolak SuriyatiUU Nomor 21 Tahun 2001Willem Frans Ansanay
ShareTweetSend

Related Posts

Partai Golkar Tebar Semangat Iduladha dengan 47 Sapi Kurban, Sapi Bahlil Capai 1,3 Ton

Partai Golkar Tebar Semangat Iduladha dengan 47 Sapi Kurban, Sapi Bahlil Capai 1,3 Ton

Mei 27, 2026
DPP Partai Golkar Gelar Seminar Nasional “Reforma Agraria dan Keadilan Distribusi Tanah untuk Mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo”

DPP Partai Golkar Gelar Seminar Nasional “Reforma Agraria dan Keadilan Distribusi Tanah untuk Mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo”

Desember 13, 2025
Selain OAP, Rekrutmen Tenaga Kerja LNG Tangguh Harus Prioritaskan Anak Asli Bintuni

Selain OAP, Rekrutmen Tenaga Kerja LNG Tangguh Harus Prioritaskan Anak Asli Bintuni

Agustus 18, 2025

Ketua Umum Golkar Bahlil Kunjungi Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo

Mei 10, 2025

Mulai April 2025, Orang Asli Papua di Manokwari Berjumlah 87.748

April 8, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?