• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Antara Mandiri, BNI dan BCA, Siapakah yang kinerjanya paling baik?

Antara Mandiri, BNI dan BCA, Siapakah yang kinerjanya paling baik?

Oktober 29, 2020
DPPKB Kota Bekasi Gelar Sarasehan Kader KB, Perkuat Peran dalam Program Keluarga Berencana

DPPKB Kota Bekasi Gelar Sarasehan Kader KB, Perkuat Peran dalam Program Keluarga Berencana

Juli 25, 2026
Kemendagri dan KPK Jalin Sinergi, Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Daerah

Kemendagri dan KPK Jalin Sinergi, Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Daerah

Juli 25, 2026
ADVERTISEMENT
Prakiraan Cuaca Jakarta 25 Juli 2026, BMKG Prediksi Terik Seharian!

Prakiraan Cuaca Jakarta 25 Juli 2026, BMKG Prediksi Terik Seharian!

Juli 25, 2026
Menteri UMKM Sebut Nobar Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi Daerah dan Penjualan UMKM

Menteri UMKM Sebut Nobar Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi Daerah dan Penjualan UMKM

Juli 25, 2026
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan usai Jadi Tersangka TPPU

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan usai Jadi Tersangka TPPU

Juli 25, 2026
Puncak Penghargaan JNE Content Competition 2026, Wadah Kreativitas Anak Bangsa

Puncak Penghargaan JNE Content Competition 2026, Wadah Kreativitas Anak Bangsa

Juli 24, 2026
30 Juli, DAP wilayah III Doberai Akan Gelar RDP Masyarakat Adat

30 Juli, DAP wilayah III Doberai Akan Gelar RDP Masyarakat Adat

Juli 24, 2026
Menkomdigi Dorong Registrasi SIM Biometrik Mudah, Inklusif, dan Aman

Menkomdigi Dorong Registrasi SIM Biometrik Mudah, Inklusif, dan Aman

Juli 24, 2026
MK Putuskan Operator Seluler Diwajibkan Sediakan Opsi Sisa Kuota Tetap Aktif

MK Putuskan Operator Seluler Diwajibkan Sediakan Opsi Sisa Kuota Tetap Aktif

Juli 24, 2026
Wyndham Panbil Batam Raih Penghargaan Hotel Terbaik Diajang Trip.com Appreciation Night

Wyndham Panbil Batam Raih Penghargaan Hotel Terbaik Diajang Trip.com Appreciation Night

Juli 24, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Juli 25, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Antara Mandiri, BNI dan BCA, Siapakah yang kinerjanya paling baik?

[Ekonomi]

Oktober 29, 2020
in Ekonomi
0
0
SHARES
87
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pandemi Covid-19 memang membuat kemampuan bank mencetak laba semakin melemah. Tiga bank besar yang telah melaporkan kinerja di kuartal III 2020 yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) masing-masing mencatat penurunan laba.

Namun, kalau dibandingkan satu persatu, Bank BCA mencatatkan laba paling jumbo dengan penurunan paling rendah. Tercatat per September 2020 BCA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 20,03 triliun hanya turun tipis dari setahun sebelumnya sebesar Rp 20,92 triliun atau sebanyak 4,2% secara yoy.

Meski menurun, namun secara kuartalan, laba perseroan tumbuh signifikan 37,8% (qtq) menjadi Rp 7,79 triliun sepanjang kuartal III-2020. Sementara pada kuartal II-2020 laba bersih perseroan senilai Rp 5,65 triliun, dan Rp 6,58 triliun pada kuartal I-2020.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja dalam paparan daring, Senin (26/10) mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa ekonomi nasional mulai mengalami pemulihan.

“Kalau dilihat, kuartal II-2020 ekonomi nasional memang tengah berada pada titik nadir akibat pandemi. PSBB dilakukan secara ketat, ekonomi stagnan, distribusi barang dari Jakarta terhambat ke daerah. Masuk kuartal III-2020, PSBB diperlonggar, pada tahap ini ekonomi kembali menggeliat,” ungkap Jahja.

Ada beberapa hal yang membuat laba BCA tidak turun terlalu dalam. Pertama, dari pendapatan bunga bersih yang masih bisa naik 9% yoy menjadi Rp 40,8 triliun. Kemudian pendapatan non bunga masih tumbuh kendati tipis sebesar 3% yoy menjadi Rp 15,1 triliun.

Penurunan Laba Bank BUMN

Berbeda dengan BCA, dua bank BUMN BUKU IV mencatat penurunan laba cukup dalam. Bank BNI pada kuartal III 2020 mencatatkan laba bersih Rp 4,32 triliun, turun 63,9% yoy dari Rp 11,97 triliun di akhir September 2019.

Bila dirinci, penurunan ini tak terlepas dari perlambatan dari pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang terbilang stagnan di kuartal III 2020 menjadi Rp 26,64 triliun. Meski begitu pendapatan non bunga bank berlogo 46 ini masih cukup positif dengan kenaikan sebesar 7,2% secara yoy menjadi Rp 8,71 triliun.

Perlambatan perolehan pendapatan bunga itu juga membuat posisi margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) Bank BNI ikut menyusut 60 basis poin secara tahunan menjadi 4,3%. Akan tetapi, posisi tersebut sebenarnya masih lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi NIM BNI di tahun ini yang bakal ada di kisaran 3,7%-4,0% berdasarkan Presentasi Perusahaan di kuartal III 2020.

Perlambatan perolehan laba perseroan ini juga bisa disebabkan oleh meningkatnya mitigasi risiko perseroan. Tercermin dari coverage ratio yang naik signifikan dari 159,2% di September 2019 menjadi sebesar 206,9% di akhir September 2020 atau meningkat sebanyak 47,6%.

Wajar kalau BNI terus memupuk pencadangan yang cukup jumbo tahun ini. Sebab, kalau melihat posisi non performing loan (NPL) perseroan per kuartal III 2020 memang ada kenaikan cukup tinggi sebesar 1,8% menjadi 3,6%.

Direktur IT dan Operasi BNI Y.B Hariantono mengatakan, peningkatan coverage ratio ini merupakan langkah strategis yang diambil perseroan untuk meredam potensi risiko kredit yang sedang tinggi di masa pandemi.

“Langkah mitigasi kredit, kami ingin tumbuh selektif dan prudent. Dengan memperhatikan prospek dan kemampuan bayar debitur,” katanya dalam paparan kinerja kuartal III 2020 secara virtual, Selasa (27/10).

Pendapatan Operasional Bank Mandiri Turun

Begitu juga dengan Bank Mandiri yang mengakui perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19 tetap berdampak pada kinerja perseroan. Hal ini tercermin dari realisasi laba bersih di kuartal III-2020 yang turun 30,73% yoy menjadi Rp 14,02 triliun dari periode setahun sebelumnya Rp 20,25 triliun.

Hal ini utamanya disebabkan oleh berkurangnya mesin pencetak laba perseroan yaitu pendapatan operasional. Tercatat pendapatan operasional Bank Mandiri turun 3,06% yoy menjadi Rp 62,97 triliun di kuartal III-2020.

Di sisi lain, pencapaian pendapatan bunga bersih atau net interest income juga susut 4,27% yoy menjadi Rp 43,38 triliun. Kemudian, aktivitas perbankan yang terhambat dengan adanya pandemi juga membuat perolehan pendapatan berbasis komisi atau fee based income turun tipis 0,26% yoy menjadi Rp 19,58 triliun.

Tapi kabar baiknya, menurut Direktur Utama Bank Mandiri Darman Junaidi upaya efisiensi perseroan telah berhasil membuat biaya operasional lebih terjaga. Hal ini bisa tercermin dari biaya operasional perseroan per kuartal III-2020 yang hanya tumbuh 0,42% yoy menjadi Rp 28,32 triliun.

Pencapaian itu sejatinya lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sempat naik 4,82%. Bahkan lebih rendah dari bulan Juni 2020 sebesar 4,4%.

Untuk perolehan laba di tahun ini Darmawan menjelaskan bahwa pihaknya masih percaya diri laba bisa mencapai kisaran Rp 16 triliun di akhir tahun.

“Kami melihat laba di kuartal III 2020 ada di angka Rp 14 triliun, kami berharap di akhir tahun berada di kisaran yang tidak terlalu jauh,” pungkasnya.

Biaya Pencadangan (provisi) untuk redam laju NPL

Melihat kondisi penurunan laba di sejumlah bank besar, Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma beranggapan kondisi tersebut sangat wajar. Sebab, dalam situasi pandemi tentunya kemampuan bank untuk menyalurkan kredit terus terhambat, ditambah operasional yang terbatas.

Selain itu, risiko kredit yang terus naik memang memaksa bank untuk membuat biaya pencadangan (provisi) besar-besar agar dapat meredam laju NPL di kemudian hari. Tapi, untuk Bank BCA salah satu yang menjadi penopang terbaik laba adalah masih tingginya tingkat profitabilias perusahaan.

Salah satunya bisa dilihat dari rasio net interest margin (NIM) BCA yang masih tinggi di angka 5,8%. Walau turun dari tahun sebelumnya 0,4%. Lalu hal kedua yang membuat BCA bisa meredam penurunan laba, tak lain dari biaya dana atau cost of fund (CoF) yang masih bisa dijaga rendah di posisi 1,47% di kuartal III 2020.

“Walau bank lain juga mengalami penurunan biaya dana, BCA sudah lebih rendah dan signifikan. Beban bunganya menjadi rendah seiring dengan tren penurunan bunga simpanan,” kata Suria kepada Kontan.co.id, Selasa (27/10) malam.

Hal itu juga tidak terlepas dari posisi rasio dana murah (CASA) BCA yang sangat tinggi sebesar 76,4% di September 2020. Apalagi dengan dominasi dari sisi tabungan yang praktis menurut Suria tidak memakan biaya bunga tinggi bagi BCA.(*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: BCABNIMandiriPerbankan
ShareTweetSend

Related Posts

Jelang Hari Libur Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M, TNI AL Fasilitasi Masyarakat Mudik Gratis Jalur Darat Dan Laut

Jelang Hari Libur Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M, TNI AL Fasilitasi Masyarakat Mudik Gratis Jalur Darat Dan Laut

Maret 29, 2025
BI Area Sibolga Gelar Penandatangan Perpanjangan Perjanjian Kerjasama dan Penambahan Plafon Kas Titipan Sebesar 200 Miliar, Antara BI Area Sibolga Ke- BNI, Periode 2022- 2025

BI Area Sibolga Gelar Penandatangan Perpanjangan Perjanjian Kerjasama dan Penambahan Plafon Kas Titipan Sebesar 200 Miliar, Antara BI Area Sibolga Ke- BNI, Periode 2022- 2025

Maret 31, 2023
Bakamla RI Alihkan Administrasi Keuangan Personelnya ke BNI

Bakamla RI Alihkan Administrasi Keuangan Personelnya ke BNI

Februari 17, 2023

Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN dan BNI Berkolaborasi Memperluas Jangkauan SPKLU

April 27, 2022

Tak Terima Putusan Hakim, Nasabah Korban Salah Transfer BCA Akan Ajukan Banding

April 21, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?