
Jakarta, satukanindonesia.com – Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta maraknya tindak kejahatan penipuan daring lintas perbatasan menjadi perhatian serius para menteri luar negeri (menlu) negara-negara anggota ASEAN.
Ancaman jaringan kriminal canggih yang memicu perdagangan manusia, pencucian uang, hingga penyalahgunaan teknologi digital dinilai sebagai tantangan mendesak yang membutuhkan penguatan kerja sama regional, baik di internal kawasan maupun bersama mitra eksternal.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN, Kao Kim Hourn, melalui keterangan resmi, dalam pidatonya saat menyampaikan hasil Pertemuan Tahunan Menlu ASEAN (Manila) di Sekretariat ASEAN, Jakarta, dilansir dari infopublik, Selasa (28/7/2026).
“Ini merupakan masalah yang saat ini memengaruhi kita semua, dan ada kebutuhan untuk memperkuat kerja sama regional, baik di dalam ASEAN maupun antara ASEAN dan mitra-mitra eksternalnya,” kata Kao Kim Hourn.
Para menlu ASEAN juga sepakat untuk memperkuat koordinasi melalui mekanisme keamanan yang dipimpin ASEAN, guna memitigasi dampak konflik Timur Tengah terhadap ketahanan energi, pangan, rantai pasokan, serta keselamatan warga negara ASEAN di kawasan tersebut.
Selain itu, para menteri mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan pentingnya dialog, perlindungan warga sipil sesuai hukum internasional, serta menyuarakan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan di Gaza.(***)













