• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Batam: ”Free Corruption Zone”

Batam: ”Free Corruption Zone”

Agustus 30, 2025
KSP Pastikan Pemerintah Selalu Terbuka Terhadap Kritik

KSP Pastikan Pemerintah Selalu Terbuka Terhadap Kritik

Juni 13, 2026
DPR Soroti Kenaikan Harga BBM, Minta Tarif Listrik hingga Gas Melon Tetap Terjangkau

DPR Soroti Kenaikan Harga BBM, Minta Tarif Listrik hingga Gas Melon Tetap Terjangkau

Juni 13, 2026
ADVERTISEMENT
Tersangka Korupsi MBG, Komisaris Penyedia Motor Listrik Ditahan

Tersangka Korupsi MBG, Komisaris Penyedia Motor Listrik Ditahan

Juni 13, 2026
Menkomdigi: AI Harus Lindungi Masyarakat, Bukan Sekadar Dorong Pertumbuhan

Menkomdigi: AI Harus Lindungi Masyarakat, Bukan Sekadar Dorong Pertumbuhan

Juni 13, 2026
Kapuspen Mabes TNI: Pengerahan Personel saat Aksi Demonstrasi Dilakukan atas Permintaan Kepolisian

Kapuspen Mabes TNI: Pengerahan Personel saat Aksi Demonstrasi Dilakukan atas Permintaan Kepolisian

Juni 13, 2026
Truk Trailer Tak Kuat Menanjak di Fleyover Kranji Bekasi, Lalin di Sultan Agung ke Bekasi Lumpuh

Truk Trailer Tak Kuat Menanjak di Fleyover Kranji Bekasi, Lalin di Sultan Agung ke Bekasi Lumpuh

Juni 13, 2026
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Juni 12, 2026
Baleg DPR Percepat Penyusunan RUU Masyarakat Adat

Baleg DPR Percepat Penyusunan RUU Masyarakat Adat

Juni 12, 2026
Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Juni 12, 2026
Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Juni 12, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Juni 13, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Opini

Batam: ”Free Corruption Zone”

[Ragam Opini]

Agustus 30, 2025
in Ragam Opini
0
0
SHARES
30
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

Batam, satukanindonesia.com – Batam disebut Free Trade Zone. Hari ini lebih cocok disebut: Free Corruption Zone. Mengapa? Baca sampai tuntas.

Pejabat daerah? Sekarang punya carte blanche. Bukan karena rakyat memilih, tapi karena so-called PP 25 & 28/2025 memberinya kuasa penuh.

Izin lahan, izin laut, reklamasi — semua lewat satu pintu: BP Batam. Partai tetap ikut ambil bagian, tapi kini pejabat daerah jadi raja kecil. Siapa dekat dengan meja itu, dia yang menang.

Aparat pun kebagian. Tajir bukan karena gaji, tapi karena disirami duit. Kalau tidak, mana mungkin ada pancang-pancang ilegal berdiri di laut enam bulan terakhir, tanpa juklak, tanpa juknis?

Siapa yang rugi? Tokoh lokal dipermalukan (Purajaya diratakan). Nelayan kehilangan laut. Kampung tua terjepit. Mangrove ditebang.

Siapa yang untung? Investor besar, pejabat superbody, partai rakus, aparat tajir.

Batam bukan lagi panggung pembangunan. Batam hari ini adalah panggung keserakahan yang dilegalkan.

Free Trade Zone?
Lebih jujur kalau disebut:
Free Corruption Zone.

Dari Free Trade Zone ke Free Mafia Zone

Batam dulu dibanggakan sebagai Free Trade Zone. Kawasan perdagangan bebas yang jadi wajah Indonesia di depan Singapura. Tempat investasi datang, lapangan kerja tumbuh, dan modernisasi berjalan.

Itu dulu. Hari ini, Batam lebih cocok disebut: Free Mafia Zone. Karena yang bebas justru mafia lahan.

Nama-Nama yang Semua Orang Tahu.
Siapa mereka?
Ada Asri alias Akim.
Ada Bobie Jajanto.
Di belakangnya ada bohir besar: AH alias DC.

Uang mereka deras.
Jaringannya panjang.
Mereka tidak bergerak sendirian.
Ada pejabat daerah yang memberi jalan.
Ada partai yang jadi makelar.
Ada aparat yang tajir karena disirami.

Itu sebabnya, meski juklak dan juknis tidak ada, pancang-pancang reklamasi bisa berdiri di laut sejak enam bulan lalu. Siapa berani memancang laut tanpa izin resmi, kalau tidak dilindungi?

Superbody yang Jadi Boneka

Sumber masalah ada pada PP 25/2025 dan PP 28/2025. Aturan ini menjadikan BP Batam superbody. Semua izin—darat maupun laut—dipusatkan di sana.

Wali Kota otomatis Kepala BP Batam. Di kertas, ia tampak perkasa. Di lapangan, justru boneka. Karena semua orang tahu, yang lebih garang justru Wakil Wali Kota. Seperti macan yang nyasar, tapi akhirnya menguasai arena. Urusan besar sampai urusan sampah pun harus lewat dia.

Purajaya: Tumbal, Bukan Solusi

Hotel Purajaya di Teluk Tering dirobohkan. Alasannya: peralihan lahan bermasalah.

Tapi rakyat tahu: Purajaya hanyalah tumbal. Yang terang-terangan dihukum, sementara mafia besar justru aman. Asri dan Bobie tetap melenggang. Bohir DC tetap menyalurkan dana. Dan proyek-proyek besar tetap berjalan.

Rakyat Melayu yang Tersisih

Yang kalah siapa?
Bukan mafia.
Bukan pejabat.
Bukan aparat.

Yang kalah adalah rakyat Melayu.
Kampung tua makin sempit.
Nelayan kehilangan laut.
Mangrove ditebang, abrasi makin parah.
Marwah Melayu dipermalukan di tanahnya sendiri.

Kesimpulan: Free Mafia Zone

Batam hari ini jadi panggung besar.
– Mafia lahan jadi pemain utama.
– Bohir jadi sponsor.
– Pejabat daerah jadi boneka.
– Wakil Wali Kota jadi macan.
– Partai jadi makelar.
– Aparat jadi penonton yang kenyang disirami.

Dan rakyat?
Hanya bisa menonton, sambil bertanya:
Batam ini untuk siapa—untuk bangsa, atau untuk mafia?

Batam memang masih disebut Free Trade Zone.
Tapi realitasnya, ia sudah berubah.
Hari ini, Batam lebih pantas disebut:
Free Mafia Zone. (*)

Oleh: Monica Nathan

Profil penulis: Monica Nathan, konsultan di bidang teknologi informasi. Hidup di dunia modern, tapi hatinya selalu kembali pada akar: Melayu dan Indonesia.

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: BatamBP BatamMelayuMonica Nathan
ShareTweetSend

Related Posts

Lagi Viral Belanja di Online”CUCI GUDANG BATAM 91″ SHOP ONLINE, Makin Diminati Pelanggan, harga terjangkau dan mudah di akses

Lagi Viral Belanja di Online”CUCI GUDANG BATAM 91″ SHOP ONLINE, Makin Diminati Pelanggan, harga terjangkau dan mudah di akses

Juni 11, 2026
Setelah Tiga Hari Pencarian  TNI AL Bersama SAR Gabungan Evakuasi Korban di Perairan Jembatan 5 Barulah Batam

Setelah Tiga Hari Pencarian  TNI AL Bersama SAR Gabungan Evakuasi Korban di Perairan Jembatan 5 Barulah Batam

Maret 30, 2026
Amsakar-Li Claudia Sukses Jadikan Batam Terbaik se-Kepri dan Masuk 13 Besar Nasional Pencegahan Korupsi

Amsakar-Li Claudia Sukses Jadikan Batam Terbaik se-Kepri dan Masuk 13 Besar Nasional Pencegahan Korupsi

Maret 19, 2026

THR Pekerja Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Lebaran, Pemko Batam Buka Posko Pengaduan

Maret 11, 2026

Kebakaran Hutan Lindung di Bukit Dangas Sekupang, Damkar Kemenhut Batam Tim A Manggala Agni reaksi cepat padamkan api.

Januari 24, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?