• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Berburu Popularitas di Tengah Pandemi

Berburu Popularitas di Tengah Pandemi

Agustus 4, 2021
Mendagri Usul Pembentukan Ditjen BUMD demi Perkuat Kemandirian Fiskal

Mendagri Usul Pembentukan Ditjen BUMD demi Perkuat Kemandirian Fiskal

Juni 4, 2026
Diduga Selundupkan Pipa Impor Lewat Pelabuhan Tikus Barelang, KLM Kampar Indah 01 Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Diduga Selundupkan Pipa Impor Lewat Pelabuhan Tikus Barelang, KLM Kampar Indah 01 Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Juni 4, 2026
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Bertemu Menlu Türkiye di Hambalang, Bahas Palestina hingga Stabilitas Timur Tengah

Presiden Prabowo Bertemu Menlu Türkiye di Hambalang, Bahas Palestina hingga Stabilitas Timur Tengah

Juni 4, 2026
KY Gelar Seleksi Kesehatan dan Kepribadian bagi 42 Calon Hakim Agung serta Hakim Ad Hoc Mahkamah Agung

KY Gelar Seleksi Kesehatan dan Kepribadian bagi 42 Calon Hakim Agung serta Hakim Ad Hoc Mahkamah Agung

Juni 4, 2026
PAM Jaya Hentikan Sementara Pasokan Air di 45 Kelurahan Jakarta Pada 5-6 Juni

PAM Jaya Hentikan Sementara Pasokan Air di 45 Kelurahan Jakarta Pada 5-6 Juni

Juni 4, 2026
Pemerintah-DPR Sepakat RUU P2SK Siap Dibahas di Paripurna

Pemerintah-DPR Sepakat RUU P2SK Siap Dibahas di Paripurna

Juni 4, 2026
Pesan Plh Wali Kota Harris Bobihoe Kepada Lulusan SMPN 35 Kota Bekasi

Pesan Plh Wali Kota Harris Bobihoe Kepada Lulusan SMPN 35 Kota Bekasi

Juni 4, 2026
Plh. Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Nilai Persatuan Bangsa.

Plh. Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Nilai Persatuan Bangsa.

Juni 4, 2026
Komisi II DPR Tegaskan Sudah Siap Bahas Perubahan UU Pemilu

Komisi II DPR Tegaskan Sudah Siap Bahas Perubahan UU Pemilu

Juni 3, 2026
ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Juni 3, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Berburu Popularitas di Tengah Pandemi

[Nasional]

Agustus 4, 2021
in Nasional
0
0
SHARES
63
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Illustrasi. Petugas gabungan mencopot baliho saat penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2019 di kawasan Kecamatan Kraton, Yogyakarta (Antara Foto)
Illustrasi. Petugas gabungan mencopot baliho saat penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2019 di kawasan Kecamatan Kraton, Yogyakarta (Antara Foto)

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Seperti situasi saat ini, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia tidak menyurutkan semangat para elite politik untuk terus mencari popularitas, serta memoles citra dirinya untuk kepentingannya sendiri, bagaimana tanggapan kita sebagai rakyat menanggapi manuver elite politik dalam berburu popularitas di tengah situasi pandemi saat ini yang melanda Indonesia? mari kita renungkan didalam hati.

Sejumlah politikus menggunakan berbagai cara berbeda untuk meraih simpati masyarakat. Salah satunya seperti pemasangan iklan politik berupa baliho hingga billboard yang belakangan ini gencar dilakukan oleh Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Baliho tersebut kini sudah banyak tersebar di daerah-daerah. Peletakannya baliho tersebut bervariasi. Mulai dari yang dipajang secara legal di tempat yang sudah disediakan hingga dipasang pada tiang-tiang listrik.

Baca juga: Sumbangan Rp2 T Dari Keluarga Akidi Tio Hanya Fiktif, PPATK Akan Lapor ke Kapolri

Tak hanya baliho Puan dan Airlangga, kemenangan atlet-atlet Indonesia pada berbagai cabang olahraga di Olimpiade Tokyo 2020 juga dijadikan objek bagi para politikus.

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin mengatakan upaya pemasangan baliho hingga mengucapkan selamat bagi atlet yang berprestasi di Olimpiade merupakan fenomena para politikus di Indonesia sedang berburu popularitas di tengah pandemi.

“Arahnya ke sana, berburu popularitas. Mereka para politikus memanfaatkan momentum. Atau mereka menunggangi momentum untuk mencari popularitas. Caranya dengan menunggangi kesuksesan atlet yang raih prestasi di Tokyo, mau pun buat spanduk-spanduk di jalanan yang ingatkan protokol kesehatan seperti Puan,” kata Ujang Senin (3/7) malam.

Ujang mengatakan menyampaikan selamat kepada atlet menjadi strategi politikus untuk ikut mengkapitalisasi popularitas dari masyarakat. Sebab, perhatian utama masyarakat saat itu tengah tertuju ke ke arah para atlet yang berprestasi. Baca juga: Survei Indostrategic: Demokrat dan PKS Mengekor di Bawah PDIP dan Gerindra!

Hal senada juga dilakukan para politikus yang memasang banyak baliho. Mereka tengah berupaya melakukan sosialisasi diri sejak jauh-jauh hari untuk persiapan pilpres 2024 mendatang.

ADVERTISEMENT

“Meski pakai cara-cara lama. Tapi masih efektif. Baliho misalnya, karena masih banyak penduduk di pedesaan, maka strategi itu masih efektif di daerah pedesaan. Makanya calon-calon presiden masang di situ,” kata Ujang.

Ujang menambahkan, tidak ada larangan bagi politikus untuk memberikan ucapan selamat kepada para pemenang olimpiade baik maupun memasang banyak baliho di tengah pandemi.

Meski demikian, etika politik para politikus tersebut dinilai kurang baik. Sebab, tindakan tersebut bersinggungan dengan kondisi pandemi di Indonesia.

Sementara Menurut Advokat Maruli Tua Silaban di kantor MTS Assosiates Law Firm, Maruli mengatakan, ”Paling tidak, para politisi tetap menjaga dan mengedepankan etika politik yang santun, tetap menjaga suasana kedamaian dan kerukunan hidup, harmoni hidup bersama, tidak mengadu domba dan tidak membenturkan antar pemeluk agama yg berbeda. Politisi tidak mempolitisasi agama.”

Baca juga: Arief Poyuono Kritik Pengecatan Ulang Pesawat Presiden, “Engga Ada Manfaatnya Bagi Masyarakat”

Meski demikian, idealnya para politikus lebih menunjukkan aksi nyata di tengah masyarakat saat kondisi serba kesusahan saat ini. Ketimbang terus memoles citra dan beretorika yang pada ujungnya demi kepentingan pribadi.

(nal/SI)

 

 

Komentar Facebook

Tags: berburu popularitaselite politikMTS Associates Law Firmpandemi covid-19politikusrakyat butuh makan bukan baliho atau spanduk
ShareTweetSend

Related Posts

PDIP dan Nasdem akan Bertemu Besok, Bahas Konsilidasi Pilpres 2024

Kasus Covid-19 Kembali Naik, Puan Minta Pemerintah Beri Penjelasan

Mei 5, 2023
Politikus Gerindra Bela Luhut Soal OTT KPK Yang Perburuk Citra Indonesia

Politikus Gerindra Bela Luhut Soal OTT KPK Yang Perburuk Citra Indonesia

Desember 22, 2022
Menyongsong Ketahanan Kesehatan Nasional Yang Tangguh Melalui Herbal

Menyongsong Ketahanan Kesehatan Nasional Yang Tangguh Melalui Herbal

Maret 7, 2022

TNI AL Tanggulangi Pandemi Covid-19, Angkut Bantuan Medis dari Singapura

Februari 25, 2022

IDI: Indonesia Memasuki Fase Relaksasi Pandemi Covid-19

November 2, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?