• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
BMKG: Tsunami Selat Sunda Bukan Dipicu Gempa

BMKG: Tsunami Selat Sunda Bukan Dipicu Gempa

Desember 23, 2018
Sekjen PBB Antonio Guterres Berkunjung ke Indonesia

Sekjen PBB Antonio Guterres Berkunjung ke Indonesia

Oktober 17, 2026
Perkuat Ketahanan Indonesia, Persatuan Inteligensia Kristen Usulkan Pengembangan Nuklir

Perkuat Ketahanan Indonesia, Persatuan Inteligensia Kristen Usulkan Pengembangan Nuklir

Oktober 17, 2026
ADVERTISEMENT
DPRD Batam Tetapkan Anwar Anas dan Muhammad Fadhli Pimpin Pansus Revisi Ranperda Ketertiban Umum

DPRD Batam Tetapkan Anwar Anas dan Muhammad Fadhli Pimpin Pansus Revisi Ranperda Ketertiban Umum

Oktober 17, 2026
DPRD Batam Tetapkan Muhammad Syafe’i dan Setia Putra Tarigan Pimpin Pansus Ranperda Hak Keuangan dan Administratif Dewan

DPRD Batam Tetapkan Muhammad Syafe’i dan Setia Putra Tarigan Pimpin Pansus Ranperda Hak Keuangan dan Administratif Dewan

Oktober 17, 2026
Demi Keamanan Jurnalis, Polda Papua dan Komnas HAM Perkuat Komunikasi

Demi Keamanan Jurnalis, Polda Papua dan Komnas HAM Perkuat Komunikasi

Oktober 17, 2026
Kemendagri Dorong Pemprov Papua Pegunungan Selaraskan Program Pembangunan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kemendagri Dorong Pemprov Papua Pegunungan Selaraskan Program Pembangunan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Oktober 17, 2026
Dugaan Korupsi Lahan PT SMJ, KPK Telusuri Aliran Dana ke Kementerian ATR/BPN

Dugaan Korupsi Lahan PT SMJ, KPK Telusuri Aliran Dana ke Kementerian ATR/BPN

Oktober 17, 2026
Polri Perkuat Penanganan Karhutla melalui Polisi Khusus Kehutanan

Polri Perkuat Penanganan Karhutla melalui Polisi Khusus Kehutanan

Oktober 17, 2026
Stok BBM Nasional Aman, Pertamina Diminta Percepat Distribusi ke Daerah

Stok BBM Nasional Aman, Pertamina Diminta Percepat Distribusi ke Daerah

Oktober 17, 2026
Amankan Energi Indonesia, Menteri Bahlil Berburu Minyak Hingga Afrika

Amankan Energi Indonesia, Menteri Bahlil Berburu Minyak Hingga Afrika

Oktober 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

BMKG: Tsunami Selat Sunda Bukan Dipicu Gempa

[Nasional]

Desember 23, 2018
in Nasional
0
0
SHARES
208
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

SatukanIndonesia.com – Tsunami yang terjadi di sekitar Pantai Anyer Pandeglang dan Lampung Selatan tidak dipicu oleh Gempa Bumi. Hal ini dipastikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Sabtu (22/12/18).

Menurut Dwikorita, awalnya BMKG sudah mendeteksi dan memberikan peringatan dini adanya gelombang tinggi mulai 22 Desember hingga 25 Desember 2018 di Selat Sunda.

Dari laporan tim lapangan BMKG, pada Sabtu (22/12/2018) pukul 09.00 – 11.00 terjadi hujan lebat dan angin kencang di Perairan Anyer.

Malamnya, BMKG berkoordinasi dengan Badan Geologi melaporkan bahwa pada pukul 21.03 WIB Gunung Krakatau erupsi kembali, menyebabkan peralatan seismometer sempat rusak.

Tetapi seismic Stasiun Sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus dan tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan.

“Berdasarkan rekaman seismik dan laporan masyarakat, peristiwa ini tidak disebabkan oleh aktivitas gempa bumi tektonik namun sensor Cigeulis (CGJ l) mencatat adanya aktivitas seismik dengan durasi kurang lebih 24 detik dengan frekwensi 8-16 Hz pada pukul 21.03 WIB,” kata Dwikorita dalam keterangan tertulis.

Tak lama kemudian, dari hasil pengamatan tidegauge (sementara) didapatkan data sebagai berikut:

  1. Tidegauge Serang di Pantai Jambu, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang tercatat pukul 21.27 WlB ketinggian air 0.9 meter.
  2. Tidegauge Banten di pelabuhan Ciwandan, Kecamatan Ciwandan tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian aur 0.35 meter.
  3. Tidegauge Kota Agung di Desa Kota Agung, Kecamatan Kota Agung, Lampung tercatat pukul 21.35 WlB ketinggian 0.36 meter.
  4. Tidegauge Pelabuhan Panjang, Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung tercatat pukul 21.53 WlB ketingian 0.28 meter.

Dampak dari Tsunami hingga saat ini tercatat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka, 2 orang masih belum ditemukan dan puluhan bangunan rusak.

Dwikorita mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menjauh dari perairan Selat Sunda untuk sementara.

“Diimbau untuk menjauh dari pantai Perairan Selat Sunda hingga ada perkembangan infomasi dari BMKG dan Badan Geologi,” ucap Dwikorita.

Fenomena Langka

Sementara itu walau tengah menjalani perawatan atas kanker paru-paru stadium 4B yang diderita, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyoroti khusus adanya fenomena tsunami yang terjadi di kawasan Pantai Anyer, Banten pada Sabtu (22/12/18).

Fenomena yang diakui sejumlah ahli sangat langka. Langkanya fenomena tersebut diungkapkan Sutopo merujuk pada pemicu tsunami yang dikabarkan telah menewaskan sebanyak 43 orang, melukai sebanyak 584 orang itu hingga Minggu (23/12/2018) pagi.

Pemicu tsunami Anyer katanya bukan gempa yang terjadi di dalam laut seperti fenomena tsunami yang terekam seismograph di seluruh dunia pada umumnya.

Pemicu tsunami Anyer dijelaskan Sutopo belum dapat dipastikan hingga saat ini, namun besar kemungkinan tsunami Anyer dipicu adanya longsor bawah laut imbas dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi terus menerus.

Sutopo bahkan mengakui pihaknya sempat kesulitan mencari tahu pemicu tsunami Anyer hingga kini lantaran adanya gempa tremor yang terjadi terus menerus karena letusan anak Gunung Krakatau.

Sementara, tsunami Anyer diketahui terjadi setinggi tiga meter yang meluluh lantakan pesisir pantai sebelah barat Banten, mulai dari kawasan Tanjung Lesung, Labuhan, Carita hingga kawasan Anyer itu.

“Fenomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka. Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigaikan. Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu. Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian,” tulis lewat akun twitternya @Sutopo_PN; pada Minggu (23/12/18) pagi.

Tidak hanya diperkirakan dipicu adanya longsor bawah laut, langkanya Tsunami Anyer katanya didasarkan pada fenomena alam yang terjadi sepanjang Sabtu (22/12/18) malam. Diketahui terjadi gelombang pasang akibat bulan purnama penuh.

Tsunami Anyer

Sebelumnya, kabar tentang adanya tsunami di pesisir Pantai Anyer, Banten pada Sabtu (22/12/18) malam sempat dibantah oleh Sutopo.

Namun, bersamaan dengan viralnya sejumlah potret dan video tsunami, Sutopo merevisi seluruh bantahannya tentang terjadinya tsunami di kawasan pantai Anyer, Banten.

Lewat statusnya twitternya pada Minggu (23/12/18), Sutopo menegaskan kawasan Anyer telah disapu tsunami semalam.

Tsunami yang diperkirakan karena longsor bawah laut Selat Sunda itu terjadi pada Sabtu (22/12/18) pukul 20.27 WIB.

“Benar, ada tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda pada 22/12/2018, 20.27 WIB. Penyebab tsunami bukan gempabumi. Namun kemungkinan adanya longsor bawah laut pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau. Bersamaan dengan adanya gelombang pasang akibat bulan purnama,” tulis Sutopo.

“Saya mohon izin. Twitt di awal yang mengatakan tidak ada tsunami saya hapus. Agar tidak membingungkan. Kesalahan awal terjadi karena mengacu data dan informasi dari berbagai sumber bahwa tidak ada tsunami. Namun sudah direvisi karena mengacu data dan analisis terbaru,” tambahnya menegaskan.

Puluhan Orang Tewas

Sebelumnya, Sutopo menyebutkan dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah.

Hingga 23/12/18 pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 40 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak.

“Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami,” jelasnya dalam siaran tertulis pada Minggu (23/12/18).

Wilayah Terpapar Bencana

Sutopo memaparkan, tsunami Anyer dirasakan di sejumlah wilayah pesisir pantai Banten dan Lampung Selatan, Lampung.

Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat.

Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita.

Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

Di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

“Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah. Penanganan darurat terus dilalukan. Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya masih disiapkan, alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat,” jelas Sutopo.

“Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya,” tambahnya. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: BadanBencana AlamBMKGBNPBNasionalSatukan IndonesiaTsunami Selat Sunda
ShareTweetSend

Related Posts

BNPB Terapkan Penyemaian Dry Ice Untuk Atasi Asap Karhutla Sumsel

BNPB Terapkan Penyemaian Dry Ice Untuk Atasi Asap Karhutla Sumsel

Oktober 16, 2026
KPK OTT BNPB,  Tangkap Sestama Rustian dan Sita Uang-Emas Rp1,4 Miliar

KPK OTT BNPB,  Tangkap Sestama Rustian dan Sita Uang-Emas Rp1,4 Miliar

Oktober 14, 2026
BMKG Deteksi 3.663 Titik Panas di Sumatera

BMKG Deteksi 3.663 Titik Panas di Sumatera

Oktober 13, 2026

Prakiraan BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Muncul di Sumatera hingga Papua

Oktober 12, 2026

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG: Jakarta Didominasi Berawan 

Oktober 10, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?