
Surabaya, SatukanIndonesia.Com -Sebagai wujud penguatan terhadap organisasi relawan di Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kembali menginisiasi nota kesepahaman atau biasa dikenal dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur dengan organisasi relawan. Kali ini, MoU dilakukan antara PWI dengan, organisasi relawan di jawa Timur yang beranggotakan puluhan organisasi relawan.
Penandatanganan kesepakatan antar dua organisasi besar di bidangnya masing-masing ini dilakukan di salah satu hotel di Kota Surabaya akhir pekan lalu (6/8). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Rapat Koordinasi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur dengan fokus “Peneguhan Peran Strategis Forum PRB Jawa Timur dalam penanggulangan bencana”.
Isi naskah MoU yang ditandatangani oleh Ketua PWI jawa Timur Lutfil Hakim dan Sekretaris Jenderal Forum PRB Jawa Timur Catur Sudharmanto ini terdiri dari 2 poin kesepakatan yang berisi hak dan tanggung jawab masing-masing. Secara mendasar kedua lembaga ini bersepakat untuk bersama saling melengkapi dalam upaya pengurangan risiko bencana. PWI akan melakukan penguatan di bidang jurnalistik, Forum PRB akan melakukan penguatan terkait dengan data dan informasi kebencanaan di lapangan.
Selain Ketua PWI Jawa Timur dan Sekretaris Jenderal Forum PRB Jawa Timur, turut bertanda tangan, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Budi Santoso. Dalam penanda tanganan di depan ratusan peserta Rakor ini juga turut hadir dan menyaksikan Direktur Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Pangarso Suryotomo, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur Andhika Sudigda dan Tenaga Ahli BPD Jawa Timur Subhan.
Sebagai langkah awal dari MoU yang dilakukan, dalam sesi paparan materi, Wakil Ketua PWI Jawa Timur, Machmud Suhermono menyampaikan materinya seputar jurnalistik kebencanaan. Dalam paparan yang disampaikannya secara singkat, salah satu wartawan senior di Jawa Timur ini menyampaikan materi seputar ciri khas media pers dan media sosial serta pengantar jurnalistik kebencanaan. Menurutnya, relawan kebencanaan harus memahami perbedaan diantara keduanya. Selain itu, ia juga berharap relawan kebencanana berhati-hati dalam mensharekan informasi yang mereka terima. Hoaks kebencanaan adalah hal yang marak dan harus dihindari.

Mengenai MoU yang dilaksanakan dengan inisiasi BPBD Jawa Timur, Kalak Budi Santoso menyampaikan, “MoU yang dilakukan antara PWI dan Forum PRB Jawa Timur ini merupakan salah satu upaya BPBD Jawa Timur dalam penguatan sinergi pentahelix kebencanaan sekaligus penguatan kapasitas relawan. Ini dalam rangka optimalisasi tercapainya tujuan pembangunan Jawa Timur di bidang kebencanaan sesuai dengan visi misi Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa.”
Apa yang dilakukan oleh BPBD ini mendapatkan apresiasi beberapa pihak yang hadir dalam forum koordinasi Forum PRB ini. Salah satu diantaranya Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo. “Penguatan pentahelix adalah hal yang harus dilakukan. Jejaring semua elemen termasuk relawan dan media. Jika ini dilakukan secara fungsional, akan menjadi sesuatu yang luar biasa bagi efektifitas upaya pengurangan risiko bencana. Apresiasi untuk Pak Budi Santoso dan kawan-kawan BPBD Jawa Timur, PWI Jawa Timur dan Forum PRB Jawa Timur.”
Secara senada apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Hikmah Bafaqih dan Ketua KPID Jawa Timur Immanuel Yosua. Ketua dan salah anggota Dewan Pengarah Forum PRB Jatim ini juga menyampaikan terima kasih kepada BPBD Jatim dan PWI yang berusaha mengoptimalkan Pentahelix dan melakukan penguatan jejaring pengurangan risiko bencana (MPI).













