
MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Setelah mengalami kevakuman kepengurusan 5 Tahun, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) provinsi Papua Barat resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II, di Manokwari, Senin (03/03/2025).
Muscab yang bertema ‘Mewujudkan Hiswana Migas yang Solid dan Profesional dalam Menghadapi Era Digitalisasi Menuju Energi Baru Tanpa Batas’ ini, dibuka oleh perwakilan Gubernur definitif Dominggus Mandacan, yakni Kepala Dinas (Kadis) ESDM Papua Barat, Dr. Samy Saiba.
Kegiatan pergantian kepengurusan tersebut dalam rangka mendorong ketahanan energi bagi keberlanjutan energi di Indonesia, khususnya di Papua Barat.
Gubernur melalui Kadis ESDM Papua Barat, Dr. Samy Saiba dalam sambutan mengajak, Hiswana Migas untuk berperan aktif mendukung program pemerintah daerah (Pemda), termasuk program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dengan berkontribusi dalam penyediaan dan distribusi energi.
“Hiswana Migas harus berkontribusi melalui pemikiran-pemikiran inovatif, misalnya dengan mengeksplorasi sumber energi alternatif dan mencari cara untuk mengefisienkan penggunaan energi fosil,”ujarnya.
Ia juga mengingatkan, kolaborasi dan sinergi antara Hiswana Migas dengan Pemda dalam mengatasi berbagai tantangan di lapangan, serta kesiapan infrastruktur Pertamina guna menghadapi berbagai permasalahan yang mungkin timbul.
Mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, diharapkan Muscab ini akan menjadi momentum untuk memaksimalkan potensi energi daerah.
“Kita memiliki sumber energi yang perlu dikelola secara optimal, dan ke depan kita berharap dapat mengembangkan potensi energi baru terbarukan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,”tambah Saiba.
Sebagai Kadis ESDM, Ia berpesan, musyawarah tersebut dapat menghasilkan berbagai langkah strategis dalam mewujudkan visi organisasi.
Region Manager Retail Sales Papua Maluku, Ayub Ritto menyampaikan, kehadiran organisasi Hiswana Migas di Papua Barat akan menjadi wadah komunikasi yang efektif bagi semua pihak yang terlibat dalam sektor Migas.
“Semoga muscab hari ini dapat melahirkan pengurus yang solid dan profesional, sehingga organisasi ini dapat berkontribusi lebih besar bagi pengembangan industri migas di wilayah Papua Barat,”ujarnya.
Keberadaan Hiswana Migas diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai organisasi profesi, melainkan juga sebagai agen perubahan, yang mampu mendorong inovasi dan penerapan teknologi terkini dalam industri Migas.
Dirinya berharap, kepengurusan baru organisasi menjadi langkah awal dalam membangun Hiswana Migas Papua Barat, yang lebih solid dan siap menghadapi tantangan di lapangan.
Dalam kesempatan ini, Ayub meminta pengurus yang terpilih nantinya untuk menjalin kerjasama yang erat dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, asosiasi, dan masyarakat.
“Pengurus yang terpilih tentunya diharapkan untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi demi tercapainya visi dan misi Hiswana Migas,”ujar Ayub.

Sementara itu, Plt. Ketua Hiswana Migas Papua Barat, Ferry Auparay menjelaskan, musyawarah cabang ini merupakan hal penting, terutama mengingat kekosongan kepemimpinan Hiswana Migas Papua Barat sejak meninggalnya Bapak Simanjuntak pada Juli 2020.
Ferry Auparay mengungkapkan, kepemimpinan almarhum Simanjuntak selama kurang lebih 30 tahun telah meninggalkan kekosongan yang cukup lama. Maka Muscab II diharapkan dapat memilih pimpinan baru, untuk periode selanjutnya.
Ia mengingatkan, soliditas dan profesionalisme Hiswana Migas dalam menghadapi era digitalisasi dan transisi energi.
Ferry juga memberikan aapresiasi kepada Eksekutif Manager MOR 8 Pertamina Wilayah Maluku Papua atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
Lebih lanjut, ia berharap Muscab dapat melahirkan organisasi yang mampu menghadapi tantangan tersebut.
Anggota DPRP Papua Barat ini menyampaikan harapan agar Pemda, termasuk Gubernur dan Bupati, serta pimpinan DPR agar memberikan dukungan terhadap Hiswana Migas pasca Muscab dalam melakukan sosialisasi berbagai program baru dan mendorong sinergi antara Hiswana Migas, Pertamina, dan pemerintah.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah implementasi sistem Barcode dan digitalisasi dalam penyaluran BBM subsidi.
Auparay menjelaskan, hal ini merupakan tuntutan dari Pertamina dan instruksi Presiden yang dijalankan oleh Kementerian ESDM untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Sistem digitalisasi ini, baik online maupun offline, telah diimplementasikan hingga ke tingkat kampung.
Oleh karena itu, Ia meminta peran pemerintah daerah dalam hal penentuan kuota BBM subsidi, mengingat BBM subsidi merupakan hak rakyat dan pemerintah daerah. Pertamina sebagai operator, Hiswana Migas, dan Pertashop sebagai pelaksana di lapangan, membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran yang efektif dan efisien.
Ferry lalu berharap ketua terpilih akan bertanggung jawab penuh dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk menghadapi tantangan ke depan. [GRW]













