
SORONG, SatukanIndonesia.com– Menjamin keberlanjutan masa depan, Gubernur provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu mengingatkan, bupati dan wali kota memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Semua hal memang penting, infrastruktur juga penting, tapi yang lebih utama yaitu membangun SDM. Tanggung jawab pemerintah daerah yaitu menyiapkan masa depan generasi Papua Barat Daya yang berkualitas,”kata Elisa Kambu kepada wartawan, Senin (21/04/2025).
Sebagai Gubernur, ia meminta, semua kabupaten dan kota di Papua Barat Daya agar memprioritaskan program peningkatan kualitas SDM generasi muda dalam kegiatan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) 2026 yang digelar di daerah masing-masing.
Menurutnya, Papua Barat Daya memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah, seperti gas, minyak dan bahan tambang lainnya. Namun kekayaan alam yang melimpah itu suatu ketika akan habis terpakai.
“Yang tidak pernah akan habis yaitu SDM. Kalau kita memiliki SDM yang baik pasti kita ada di posisi dimana-mana, bukan kita kemana-mana,”ujarnya.
Mantan Bupati Asmat dua periode itu menyebut, masih banyak anak-anak asli PBD yang hingga kini belum tersentuh pendidikan formal.Pemerintah, katanya, hadir untuk menyentuh anak-anak tersebut agar mereka bisa menikmati pendidikan yang layak dan memadai.
“Itu yang menjadi fokus kita untuk dilakukan intervensi,”tuturnya.
Dia berharap, setiap kampung (desa) di wilayah PBD memiliki gedung sekolah, minimal sampai kelas 3 sekolah dasar. Selanjutnya kelas 4 sampai kelas 6 SD bisa digabung di sekolah terdekat.
“Kalau anggaran daerah memungkinkan, bangun gedung sekolah sampai kelas 3 SD untuk menjawab kebutuhan anak-anak agar bisa sekolah. Nanti kalau naik ke kelas 4 sampai kelas 6 bisa pindah sekolah ke kampung terdekat,”kata Elisa.
Dalam masa kepemimpinan-nya bersama Ahmad Nausrau di Papua Barat, Elisa Kambu menargetkan, terjadinya peningkatan kualitas SDM, ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Target tersebut, katanya, tidak bisa tercapai jika tidak didukung oleh pemerintah kabupaten dan kota di Papua Barat Daya.
“Anak-anak kita yang potensial secara akademik, tapi tidak didukung dengan kemampuan ekonomi keluarga, itu yang harus pemerintah lakukan intervensi dengan langkah-langkah yang konkret,”tandasnya. [**/GRW]













