
MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Bupati Manokwari, di provinsi Papua Barat Hermus Indou menyatakan, siap mewujudkan transformasi pembangunan daerah yang berkelanjutan selama masa kepemimpinan-nya lima tahun ke depan atau periode 2025-2030.
“Menjadikan kabupaten Manokwari peradaban maju, berdaya saing, mandiri dan sejahtera dalam bingkai otonomi khusus Papua dan NKRI,”kata Hermus saat pidato kenegaraan perdana pada rapat paripurna DPRK di Manokwari, Rabu.
Ia mengatakan, hal tersebut merupakan visi Pemkab Manokwari yang akan diwujudkan dengan 11 misi pembangunan daerah yang harus dilaksanakan secara holistik dan berkelanjutan yaitu
Pertama, membangun Manokwari yang religius, moderat, toleran dan rukun.
Kedua, Membangun Manokwari yang berbudaya, berkepribadian dan Berbhineka Tunggal Ika sebagai identitas dan modal pembangunan daerah.
Ketiga, membangun kualitas SDM Manokwari yang sehat, cerdas, berintegritas, dan berdaya saing global.
Keempat, membangun Manokwari sebagai ibukota Provinsi Papua Barat yang maju, modern dan berdaya saing.
Kelima, membangun Manokwari yang mandiri, produktif dan berdaya saing secara ekonomi. Membangun Manokwari yang hijau, lestari dan berkelanjutan.
Keenam, membangun Manokwari yang demokratis, aman dan damai serta tertib hukum berdasarkan hukum positif, hukum agama dan hukum adat yang berlaku.
Ketujuh, membangun Manokwari yang sejahtera, pengentasan kemiskinan, penurunan stunting dan pengurangan kesenjangan sosial antar masyarakat.
Kedelapan, membangun Manokwari dalam bingkai otsus Papua berdasarkan prinsip perlindungan, penghormatan, pemberdayaan dan pengakuan atas hak-hak dasar OAP dan HAM.
Kesembilan, membangun Manokwari yang nasionalis, berwawasan kebangsaan dan berintegritas dalam bingkai NKRI.
Misi yang terakhir adalah membangun sistem birokrasi pemerintah daerah kabupaten Manokwari yang bersih, berwibawa, kuat, profesional, kolaboratif, partisipatif dan melayani.
“Tantangan pembangunan Manokwari saat ini antara lain masih tingginya angka kemiskinan, pengangguran, belum optimal pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah, belum optimal ketersediaan lapangan pekerjaan,”katanya.
Untuk menjawab permasalahan tersebut tidak bisa dilakukan hanya oleh kepala daerah melainkan harus menjadi tanggungjawab bersama seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Manokwari.
Hermus mengajak, seluruh elemen masyarakat, baik birokrat, tokoh-tokoh, aktivis organisasi, civitas akademika, pengusaha dan pelaku ekonomi agar dapat bersatu membantu kepemimpinan-nya mewujudkan visi misi tersebut.
“Kami menyadari bahwa amanah ini adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar, yang akan kami pertanggung jawabkan kepada masyarakat Manokwari,”pungkasnya. [GRW]













