
Toba, SatukanIndonesia.Com -Bupati Toba, Ir. Poltak Sitorus, gelar pertemuan bagi seluruh Kepala Desa se-. Kecamatan Laguboti, dengan tujuan memperkenalkan sistem pertanian terpadu, yang selanjutnya untuk diterapkan di masing- masing desa setempat.
Sesaat arahannya, Bupati Poltak, menjelaskan, bahwa metoda sistem pertanian terpadu (Integrated Farming System, red), dengan pola tanam dua kali panen dua kali, diharapkan signifikan, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat petani Kabupaten Toba.
“Sistem terpadu dengan pola tanam dua kali tanam dua kali ini, kita harapkan dapat tingkatkan ekonomi kita, masyarakat kita”, ucap Poltak.

Lebih lanjut, terkait pola tanam dua kali panen dua kali, beliau meminta dalam masa perawatan tanaman untuk mengoptimalkan pupuk organik dan segera untuk disosialisasikan kepada masyarakat petani.
Hal ini dikemukakan Bupati Poltak, pada pertemuan tersebut dengan tema : “Pengarahan Pengendalian Inflasi dan Model Tanam Cepat Panen Cepat, di Aula Kantor Camat Laguboti, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera, Rabu, pagi sekitar pukul 08. 30 WIB, (31/8/2022).
“Harus kita dorong masyarakat dengan integrated farming system, sistem pertanian terpadu, ini yang paling tepat sekarang karena inflasi”, kata Poltak.
“Gerakan tanam dua kali panen dua kali bisa menyesuaikan, sesuai kondisi lahan petani. Bisa padi dilanjut padi, padi ke jagung, padi dilanjut beternak ikan, atau padi ke tanaman palawija lainnya”, jelasnya.
Menyikapi sulitnya secara nasional akan pemenuhan pupuk kimia saat ini, beliau mengajak para Kepala Desa, untuk mengolah pupuk organik yang bahannya berasal dari tanaman, dan atau dengan kotoran hewan, yang telah diproses sebelumnya.

Selanjutnya, pada sesi tanya jawab, yang dipandu langsung Camat Laguboti, Aprillia Nessy Tampubolon, beberapa perwakilan Kepala Desa menyatakan kesediaan desanya, untuk dilatih cara mengolah dan membuat pupuk organik, baik cair maupun padat.
Terkait permintaan tersebut, Bupati Poltak dengan spontan menjawab, bahwa akan melakukan pelatihan cara membuat pupuk kompos/ organik, melalui pihaknya, yakni Dinas Pertanian Toba bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan. Dan pada kesempatan itu juga dihadiri para Kepala OPD terkait, yakni TH. Sitorus, dan Sahat Manullang.
Terhadap pertanyaan lainnya, mengenai permintaan bibit jagung, Bupati dan Kadis Pertanian, menginformasikan bahwa bantuan bibit jagung nantinya diprioritaskan bagi petani dan masyarakat yang belum menerima pada periode tahun lalu.
Usai sesi tanya jawab, Bupati, Kadis Pertanian, Kadis Ketapang, Camat Laguboti beserta staf kecamatan, para Kepala Desa yang sebagai peserta, beberapa perangkat desa mewakili Kepala Desa, Penyuluh Pertanian, dan Mahasiswa PKL Polbangtan Medan, secara serentak serukan “Sukseskan Tanam Dua Kali Panen Dua Kali, Asa Mamora Hita!” (supaya kita sejahtera, red), tutup seluruh peserta.(GH/SIM)













