• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Cerita Uang Emak-emak ‘Ditelan’ Asuransi Jiwasraya

Cerita Uang Emak-emak ‘Ditelan’ Asuransi Jiwasraya

Oktober 2, 2019
Imigrasi Denpasar Amankan WNA Inggris Pelaku Intimidasi Warga

Imigrasi Denpasar Amankan WNA Inggris Pelaku Intimidasi Warga

April 19, 2026
Pramono Anung Minta BUMD Jakarta Tinggalkan Ego Sektoral demi Kinerja Lebih Baik

Pramono Anung Minta BUMD Jakarta Tinggalkan Ego Sektoral demi Kinerja Lebih Baik

April 19, 2026
ADVERTISEMENT
Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Komoditas Pangan, Puluhan Ton Bawang Disita

Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Komoditas Pangan, Puluhan Ton Bawang Disita

April 19, 2026
Minggu, BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Mayoritas Ibu Kota Provinsi

Minggu, BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Mayoritas Ibu Kota Provinsi

April 19, 2026
Pansus DPRD Kota Batam Matangkan Pembahasan RANPERDA Penyelenggaraan PSU Perumahan

Pansus DPRD Kota Batam Matangkan Pembahasan RANPERDA Penyelenggaraan PSU Perumahan

April 19, 2026
Wali Kota Pematang Siantar & Perumda Tirta Uli Raih Medali Golden TOP BUMD Awards 2026

Wali Kota Pematang Siantar & Perumda Tirta Uli Raih Medali Golden TOP BUMD Awards 2026

April 19, 2026
Panglima TNI Didesak Evaluasi Operasi Penindakan TPNPB

Panglima TNI Didesak Evaluasi Operasi Penindakan TPNPB

April 18, 2026
Wawali Harris Bobihoe : IPHI Organisasi Strategis Mitra Pemerintah

Wawali Harris Bobihoe : IPHI Organisasi Strategis Mitra Pemerintah

April 18, 2026
Tri Adhianto Tetapkan Kebijakan Kolaborasi Swasta Bangun Sumur Resapan di Kota Bekasi

Tri Adhianto Tetapkan Kebijakan Kolaborasi Swasta Bangun Sumur Resapan di Kota Bekasi

April 18, 2026
Republik Indonesia Kuasai Sawit Dunia

Republik Indonesia Kuasai Sawit Dunia

April 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, April 19, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Cerita Uang Emak-emak ‘Ditelan’ Asuransi Jiwasraya

[Ekonomi]

Oktober 2, 2019
in Ekonomi
0
0
SHARES
102
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi Asuransi Jiwasraya.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Di usianya yang tak lagi muda, Rima (60 tahun), nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terpaksa mondar-mandir untuk memperjuangkan haknya yang gagal dibayarkan perusahaan asuransi jiwa pelat merah tersebut.

Uang peninggalan sang suami senilai Rp500 juta, yang ditaruhnya lewat bancassurance Jiwasraya, dibeli dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, lenyap seiring dengan seretnya likuiditas Jiwasraya.

Singkat cerita, Oktober 2018 lalu, Jiwasraya gagal membayarkan polis-polis jatuh tempo. Salah satunya, polis milik Rima.

Sekali waktu ia menyambangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meminta pertanggungjawaban otoritas keuangan. Di waktu lain, ia mampir ke Kementerian BUMN. Ia juga masih harus rajin kumpul-kumpul dengan rekan sesama korban demi mendapat informasi terbaru soal progres klaimnya.

“Saya ke sana-sini untuk memperjuangkan hak saya, meskipun anak saya menawarkan untuk mengganti semua uang yang lenyap karena Jiwasraya. Saya tidak mau, bukan soal uang semata, tetapi hak saya,” ujarnya, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Rima merupakan janda anggota Polri. Ibu dari tiga anak ini berkisah mendapatkan Rp500 juta saat almarhum suami menghembuskan nafas terakhirnya pada Januari 2019 lalu. Ia mencairkan tabungan dan asuransi jiwa, kemudian menaruhnya di satu keranjang, yaitu bancassurance milik Jiwasraya.

Alih-alih mendapat keuntungan 9 persen per tahun seperti yang dijanjikan Jiwasraya, Rima malah terpaksa mengais uang pensiunan sang suami untuk bertahan hidup setiap hari. Padahal, uang pensiun itu pun boleh dibilang tak besar. “Enggak sampai Rp2 juta per bulan,” katanya.

Ibu lain, Irna, terpaksa merelakan mimpi sang buah hati untuk mengenyam pendidikan di sekolah internasional terbaik karena dana yang ditaruhnya di Asuransi Jiwasraya belum kembali.

“Uang pendidikan anak Rp500 juta yang sudah saya siapkan, belum kembali sampai saat ini. Padahal, uang itu untuk anak kuliah. Sekarang pun, saya terpaksa pindahkan sekolah anak saya yang besar, dari sekolah internasional ke sekolah biasa,” tutur dia.

Irna mengaku membeli bancassurance Jiwasraya lewat BRI. Namun, bank tempatnya memarkir uang hasil kerja kerasnya bertahun-tahun itu tidak memfasilitasinya untuk menagih ke Jiwasraya.

“Ini lepas tangan yang sesungguhnya. Saya sama sekali tidak dibantu. Saya malah diperlakukan kayak sampah sekarang, padahal saya yang taruh uang,” terang Irna.

Cerita miris lain datang dari Byeol (bukan nama sebenarnya), perempuan berkewarganergaan Korea Selatan. Ia bersama keluarga harus bertolak ke Indonesia demi tugas sang suami di Indonesia. Dalam perjalanan hidupnya di Indonesia, Byeol menyimpan sejumlah dana lewat Hana Bank.

Uang itu merupakan simpanan untuk masa pensiun suami, terdiri dari Rp200 juta untuk program bunga 6,5 persen, dan Rp1 miliar untuk bunga 6 persen. Di Hana Bank, ia juga diiming-imingi bebas pajak.

Ironisnya, sang suami meninggal saat masa dinas. Byeol pun memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Korsel, dan berniat menarik semua uangnya di Indonesia. Namun, ia kaget bukan main ketika uang yang disimpan di Hana Bank ternyata ditaruh di bancassurance Jiwasraya.

“Belakangan saya baru tahu uang itu ditempatkan di luar Hana Bank, lewat produk bancassurance Jiwasraya. Saya diberi surat perjanjian dalam bahasa Indonesia, saya kurang memahami, jadi saya ikut tanda tangan saja, karena saya percaya dengan Hana Bank,” imbuhnya.

Sekesal apapun Byeol, nasi sudah jadi bubur. Toh, menyesal tak akan mengembalikan uang peninggalan suami. “Tetapi uang itu hidup saya. Saya harus kembali ke Korea. Bagaimana saya bisa hidup di sini (Indonesia) tanpa suami dan tanpa uang,” ujarnya.

Coreng Industri Keuangan RI

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Korsel Lee Kang Hyun menyebut ia bersama 473 warga negara Korsel lainnya menjadi korban gagal bayar klaim Asuransi Jiwasraya. Menurut hitung-hitungannya, total klaim asuransi yang gagal dibayar mencapai Rp572 miliar.

Karena jumlah nasabah yang dirugikan tidak sedikit, persoalan gagal bayar Jiwasraya ini pun diakui Hyun dibawanya ke parlemen dan otoritas keuangan terkait di Negeri Gingseng. Bahkan, Hyun mengklaim akan membawa persoalan ini ke pertemuan pimpinan negara antara RI dengan Korsel pada November 2019 mendatang.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, mengkonfirmasi hal tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot bilang pihaknya masih melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemegang saham untuk skema penguatan kondisi perusahaan.

“Saat ini, atas persetujuan pemegang saham Jiwasaraya sedang melakukan program penguatan menyeluruh, termasuk mendirikan anak perusahaan Jiwasraya Putera dan OJK akan terus memantau prosesnya,” katanya singkat.

Sementara itu, Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengaku tak memegang data jumlah klaim nasabah yang sudah dibayarkan dan belum. “Yang penting bukan berapa, tapi inisiatif-inisiatif berjalan atau tidak. Kan itu solusinya, melalui inisiatif corporate action yang sekarang berjalan,” terang dia.

Ia melanjutkan Jiwasraya sudah menandatangani perjanjian kerja sama distribusi dengan empat perusahaan BUMN untuk masuk ke aksi korporasi. “Tinggal proses berikutnya dari corporate action, baru kami bayar lagi. Begitu,” jelasnya.

Bank Klaim Ikut Bantu

Cerita nasabah memang menyiratkan bank-bank mitra Asuransi Jiwasraya tak memberi bantuan. Namun, Direktur Konsumer BRI Handayani mengaku tengah berkoordinasi secara periodik dengan Jiwasraya untuk menjembatani persoalan nasabah.

Bank BUMN itu juga mengaku memberi informasi terbaru mengenai kondisi Jiwasraya kepada nasabah. “Kami menjembatani nasabah untuk bertemu atau audiensi dengan Jiwasraya secara berkala di masing-masing wilayah. Kami melakukan korespondensi, menyampaikan keluhan, komplain, dan urgensi kebutuhan pencairan polis nasabah kepada Jiwasraya,” katanya.

Sementara itu, Department Head Corporate Communications KEB Hana Bank Rizki Maradhano hanya menjawab singkat. “Dari pihak Hana Bank tidak dapat memberikan konfirmasi saat ini. Mohon maaf sebelumnya.”

Head of External Communications Standard Chartered Bank Lucas Suryanata juga belum berkomentar banyak. Ia hanya bilang akan melakukan koordinasi internal. “Kami usahakan segera memberikan respons.” (*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: EkonomiJiwasraya
ShareTweetSend

Related Posts

Terkait Kebijakan WFH, Pemprov Papua Tengah Masih Menunggu Edaran Kemendagri

Terkait Kebijakan WFH, Pemprov Papua Tengah Masih Menunggu Edaran Kemendagri

Maret 28, 2026
Pastikan Layanan Tetap Berjalan, Wali Kota Bekasi Pantau Pelayanan Publik Pasca Idul Fitri

Pastikan Layanan Tetap Berjalan, Wali Kota Bekasi Pantau Pelayanan Publik Pasca Idul Fitri

Maret 26, 2026
Perluas Ruang Fiskal, Batam Dorong Skema Pembiayaan Inovatif

Perluas Ruang Fiskal, Batam Dorong Skema Pembiayaan Inovatif

Maret 26, 2026

Tri Adhianto: Selain Berdakwah, Ulama Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Mei 3, 2025

Kejagung Sita Aset Terpidana Jiwasraya Benny Tjokro dan Heru Hidayat

Juli 7, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?