
KUPANG, satukanindonesia.com – Forum Musyawarah Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar NTT akhirnya merestui Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto sebagai Ketua DPD Partai Golkar NTT periode 2025-2030.
Musda XI DPD Partai Golkar NTT yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Minggu (7/12/2025) itu dihadiri langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, M. Sarmuji. Dengan hasil ini, Alain resmi menggantikan Ketua DPD sebelum, yakni Emanuel Melkiades Laka Lena yang saat ini menjabat sebagai Gubernur NTT.
Melki Laka Lena juga masuk dalam jajaran pengurus dewan pimpinan pusat (DPP) Partai Golkar sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Indonesia Timur.
Sarmuji, menegaskan, penugasan Melki Laka Lena sebagai Waketum DPP dimaksudkan agar lebih fokus bekerja di tingkat pusat tidak berarti melepas keterikatannya dengan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu ia sampaikan dalam arahannya di hadapan jajaran pengurus Golkar se-NTT, di Hotel Harper Kupang, Minggu (7/12).
Sarmuji menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader di daerah atas keputusan DPP Golkar menarik Melki ke Jakarta. Namun, ia memastikan kehadiran fisik mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu tetap akan intens di NTT guna mendampingi proses konsolidasi partai.
Sarmuji mengakui kedekatan emosional antara Melki dan para ketua DPD II Golkar selama lima tahun terakhir. Karena itu, ia berharap pemimpin baru DPD Golkar NTT nantinya dapat meneruskan pola kepemimpinan yang mengedepankan ketulusan dan kebersamaan.
“Saya berharap ketua DPD terpilih dan jajaran memimpin dengan hati, sehingga ketua kabupaten/kota merasakan semangat yang sama untuk menyatukan Golkar NTT,” harap Sarmuji.
Sarmuji kembali menegaskan karakter dasar Golkar sebagai partai terbuka bagi siapa saja. Ia menilai setiap kader memiliki ruang luas untuk tumbuh menjadi pemimpin selama berpegang pada komitmen kerakyatan.
“Partai Golkar adalah partai yang terbuka bagi siapa saja. Akar Partai Golkar adalah rakyat, dan itu harus dijaga,” ujarnya.
Sekjen DPP Partai Golkar itu juga mengingatkan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) tidak boleh hanya dipandang sebagai forum memilih ketua. Menurut dia, Musda adalah momentum evaluasi terhadap perjalanan organisasi dalam lima tahun terakhir. “Apa yang kurang mari kita sempurnakan, dan yang sudah baik mari kita jaga,” katanya.
Sarmuji turut menyoroti tantangan politik masa kini, terutama maraknya pengaruh media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu merekayasa emosi publik secara cepat. “Orang bisa dimotivasi tanpa perlu bertemu. Media sosial dan AI bisa merekayasa emosi manusia. Kita kuatir, suatu saat akan semakin sulit mencari pemimpin yang baik,” katanya.
Ia mengajak seluruh kader Golkar NTT menjaga soliditas, memperkuat basis kerakyatan, dan menjadikan Musda sebagai ruang memperkokoh masa depan partai.
Dalam forum Musda XI Partai Golkar itu, selain memilih Alain sebagai Ketua, posisi Sekretaris DPD masih dipercayakan kepada Libby Sinlaeloe yang sebelumnya mendampingi Melki sebagai Ketua DPD. Sementara Alain yang sebelumnya menjabat Bendahara DPD Kembali dipilih untuk posisi yang sama selain Ketua DPD. (***)













