
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Adanya kontroversi terhadap keberadaan dan uji coba Vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan, Terawan versus Badan Pengawas Badan Obat dan Makanan (BPOM), Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena, menyatakan setuju untuk melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai penengah adanya polemik terkait kontroversi vaksin Nusantara yang belakangan ini mencuat ke permukaan.
Menurut Melki, keterlibatan TNI dimaksudkan guna mencari jalan keluar atas dan menengahi adanya kontroversi antara BPOM yang dipimpin Penny Lukito yang terindikasi melakukan gerakan politisasi melalui dukung mendukung dari kelompok tertentu dengan proses uji coba vaksin nusantara yang dilaksanakan di RSPAD beberapa waktu yang lalu.
“Kita dukung kehadiran TNI sebagai fasilitator dan penengah terkait dengan kontroversi vaksin Nusantara”, ujar Wakil Ketua Komisi IX saat dihubungi SatukanIndonesia.com melalui telepon selulernya, Senin, (19/4/2021).
Terkait dengan dugaan gerakan politisasi yang dilakukan BPOM itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT itu meyakini Politisasi dilakukan lembaga yang mengawasi peredaran obat dan makanan itu dengan cara pendanaan yang dilakukan BPOM terhadap kelompok tertentu untuk mendukung pelemahan terhadap proses uji coba vaksin Nusantara.
Untuk itu, lanjut Melki, pihak DPR akan menunggu dan setuju terhadap proses penyelesaian kontroversi vaksin Nusantara yang dihasilkan Putra terbaik bangsa Indonesia itu. “Kita tunggu dan dukung apa yang menjadi hasil dan upaya yang dilakukan TNI”, ujarnya menjawab media ini ketika ditanya mengenai upaya lebih lanjut setelah TNI dilibatkan dalam menengahi kontroversi Vaksin Nusantara itu.
Sebagaimana diketahui, beberapa hari terakhir, pemberitaan mengenai kontroversi Vaksin Nusantara telah ramai dimuat beberapa media pada saat dilakukan uji coba di RSPAD beberapa waktu yang lalu, termasuk media ini memuatnya yang dikutip dari pemberitaan Compas.com, berjudul, “Wakil Ketua Komisi IX DPR Tuding BPOM Berpolitik Terkait Vaksin Nusantara,”.
Telah diberitakan bahwa Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena, menuding Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang berada di bawah kepemimpinan Penny Lukito bermain politik terkait kontroversi vaksin Nusantara.
Melki yang merupakan kader Pemuda Kotolik Republik Indonesia (PMKRI) itu berani melontarkan tudingan demikian karena mendapat informasi soal akan adanya gerakan dukungan kepada BPOM dari sejumlah tokoh nasional. (SIM)













