• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Jefferson Thomas Baru, S.sos, Sekretaris KAPP provinsi Papua Barat bersama Presiden Jokowi

Dana Otsus untuk Papua Miliaran Rupiah tapi Pengusaha OAP ‘Masih Demo Tuntut Hak’

Juli 12, 2024
Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

April 17, 2026
Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

April 17, 2026
ADVERTISEMENT
Diberi Waktu Sepekan,  Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

Diberi Waktu Sepekan, Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

April 17, 2026
Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

April 17, 2026
Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

April 17, 2026
Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

April 17, 2026
Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

April 17, 2026
Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

April 17, 2026
MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

April 17, 2026
KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

April 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, April 17, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Dana Otsus untuk Papua Miliaran Rupiah tapi Pengusaha OAP ‘Masih Demo Tuntut Hak’

[Daerah - Dana Otsus untuk Papua Miliaran Rupiah tapi Pengusaha OAP 'Masih Demo]

Juli 12, 2024
in Daerah, News, Politik, Ragam Info
0
0
SHARES
603
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Jefferson Thomas Baru, S.sos, Sekretaris KAPP provinsi Papua Barat bersama Presiden Jokowi
Jefferson Thomas Baru, S.sos, Sekretaris KAPP provinsi Papua Barat bersama Presiden Jokowi

MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Dalam rangka implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II di tanah Papua. Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) menanggapi keras penyaluran dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2024, untuk provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Pasalnya, semenjak adanya penyaluran dana Otsus dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah (Pemda) hingga kini, belum mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi orang asli Papua (OAP) khusus pengusaha OAP.

“Padahal, Otsus hadir karena persoalan perjuangan orang asli Papua yang mengakibatkan banyak korban, darah, dan air mata,”ungkap Jefferson Thomas Baru, S.sos, Sekretaris KAPP provinsi Papua Barat, Jumat (12/07/2024).

Menurutnya, kehadiran Otsus di tanah Papua seharunya membawa dampak positif, dan menciptakan keberpihakan yang dapat dilihat serta dirasakan langsung OAP.

“Harapan orang asli papua seperti mimpi disiang hari. Karena mulai dari Otsus Jilid I sampai masuk Otsus Jilid II ini belum ada perubahan-perubahan yang berarti bagi OAP, dan itu kanyataan serta fakta yang terjadi,”katanya.

Thomas Baru mengaku, sebagai kontraktor asli Papua terus menghadapi persoalan, bahkan serasa kehadiran Otsus ini sama sekali tidak membawa perubahan yang signifikan.

“Pengusaha OAP yang bergerak di bidang konstruksi atau kontraktor setiap tahun anggaran, pasti kita (pengusaha OAP-red) terus melakukan demo. Palang kantor gubernur, bakar ban, dan lain sebagainya terjadi setiap tahun,”sebut Jefferson Thomas Baru.

Padahal, lanjut Ketua Bidang BPD HIPMI ini, kontraktor OAP hanya menginginkan ada keberpihakan, supaya tidak perlu ada demonstrasi setiap tahun.

“Saya berpikir, dengan adanya penyaluran dana Otsus yang nilainya begitu besar di tahun ini. Pemerintah sudah harus konsentrasi menyelesaikan persoalan kontraktor OAP dalam rangka pemberdayaan,”harap Thomas Baru.

Namun, kata dia, apabila anggaran Otsus tahun 2024 sebesar itu tidak menyelesaikan berrbagai persoalan, maka patut dipertanyakan.

“Anggaran Otsus ini sangat besar sekali. Tapi anggaran Otsus ini kemanakan? Apakah digunakan untuk belanja pegawai? sampai tidak menyelesaikan persoalan kontraktor OAP?,”

Selanjutnya, mantan Wakil Ketua OKK KNPI provinsi Papua Barat ini, mempertanyakan kinerja DPR Fraksi Otsus dan Majelis Rakyat Papua (MPR) terkait pengawalan serta pengawasan dana tersebut.

“DPR Fraksi Otsus dan MRP ini kan adalah produk dari Otsus, maka seharusnya konsentrasi maupun fokus mereka mengawal dana Otsus yang mencapai ratusan miliaran sampai triliunan rupiah itu. Supaya peruntuhannya tepat sasaran,”tegas dia.

Untuk itu, dirinya menyarakan, DPR Fraksi Otsus dan MRP segara duduk bersama guna mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan kontraktor OAP.

“DPR dan MPR harus mendorong regulasi atau perdasus, agar ada anggaran yang jelas bagi kontraktor OAP. Minimal, ada paket-paket pekerjaan konstruksi yang disiapkan sekaligus ada pembinaan,”ucap dia.

Misalkan, dicontohkannya, paket proyek melalui proses tender atau lelang dengan nilai Rp5 miliar hingga Rp10 miliar kebawa itu, dikhususkan saja buat kontraktor OAP. Supaya bisa ada paket pembinaan disitu.

Tetapi, kata Thomas Baru, apabila tidak ada regulasi yang mengatur tentang hak kontraktor OAP, maka sampai Otsus berakhir pun persoalan yang sama akan terus terjadi bahkan mungkin lebih dari itu.

“Jika tidak ada langkah dari Pemda, DPR, dan MRP. Mereka (kontraktor OAP-red) ini tidak akan pernah berkembang, dan bersaing dengan kontraktor non OAP,”bebernya.

Lanjut dia, DPR Fraksi Otsus dan MRP juga harus melakukan proteksi dalam pengelolaan dana Otsus, supaya pemerintah tidak salah menyalurkan anggaran tersebut di bidang infrastruktur.

“Jika pemerintah mau bangun infrastruktur menggunakan dana Otsus, harus bangun di daerah homogen OAP. Supaya, dapat dirasakan. Tidak boleh bangun di daerah transmigrasi,”aku Jefferson Thomas Baru.

Dicecar mengenai pengawasan dana Otsus dari penegak hukum, Mantan ketua Pumuda Katolik Papua Barat periode 2015-2018 ini berharap, Kepolisian Daerah (Polda), Kejaksaan Tinggi (Kejati), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat terlibat dalam pengawasan.

“Karena potensi korupsi maupun penyalahgunaan dalam pengelolaan dana Otsus tersebut, sangat besar,”pungkasnya.

Seperti data sebelumnya, realisasi penyaluran dana Otsus ke provinsi Papua Barat tahun 2024 meliputi Pemkab Teluk Bintuni Rp50,74 miliar, Pemkab Teluk Wondama Rp43 miliar lebih, Pemkab Kaimana Rp28,79 miliar, Pemkab Pegunungan Arfak Rp40,69 miliar, dan Pemkab Manokwari Selatan Rp25,94 miliar.

Total dana Otsus yang dikucurkan pemerintah pusat untuk Pemprov Papua Barat sebanyak Rp843,89 miliar, Pemprov Papua Barat Daya Rp805,85 miliar, Pemkab Manokwari Rp168,22 miliar, Pemkab Fakfak 109,36 miliar, dan Pemkab Teluk Bintuni Rp169,16 miliar. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Dana OtsusDana Otsus untuk Papua Miliaran RupiahDemo Tuntut HakDPR Fraksi Otsus dan MRPhakJefferson ThomasKamar Adat Pengusaha Papua (KAPP)Ketua Bidang BPD HIPMIMajelis Rakyat Papua (MPR)orang asli Papua (OAP)Pemkab ManokwariPengusaha OAPSatukanindonesia.com
ShareTweetSend

Related Posts

Wali Kota Bekasi dan Mendikdasmen Dukung Penuh AYIMUN 2026, Dorong Generasi Muda Tampil Positif di Kancah Global

Wali Kota Bekasi dan Mendikdasmen Dukung Penuh AYIMUN 2026, Dorong Generasi Muda Tampil Positif di Kancah Global

April 12, 2026
Wali Kota Bekasi Sambut Kunjungan Wamendagri, Bahas Kebijakan WFH: Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

Wali Kota Bekasi Sambut Kunjungan Wamendagri, Bahas Kebijakan WFH: Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

April 11, 2026
Gunakan Sepeda ke Kantor, Walikota Bekasi Pantau WFH dan Dorong Efisiensi Energi

Gunakan Sepeda ke Kantor, Walikota Bekasi Pantau WFH dan Dorong Efisiensi Energi

April 11, 2026

Wawali Harris Bobihoe Sampaikan Duka Mendalam Ke Keluarga Korban Ledakan SPBE Cimuning

April 11, 2026

Wawali Sambut Baik Pelatihan Vokasi Nasional, Harapkan Cetak Tenaga Kerja Cakap Dan Profesional

April 11, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?