
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Kudeta Partai Demokrat menjadi lebih ramai diperbincangkan, apalagi setelah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ditetapkan jadi Ketua Umum versi KLB di Sibolangit, Sumatera Utara.
Usai penetapan Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun buka suara. Ia meminta kepada Presiden Jokowi dan Menkumham Yasonna Laoly tidak mengesahkan putusan KLB yang dianggap ilegal tersebut.
“Saya minta dengan hormat kepada bapak Presiden Joko Widodo khususnya Menkumham untuk tidak memberikan pengesahan dan legitimasi kepada KLB ilegal yang jelas-jelas melawan hukum tadi,” ujar AHY dalam konferensi pers, Jumat (5/3/2021).
Tak lama, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun buka suara terkait kudeta Partai Demokrat di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. SBY heran dengan sikap Moeldoko yang tega mengobrak abrik Partai Demokrat.
“Memang banyak yang tercengang, tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta,” kata SBY.
Ditengah ramainya pemberitaan kudeta Partai Demokrat, muncul tagar #tangkapedhibaskoro di Twitter hingga menjadi trending topic. Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang merupakan putra kedua SBY disebut-sebut terlibat dalam kasus e-KTP dan Hambalang.
Meme-meme pun bermunculan terkait dugaan kasus yang melibatkan Ibas.
“Tidak ada yang berani tangkap Ibas meskipun banyak pihak bersaksi,” tulis salah satu meme di Twitter.
“Ibas nyaman di kasurnya, kawan-kawannya miris dipenjara yakin Ibas ga terlibat ..??,” tulis akun Twitter @melaa_nie_.
Akun Twitter lainnya, bhagaskoro menyebut kenapa KPK diam saja. Padahal Ibas terlibat tidak hanya satu kasus dan kategori kasus hukum yang besar. KPK harus berani.
“Nama Ibas beberapa kali disebut oleh tersangka korupsi. Tapi sampai saat ini KPK tidak berani panggil Ibas, kenapa?,” tulis bhagaskoro. (*)













