
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Para loyalis Ketua Umum Dewan Pimpinam Pusat Partai Demokrat (DPP PD) Agus Harimurty Yudhoyono (AHY), mempersoalkam presidential threshold karena partainya tidak memenuhi syarat Untuk mencalonkan AHY maju sebagai Capres pada Pemilu 2024 mendatang.
Terhadap langkah poltik yang dilakukan loyalis AHY itu, Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EmaS memperingatkan Kader PD untuk tidak linglung dan pikun poltik.
Fernando mempertanyakam sikap poltik loyalis AHY yang sangat membabibuta yang secara mati-matian mendukung supaya AHY bisa maju sebagai Capres pada pemilu 2024 mendatang dengan mempersoalkan presidential threshold yang diatur dalam UU Packet Pemilu. Baca Juga: Demokrat Dorong Jokowi Terbitkan Perppu Hilangkan Presidential Threshold
Menurut Fernando, sungguh aneh kalau politisi Partai Demokrat belakangan mempersoalkan mengenai pemberlakuan presidential threshold.
Menurut catatan lahirnya presidential threshold sebesar 20 persen diinisiasi oleh Partai Demokrat ketika berkuasa tahun tahun 2009.
“Apakah saat ini para loyalis AHY sedang linglung dan pikun karena AHY sangat tidak mungkin menjadi salah satu capres atau cawapres pada pilpres 2024”, Kata Fernando dalam releasenya yang diterima media ini, Selasa, 21/9.
Fernando menjelaskan, akan sangat realistis ketika loyalis meminta agar semua partai politik yang memiliki kursi di DPR untuk bisa mengusung calon presidential threshold dibandingkan menghilangkan apa yang pernah mereka perjuangkan ketika SBY akan kembali ikut pilpres 2009 yang lalu. Baca Juga: KPK Hari ini Periksa Gubernur DKI, Pengamat: Anis Baswedan Berpotensi Jadi Tersangka
Dengan sendirinya Syarief Hasan yang mengusulkan gagasan agar Presiden Jokowi mengeluarkan Perpu mengenai presidential threshold mengingkari apa yang diperjuangkannya pada tahun 2009 yang lalu.
“Apalagi pada saat itu Syarief Hasan menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat yang saya yakin diberi tanggungjawab untuk golnya parlementery threshold yang di bahas DPR,” ujarnya.
Fernando mengingatkan loyalis AHY, sebaiknya para loyalis AHY jangan terlalu memanjakannya sehingga mengingkari apa yang diperjuangkannya pada masa lalu disaat menjadi partai pendukung utama pemerintah karena seperti ibarat seperti meninju muka sendiri. Jangan selalu membiasakan melupakan sejarah. (Nal/SI)













