
MANOKWARI, satukanindonesia.com – Puluhan warga di Korowai, kabupaten Yahukimo, provinsi Papua Pegunungan dilaporkan mengungsi ke hutan sejak 22 Juli 2026.
Warga yang mengungsi ini berada di kawasan perbatasan kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Boven Digoel di Provinsi Papua Selatan. Selain itu tiga warga dilaporan tertembak.
Sementara Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasiona Papua Barat (TPNPB) juga menyatakan, adanya warga yang mengungsi di wilayah kabupaten Yahukimo.
Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Papua Intelijen Service (PIS) TPNPB dari Boven Digoel bahwa militer Indonesia telah melakukan operasi militer di Korowai, kabupaten Boven Digoel wilayah perbatasan antara kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang, sejak 19 Juli-30 Juli 2026.

Menurut Sambom, berdasarkan laporan PIS, dalam operasi tersebut militer Indonesia menggunakan drone dan lebih dari tiga unit helikopter militer untuk operasi udara dan pengiriman pasukan ke dalam hutan di wilayah perbatasan.
“Dalam operasi sejak 19 Juli 2026, aparat militer Indonesia melakukan penembakan dari udara ke wilayah pemukiman warga sipil dan berlanjut hingga sekarang,”kata Sebby Sambom dalam siaran pers tertulisnya, Kamis (30/07/2026).
Katanya, operasi udara dan darat yang dilakukan oleh militer Indonesia itu untuk mengejar pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo setelah aksi penembakan terhadap Pilot Nicholas F Goselin pada 2 Juli 2026, setelah menerbangkan pesawat milik maskapai AMA memasuki wilayah yang ditetapkan sebagai zona merah oleh TPNPB di Yahukimo.
Sambom mengatakan, PIS TPNPB juga melaporkan, operasi militer Indonesia tersebut mengakibatkan tiga orang warga sipil atas nama Yatimin YB Wonda, Wanenga Kogoya dan seorang warga sipil lainnya meninggal dunia.
“Masih banyak warga lainnya hilang. Sementara ratusan orang telah mengungsi dari Korowai ke arah Yahukimo, Pegunungan Bintang dan hutan-hutan sekitaran wilayah tersebut. Terdapat ibu-ibu hamil, anak-anak hingga lansia yang mengungsi negara harus bertanggung jawab,”ucapnya.
Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mengimbau, Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI, Agus Subyanto agar menghentikan operasi militer di permukiman warga sipil di Korowai.
Katanya, jika mau berperang silahkan datang langsung ke markas TPNPB karena mereka siap menghadapi mereka.
TPNPB juga mendesak, lembaga-lembaga kemanusiaan baik Palang Merah Indonesia dan internasional untuk menangani para pengungsi di Korowai dan lebih dari 122.931 warga sipil di Tanah Papua yang mengungsi akibat konflik bersenjata antara aparat militer Indonesia dengan TPNPB.
Informasi yang dihimpun, untuk sementara warga yang mengungsi dan telah terkonfirmasi terdiri dari 26 ibu-ibu dan satu anak pada tanggal 22 Juli 2026, akibat 3 helikopter TNI menurunkan pasukan TNI di pinggir kali, area pemukiman warga sipil di Korowai Yahukimo, Papua Pegunungan. [GRW]













