• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Diduga Ada Kejanggalan Data Covid-19 Jawa Timur, Ini Respon Khofifah!

Diduga Ada Kejanggalan Data Covid-19 Jawa Timur, Ini Respon Khofifah!

Juli 27, 2021
Prabowo Akan Lantik Kepala BGN dan Penasihat Khusus di Istana Sore Ini

Prabowo Akan Lantik Kepala BGN dan Penasihat Khusus di Istana Sore Ini

Juni 8, 2026
Anggota Komisi XIII DPR Tegaskan Sektor Keimigrasian Tak Boleh Jadi Objek Transaksi Koruptif

Anggota Komisi XIII DPR Tegaskan Sektor Keimigrasian Tak Boleh Jadi Objek Transaksi Koruptif

Juni 8, 2026
ADVERTISEMENT
Plh Walkot Harris Bobihoe : Pemkot Dan BKSAP DPR RI Bahas Strategi UMKM Tembus Di Pasar Dunia

Plh Walkot Harris Bobihoe : Pemkot Dan BKSAP DPR RI Bahas Strategi UMKM Tembus Di Pasar Dunia

Juni 8, 2026
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 8-9 Juni 2026

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 8-9 Juni 2026

Juni 8, 2026
Wamendagri Ribka Haluk Minta PIKI Berperan Aktif Mempengaruhi Kebijakan Publik

Wamendagri Ribka Haluk Minta PIKI Berperan Aktif Mempengaruhi Kebijakan Publik

Juni 8, 2026
Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Dapat Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri

Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Dapat Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri

Juni 8, 2026
Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Sesuai Kemampuan Warga

Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Sesuai Kemampuan Warga

Juni 8, 2026
Meutya Hafid Terima Penghargaan Global Technology Leadership

Meutya Hafid Terima Penghargaan Global Technology Leadership

Juni 8, 2026
BPOM: Tidak Semua Kemasan Bisa Diklaim BPA Free

BPOM: Tidak Semua Kemasan Bisa Diklaim BPA Free

Juni 8, 2026
PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

Juni 8, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

Diduga Ada Kejanggalan Data Covid-19 Jawa Timur, Ini Respon Khofifah!

[News]

Juli 27, 2021
in News
0
0
SHARES
140
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menegaskan transparansi data covid-19 yang diberikan pihaknya.

Sistem pencatatannya pun diklaimnya merupakan yang terlengkap di Indonesia.

Hal itu dikatakan Khofifah, usai sejumlah pihak menemukan gap data kematian Covid-19 di Jatim dengan data temuan di lapangan. Salah satunya adalah Koalisi Warga untuk LaporCovid-19, organisasi profesi, hingga laporan-laporan media massa.

“Pemprov Jawa Timur menjunjung tinggi transparansi data Covid-19 yang notabene menjadi parameter penanggulangan dan kebijakan,” kata Khofifah melalui akun Instagram resminya, @khofifah.ip, Selasa (27/7/2021) pagi.

Baca Juga: JK Beri Pandangannya Terkait Penanganan Covid-19 di Indonesia

Mantan Menteri Sosial RI ini juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menyajikan data yang reliabel, kekinian (realtime), serta bersifat interoperabilitas mengenai kondisi Pandemi Covid-19 di Jatim.

“Data tersebut bisa diakses siapapun melalui kanal infocovid19.jatimprov.go.id,” ucap dia.

Dalam unggahan Instagram-nya Khofifah juga menampilkan tangkapan layar laman yang menunjukkan sejumlah variabel data Covid-19, di Jatim.

“Ada lebih dari 80 variable dari tiap kabupaten/kota dibuka secara publik dan dapat diakses siapa saja, mulai dari kasus, kontak erat, testing bahkan jumlah yang dirawat dan Isoman. Ini system terlengkap di Indonesia,” ujar Khofifah.

Khofifah melanjutkan, bahwa sistem itu berbasis bottom up. Artinya data yang ditampilkan di laman itu adalah laporan dari masing-masing kabupaten/kota. Selama ini, kata dia, banyak pula organisasi relawan yang membantu mengawal data tersebut.

Baca Juga: Fantastis! Keluarga Pengusaha Ini Sumbang 2T Untuk Bantu Penanganan Pandemi

Sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur dr Sutrisno, menyatakan pihaknya menilai data kasus kematian akibat Covid-19 sejumlah daerah di Jatim saat ini tak layak untuk jadi dasar pengambilan kebijakan masa pandemi. Pasalnya, banyak kematian terkait Covid-19 yang tak dilaporkan.

Sejumlah daerah di Jatim hanya melaporkan kasus kematian yang rata-rata relatif kecil per harinya. Sementara, kasus meninggal terkait Covid-19 di lapangan jauh lebih besar.

“Data yang ada jangan hanya data di meja untuk mengambil keputusan. Sehingga data yang masuk cuma 0, cuma 2, tapi coba lihat kuburan; hampir 20-30 kali lipat dari pada data yang ada di meja,” cetus Sutrisno.

Selain itu, LaporCovid-19, per Rabu (21/7/2021), mencatat total kematian akibat Corona mencapai 98.014 kasus. Sementara, Satgas Covid-19 pada hari mencatat 77.583 kasus, alias ada gap 20.431 kasus. Selisih data itu salah satunya terjadi di Jawa Timur.

Baca Juga: Kepala BNPB Imbau Masyarakat Tidak Ragu Menjalani Isolasi Terpusat

Contoh gap itu ditemukan di Kota Malang. Satgas setempat mencatat, Senin (19/7/2021), nol kematian. Sementara, LaporCovid-19 menerima laporan 26 jenazah dimakamkan dengan protokol Corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memperluas definisi kematian Covid-19 hingga mencakup kasus terduga alias suspek dan probable. Sementara, RI sendiri tak memasukkan data kedua jenis status itu selama belum terkonfirmasi positif via swab.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana menyebut data resmi kasus kematian Covid-19 di wilayahnya merupakan kasus yang sudah terkonfirmasi positif.

“Yang ditulis kematian akibat Covid-19 itu, adalah kematian yang data pendukungnya sudah ada, jadi dia meninggal karena Covid-19 karena sudah ada hasil laboratorium,” kata dia.

Ia menyebut ada sejumlah kasus kematian warga Jatim yang belum disertai dengan hasil laboratorium. Maka, pihaknya menunda pencatatan kasus meninggal ini sebagai kasus kematian akibat corona. (FA/SI).

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Data Covid-19Gubernur Jawa TengahKhofifah Indar ParawansaTransparansi Data
ShareTweetSend

Related Posts

Dua Hari Lebaran, Dua Titik Silaturahmi Khofifah: Grahadi hingga Jemursari Dipadati Warga

Dua Hari Lebaran, Dua Titik Silaturahmi Khofifah: Grahadi hingga Jemursari Dipadati Warga

Maret 24, 2026
Tradisi Mudik Kapal Laut ke Kepulauan Madura, Gubernur Jatim Berangkatkan 3.000 Pemudik dari Situbondo

Tradisi Mudik Kapal Laut ke Kepulauan Madura, Gubernur Jatim Berangkatkan 3.000 Pemudik dari Situbondo

Maret 16, 2026
Jatim Siaga Mudik Lebaran 2026, Khofifah Koordinasikan Operasi Ketupat Semeru Hadapi 24,9 Juta Pemudik

Jatim Siaga Mudik Lebaran 2026, Khofifah Koordinasikan Operasi Ketupat Semeru Hadapi 24,9 Juta Pemudik

Maret 10, 2026

Gubernur Khofifah Ajak Semua Pihak Turut Awasi Pelaksanaan MBG

September 23, 2025

Anggota DPD Asal Jatim Ning Lia: Lindungi Anak, Ringankan Beban Guru

September 9, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?