
Jakarta, SatukanIndonesia.Com –Elektabilitas Partai Demokrat berdasarkan hasil survei berada pada posisi ketiga partai nasional. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta para kader partai berlambang bintang mercy untuk tidak merasa puas dengan hasil lembaga survei.
“Nomor tiga kita sekarang, angkanya sudah digit 11,6 persen. Alhamdulillah. Tetapi, bapak ibu sekalian, jangan pernah kita merasa puas. Sepakat semuanya?,” kata AHY dalam pidato sambutan pada acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (15/9). “Ini semua hanya angka prediktif yang bisa berubah sewaktu-waktu. Tergantung kita,” sambungnya.
Putra sulung Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini lantas menyinggung Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang dinilai ingin merebut secara sepihak Partai Demokrat. Dia menegaskan, tingginya elektabilitas Partai Demokrat bukan, karena adanya kongres luar biasa (KLB) abal-abal tersebut.
“Jadi elektabilitas kita naik bukan karena siapa?,” ucap AHY. “Moeldoko,” jawab para kader Partai Demokrat. “Kita saya juga tidak terima ketika ada wah Demokrat naik karena ada KSP Moeldoko, karena ada KLB abal-abal. Terima kita begitu?,” ungkap AHY. “Tidak,” seru ribuan kader Partai Demokrat.
AHY tak menjamin, jika bukan karena keberanian, kecepatan, ketegasan, kesetiaan, dan juga kekompakan bisa menjaga nama baik Partai Demokrat sampai saat ini. Bahkan, jika partai yang dipimpinnya berhasil direbut dimungkinkan tidak bisa menggelar Rapimnas seperti saat ini. “Jadinya kita? Boro-boro elektabilitas, enggak ada ini Rapimnas ini. Yang jelas bukan saya di sini. Betul?,” tegas AHY.
Menurut AHY, peristiwa KLB yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara yang mendapuk Moeldoko sebagai ketua umum merupakan sebuah sejarah bagi Partai Demokrat. Dia tak menginginkan, peristiwa itu kembali terulang lagi.
“Jadi jangan lupakan itu, jangan lupakan sejarah ini. Selamanya akan tercatat dalam sejarah Partai Demokrat, selamanya saya berharap terus akan kita ingatkan di setiap-setiap Rapimnas, di setiap ulang tahun berikutnya. Karena ini laten sifatnya,” pungkas AHY. (*)
JawaPos













