Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming mengaku siap menerima konsekuensi soal dugaan pelanggaran terkait pertemuannya dengan para kepala desa di Ambon, Maluku pada Senin (8/1) lalu.
Gibran mengaku siap jika dipanggil untuk memberikan klarifikasi dalam kasus tersebut. Termasuk, jika dirinya dijatuhkan sanksi.
“Silakan jika ada pelanggaran, ada dugaan-dugaan yang tidak benar. Kami siap disanksi, dipanggil seperti kapan hari, silahkan,” kata Gibran di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten, sebagaimana dilansir Rmol.id, Jumat malam (12/1).
Bawaslu Provinsi Maluku sebelumnya menduga Gibran melanggar aturan saat kunjungan di Kota Ambon, Senin (8/1). Pelanggaran itu diduga imbas adanya keterlibatan perangkat-perangkat desa yang hadir.
Gibran disebut melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala pemerintah negeri (KPN) dan kepala desa, baik dari Kota Ambon maupun Kabupaten Maluku Tengah di SwissBell Hotel.
“Dugaan awal itu kami menyatakan bahwa ini adalah pelanggaran saat kunjungan Cawapres Gibran di Maluku,” kata Anggota Bawaslu Provinsi Maluku, Samsun Ninilouw, di Ambon, Kamis (11/1). (***)













